Mengenal Crab Mentality dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Akademik dan Organisasional
Imagine this kawan UNDIRA, kalian memiliki hewan peliharaan sejumlah kepiting yang ditampung dalam satu ember dengan atap terbuka. Ketika salah satu kepiting mulai bergerak ke atas untuk mencoba keluar dari ember, maka akan ada kemungkinan besar untuk kepiting lainnya menarik lagi kebawah kepiting yang sudah hampir keluar dari aquarium. Nah, inilah yang sering disebut crab mentality kawan UNDIRA.
Apa itu crab mentality? Crab mentality atau dalam bahasa psikologinya pull-down syndrome pada dasarnya merupakan sebuah pola pikir atau perilaku yang timbul dimana seseorang akan berusaha menghambat, meremehkan atau bahkan menjatuhkan orang lain ketika mereka tampak “naik daun” atau lebih berhasil. Namun, uniknya tidak semua berpendapat bahwa Crab Mentality lahir dari keinginan jahat, melainkan melalui paranoia.
Menurut Social Comparison Theory yang dipublikasikan oleh Leon Festinger (1954), crab mentality dapat timbul dari adanya ancaman terhadap harga diri (ego) atau perbandingan dirinya dengan orang lain, yang alih-alih tidak menghasilkan bahan introspeksi, melainkan mampu menjadi motivasi seseorang untuk “menarik orang lain ke bawah”.
Hal lain yang dapat menjadi pemicu Crab Mentality ialah Zero Sum Thinking, atau keyakinan diri bahwa muara dari kesuksesan seorang individu dapat mendorong kegagalan dan bahkan eliminasi orang lain. Akibatnya akan berpotensi terlahirnya pemikiran super kompetitif (bahkan destruktif) sekaligus menghambat kolaborasi kemajuan bersama.
Dalam ranah organisasional, keberadaan Crab Mentality mampu menghasilkan persaingan yang terlalu ketat dan bahkan ambisi destruktif antar divisi sehingga dapat mempengaruhi struktur kerja sama dan memicu persepsi bahwa semua hal positif adalah ancaman. Alhasil, hal tersebut akan menghambat perkembangan organisasi.
Di ruang lingkup akademik, crab mentality mengambil bentuk yang paling menyedihkan karena korbannya adalah semangat belajar itu sendiri. Mahasiswa yang aktif bertanya dilabeli "sok pintar." Siswa yang meraih prestasi diasingkan dari pergaulan. Peneliti muda yang idenya segar diabaikan atau bahkan diklaim oleh seniornya. Budaya akademik yang seharusnya merayakan rasa ingin tahu dan inovasi - lantas menjadikan ruang akademik redup dikarenakan crab mentality yang membuat inovasi redup sebelum dinyalakan.
Melawan crab mentality bukan sekadar soal bersikap baik. Kita semua membutuhkan pengendalian yang disengaja, baik pada level individu maupun pada level sistem organisasi atau institusi.
Ingat bahwa pada dasarnya crab mentality lahir dari paranoia, maka langkah pertama untuk memutusnya ialah melalui keterbukaan dari nuansa eksklusifitas, baik secara perlakuan ataupun pengakuan. Selain itu, keperluan untuk menumbuhkan budaya persaudaraan (yang tidak didasari pada pemanfaatan antar sesama) mampu mendorong ekosistem budaya organisasi yang tidak mudah dihanyutkan oleh prasangka negatif.
Dalam ruang lingkup inovasi, pendidikan atau akademik, perlu juga untuk kita semua menumbuhkan dan menormalisasi pemahaman terbuka bahwasannya tidak semua pencapaian orang lain bukanlah pembukaan ajang lomba yang harus diikuti.
Selebihnya, belajarlah untuk berbicara dengan konteks yang transparan, cukup untuk memutus normalisasi crab mentality. Kalimat sederhana seperti "Aku rasa dia memang kerja keras untuk itu" atau "Ide itu terdengar menarik, coba kita dengarkan dulu" bisa mengubah dinamika percakapan secara signifikan.
Kepiting dalam ember tidak tahu bahwa mereka saling menarik satu sama lain ke dalam kemerosotan. Mereka bergerak berdasarkan naluri, bukan kesadaran. Manusia tidak.
Manusia punya kapasitas untuk menyadari pola ini, dan memilih untuk tidak terlibat di dalamnya. Kita punya kemampuan untuk membangun lingkungan — di tempat kerja, di kampus, di organisasi — di mana kemajuan seseorang dirayakan, bukan diancam. Di mana ember itu tidak lagi relevan karena tidak ada yang merasa perlu menarik siapa pun ke bawah.
Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) selalu menciptakan ruang berkreasi dan berpendapat secara demokratis serta terbuka bagi seluruh kawan UNDIRA. Berlandaskan tata nilai Visioner, Integritas dan Profesional, UNDIRA berkomitmen untuk menumbuhkan generasi yang bertanggungjawab baik dalam mendukung kerja sama, sportifitas dan pengembangan karakter - karena insan yang berhasil ialah mereka yang mampu saling mendorong, bukan menjatuhkan.
Jadi pertanyaannya sederhana: kamu mau jadi kepiting yang menarik, atau tangan yang mendorong?
Sumber Referensi:
Crab Mentality, Sikap Orang Lain yang Menghambat Kesuksesanmu - Alodokter
Crab Mentality: Arti, Dampak, Faktor dan Cara Mengatasinya
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432