html hit counter Psychology of Money and The Long-Term Plan: Mempelajari Prinsip dan Ideologi Warren Buffett - Universitas Dian Nusantara

Psychology of Money and The Long-Term Plan: Mempelajari Prinsip dan Ideologi Warren Buffett

Dilihat : 21
08 November 2026

Dalam iklim perekonomian dan investasi modern, siapa yang tidak mengenal sosok Warren Buffett? Beliau tidak hanya dikenal dari kepemimpinannya di Berkshire Hathaway selama lebih dari enam dekade, seberapa besar nominal investasinya, maupun dari pencapaiannya dalam merevitalisasi perusahaan tersebut yang nyaris tumbang menjadi raksasa bernilai lebih dari satu triliun US dollar, tetapi juga dari pandangannya yang dikenal jauh ke depan. Namun, siapa sebenarnya sosok Warren Buffett, dan filosofi apa saja yang membawanya ke titik seperti saat ini? Yuk simak artikel berikut, kawan UNDIRA. 

Warren Buffett, atau dikenal dengan nama panjangnya, Warren Edward Buffett, merupakan salah seorang pebisnis tersukses di Negara Paman Sam dari awal abad ke-20 hingga abad ke-21. Pada masa kecilnya, beliau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang relatif sederhana, di mana ayahnya adalah salah seorang anggota Kongres AS sekaligus stockbroker, ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga, dan kedua saudara kandung perempuannya, Doris Buffett dan Roberta Buffett, keduanya berperan aktif sebagai filantropis sekaligus aktivis kemanusiaan pada masanya.

Sejak kecil, Warren Buffett telah memiliki ketertarikan pada dunia matematika kompleks dan analisis kuantitatif berkat exposure yang diberikan sang ayah melalui pengenalan terhadap berbagai studi seputar manajemen keuangan, bisnis, dan investasi.

Ketika Warren Buffett berusia delapan tahun, sang ayah mulai mengajaknya ke kantor tempatnya bekerja, sebuah kesempatan yang disambut Warren muda dengan penuh antusias. Di sanalah ia berkesempatan untuk mempelajari bagaimana pasar modal bekerja dan hal-hal apa saja yang memengaruhinya. Pelajaran itu pun tak berhenti sebagai teori: pada usia 11 tahun, ia berhasil membeli saham pertamanya dan mulai merasakan manisnya hasil investasi. Namun, semangatnya untuk terus belajar dan berbisnis justru membuatnya semakin enggan melanjutkan pendidikan. Sang ayah tidak sependapat dan terus mendorongnya untuk berkuliah. Di kemudian hari, keputusan itu terbukti sangat tepat, sebab di bangku kuliah-lah Warren berkenalan dengan beragam perspektif yang kelak mengubah arah hidupnya. 

Ketika Warren Buffett berkuliah di Universitas Nebraska, beliau menemukan sebuah buku “The Intelligent Investor” yang ditulis oleh Benjamin Graham, seorang akademisi Columbia Business School, yang juga kebetulan merupakan seorang ekonom dan mentor figure masa depan Warren Buffett. Buku tersebut menantang pemahaman Warren selama ini mengenai saham, bahwasanya saham bukan sekadar membeli dan memperdagangkan simbol sekaligus angka saja, melainkan bagaimana kita memperlakukannya selayaknya kita menjalankan bisnis nyata dan memanfaatkan prinsip compounding. Pada titik inilah Warren Buffett mendapatkan insight paling berharga sepanjang hidupnya; bahwa berinvestasi bukan hanya memperhatikan grafik saja,tetapi juga melihat dari sudut pandang nilai keuangan (value investing) dan harus dilakukan secara rasional.

“Success in investing doesn’t correlate with IQ once you’re above the level of 125. Once you have ordinary intelligence, what you need is the temperament to control the urges that get other people into trouble in investing”, ujar Warren Buffett dalam bukunya, The Warren Buffett’s Way 

Beralih pada masa pasca kerjanya di perusahaan milik Graham pada tahun 1958, Warren Buffett kemudian menemukan sumber wawasan baru dari salah seorang penulis buku bertajuk “Common Stocks and Uncommon Profits“, karya Philip Fisher yang menawarkan pendekatan investasi secara prospektif. Melalui buku tersebut, Warren Buffett belajar bahwa dalam berinvestasi, seseorang juga harus memperhatikan kinerja operasional sekaligus laporan keuangan reguler perusahaan, agar dapat ditentukan apakah perusahaan layak diinvestasikan atau tidak. Dalam pandangan Fisher, semua pertumbuhan harga di dunia tidak akan menciptakan hasil optimal jika catatan kinerja dan keuangannya tidak bertumbuh secara stabil - the long-term plan. 

Dari kedua sudut pandang inilah Warren Buffett akhirnya menyadari bahwa kepintaran membaca data saja tidak cukup. Yang benar-benar menentukan berhasil atau tidaknya seseorang berinvestasi adalah strategi dan kekuatan psikologisnya. Baginya, investor yang andal bukanlah orang yang sibuk menaruh uang di banyak tempat atau ikut terbawa arus opini publik, melainkan orang yang rela meluangkan waktu untuk mempelajari dengan saksama dan membentuk strategi yang tepat. Berbekal pemahaman itu, ia mampu melangkah mengikuti iramanya sendiri. 

“I can’t be involved in 50 or 70 things. That’s a Noah’s Ark way of investing - people would end up looking after a zoo at that point. I like to put meaningful amounts of money in a few things and we know the answers”, ujar Warren Buffett

1

Bagi kawan UNDIRA, pemahaman dan ideologi seorang jenius seperti Warren Buffett mengajarkan kita bahwasanya keberhasilan dalam dunia pasar modal tidak hanya ditentukan oleh kepandaian semata, melainkan juga dari kejernihan pikiran dan jam terbang, baik dari melihat pengalaman investor lain maupun dari diri sendiri. A smart success, in the long run, is born from understanding alongside consistency of self and the world.

Sumber Referensi:

Hagstrom, R. G. (2004). The Warren Buffett way (2nd ed.). John Wiley & Sons. 

Investor Center, YouTube - Warren Buffett: 90 Years of Investment Wisdom Summed Up in 15 Minutes (2021) 

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Kranggan

Jln. Raya Kranggan, No.6,

Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432