Universitas Dian Nusantara Menjadi Tuan Rumah Sarasehan Pemilu oleh Radio Republik Indonesia (RRI)

21 Mei 2024
Oleh : Anna Nurjanah

Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah pelaksanaan Sarasehan Pemilu yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia pada hari Kamis 16 Mei 2024, Kampus UNDIRA Tanjung Duren, Jakarta Barat. Acara ini juga ditayangkan secara langsung melalui aplikasi RRI Digital, kanal YouTube RRI Net Official dan Instagram @rriprograma3.

Pimpinan UNDIRA menghadiri Sarasehan Pemilu

Sarasehan episode kali ini mengangkat tema "Pemilu 2024, Titik Tolak menuju Kedewasaan Demokrasi Indonesia". Hadir sebagai undangan, perwakilan dari UNDIRA Wakil Rektor III Dr. Ir. M. Hasanuddin Thoyieb, MM, Dekan Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial, Caturida M.Ak., Ph.D dan Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Anna Nurjanah, M.A.

Lebih dari 120 mahasiswa UNDIRA hadir sebagai audience dan menyimak dengan antusias diskusi yang dipandu langsung oleh moderator sekaligus presenter senior RRI, Zaini. Hadir dalam kegiatan ini berbagai narasumber ternama di bidangnya mulai dari Analis Komunikasi Politik Universitas Nasional Dr. Irfan Fauzi Arief, Pengamat politik sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof Ma'mun Murod Al Barbasy, Peneliti Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kahfi Adlan Hafiz dan Wakil Ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran Silvester Matutina. Selain itu, sesi entertainment acara dibawakan oleh penyanyi Hanin Dhiya dan komika Andre Skuter.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber mendiskusikan seputar sinergi yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak dalam membangun negeri usai Pemilu. Masing-masing pembicara menyampaikan gagasan dan harapannya kepada kepemimpinan presiden serta kabinet Indonesia kedepannya juga memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 lalu.

Salah satu narasumber, Dr Irfan Fauzi Arief dalam kesempatannya menghimbau generasi muda untuk teliti dalam memilih pemimpin dan terus mengasah cara berpikir kritis. "Para generasi muda jangan apatis ketika melihat yang seharusnya ideal menjadi tidak ideal," ujarnya.

Di tengah sesi diskusi, moderator juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNDIRA, Aghais Izzul Haq bertanya seputar proses Pemilu yang diliputi banyak drama dan keberadaan silent majority yang berasal dari anak muda. “Bagaimana mengatasi ketidakpercayaan dari berbagai drama yang ada bahkan  berpotensi menghilangkan suara anak muda yang menjadi silent majority?” ungkapnya.

Pertanyaan tersebut pun memantik diskusi dan memicu berbagai tanggapan dari para narasumber. Prof Ma'mun menyatakan bahwa proses Pemilu kini telah usai, namun berbagai catatan yang terjadi selama pelaksanaannya perlu dijadikan evaluasi untuk pelaksanaan Pemilu yang akan datang. Hal ini dilakukan agar pemuda khususnya dan masyarakat pada umumnya tidak kehilangan kepercayaan kepada institusi negara.

Mahasiswa UNDIRA

Kegiatan ini memberikan pandangan-pandangan segar seputar implementasi demokrasi kepada para mahasiswa yang sebagian besar merupakan Generasi Z. Kemampuan menyampaikan pendapat dengan baik dan berpikir kritis menjadi kompetensi penting yang turut dapat dikembangkan mahasiswa melalui kegiatan diskusi terbuka seperti ini.

(Anna Nurjanah, S.I.Kom., M.A. / Program Studi Ilmu Komunikasi UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

[email protected]

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial

www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432

https://merdekabelajar.kemdikbud.go.id/files/sthai/