Terkadang Yang Kita Butuhkan Bukan Hanya Berani Bergerak, Tetapi Bagaimana Jujur Dengan Diri Sendiri
Hidup bukan berarti hanya diiringi oleh keberanian untuk mengambil keputusan, melainkan seberapa kuat kita mampu mengemban pilihan yang kita tentukan sesuai kode moral kita masing-masing.
Kejujuran, sebuah aspek kemanusiaan, bagaikan emas di antara perairan sungai—meskipun sederhana, keberadaannya memiliki nilai yang besar. Bagaikan cermin, kejujuran telah lama dikenal sebagai pecahan kecil yang menyatukan kehidupan manusia—membuat kita menjadi makhluk yang utuh baik di mata pribadi maupun di mata orang lain.
Meskipun aspek kejujuran telah diajarkan kepada kita sejak usia dini, lambat laun semakin terasa keberadaannya tersingkirkan di tengah hiruk-pikuk modernitas ini. Dewasa ini, kita cenderung mengenakan berbagai ‘topeng’ untuk membohongi diri kita dan juga orang di sekitar kita—kendati demikian, ironisnya, hal ini tidak selalu berlandaskan paksaan atau kewajiban, melainkan pada kenyamanan yang tercipta dari alam bawah sadar, yang lantas dapat menjebak kita.
Prinsip ketidakjujuran dapat dilacak secara medis. Dalam beberapa riset medis mengenai otak manusia, terdapat sebuah organ, yakni amigdala, yang bertugas mengatur respons emosi dan bagaimana kita merespons berbagai hal di sekitar kita. Ketika suatu hal terjadi yang menyebabkan trauma tertentu secara psikologis, maka amigdala akan berada pada keadaan ‘alert’ atau waspada terhadap sekeliling, dan bisa jadi ini akan berlangsung berkelanjutan.
Hal ini merupakan perwujudan dari ‘mekanisme pertahanan’ melalui ketidakjujuran atau berbohong—baik untuk menutupi luka yang telah ada dalam diri maupun untuk menutupi diri dari adanya ancaman eksploitasi dari orang lain. Tidak jarang pula beberapa di antara kita tentunya akan mengesampingkan kejujuran demi mencapai kesenangan tersendiri.
Selain itu, melalui faktor eksternal, terdapat pula beberapa stigma yang mengharuskan kita untuk memendam perasaan secara mutlak, baik itu sedih, marah, senang, maupun cinta. Walaupun memendam kejujuran melalui berbohong adalah sebuah langkah yang dapat dibenarkan ‘pada saat tertentu’, ketidakjujuran dapat lambat laun mengikis keberadaan diri kita dengan orang lain dan juga mampu membuat kita lupa siapa diri kita sebenarnya dari serangkaian topeng yang telah dikenakan (menyebabkan emotional detachment).
Terkadang dalam hidup, selain kita diharuskan untuk berani, kita juga diharuskan untuk mampu jujur baik dalam berbuat maupun berpikir. Kejujuran sesungguhnya adalah mikronarasi yang mampu membuka semesta yang lebih besar dalam kehidupan.
Dalam QS. At-Taubah: 119 yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ
الصّٰدِقِيْنَ
yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha wa kûnû ma‘ash-shâdiqîn
Kita sekali lagi diingatkan bahwasanya ketidakjujuran bukanlah sebuah bentuk kelemahan, melainkan hal yang akan menjerumuskan hidup kita. Kejujuran yang lahir dari niat baik dan termoderasi adalah bentuk tertinggi dari keberanian dan cara kita menjaga kode moral di tengah drama dan cobaan dunia yang menghantui cara kita untuk terbuka dan melihat dunia di sekitar kita—tanpa adanya topeng yang menutupi ekspresi kita.
Di Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), kalian tidak hanya berkesempatan untuk mendapat pendidikan berkualitas, tetapi juga untuk memupuk nilai moral berlandaskan prinsip Visioner, Integritas dan Profesional.
Berbuat jujur dan baik memanglah sulit pada waktu tertentu, kawan UNDIRA, tetapi pahamilah bahwa keberadaannya bukan beban melainkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, orang lain, dan yang terpenting—diri sendiri, karena hanya kejujuran dari dirimulah yang mampu memperbaiki diri dan menjaga arah hidup di dunia dan akhirat. Bangun arah hidupmu menjadi pribadi VIP bersama UNDIRA!.
Sumber Referensi:
Post-Mortem Humanisme - Memaknai Keberadaan di Era Modern - Ardhianzy
Amigdala, Kenali Fungsi dan Gangguan yang Bisa Terjadi
At-Taubah · Ayat 119 dan Penafsirannya - NU Online
(Sekar Ayu / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432