html hit counter Kasih dan Kepedulian, Harapan Menuju Lembaran Mendatang di Hari Raya Natal 2025 - Universitas Dian Nusantara

Kasih dan Kepedulian, Harapan Menuju Lembaran Mendatang di Hari Raya Natal 2025

Dilihat : 86
24 Desember 2025

“Nyalakan Lilin Kasih, Menuju Harapan Melalui Kepedulian”. Pada 25 Desember 2025 mendatang, kita akan berjumpa kembali dengan salah satu hari yang dinanti bagi umat Kristiani di Indonesia, Hari Raya Natal. Sebagaimana yang kita semua ketahui, Hari Raya Natal pada dasarnya merupakan momen umat Kristiani untuk merayakan kelahiran Isa Al Masih yang dalam catatan sejarah ditetapkan sejak abad ke-4 oleh Paus Julius I. 

Meski Hari Raya Natal sendiri merupakan hari yang membawa keberkahan dan positifitas kepada kita semua, namun pada akhir tahun 2025 ini kita dihadapkan dengan realita yang bisa dibilang pahit untuk dihadapi. Kawan UNDIRA tentunya sudah mengetahui bahwa negara kita sedang tidak dalam keadaan yang tidak baik baik saja. 

Kondisi masyarakat kita yang tidak bersaharja ditengah hirup pikuk perekonomian dan kapitalisme yang tengah menghantui hidup kita sehari harinya, ditambah lagi dengan berbagai tragedi yang berjatuhan bagaikan bara api yang tiada habisnya, turut membuat kita lupa akan nuansa positif kehidupan sebagaimana mestinya. 

Ditengah kegelapan dari berbagai bencana yang menyapu Nusantara, pesan Natal menjadi semakin relevan dan mendalam. Natal tidak hanya tentang dekorasi yang megah atau perayaan yang riuh. 

Kelahiran Isa Al Masih yang digambarkan sebagai permulaan kehidupan baru, juga mengandung makna Harapan terhadap bagaimana kita menghadapi lembaran baru dalam kehidupan kita semua. Harapan meskipun memiliki konotasi makna yang relatif dangkal dan mudah digunakan dimana saja untuk mendorong semangat kita umat manusia, sesungguhnya tidak datang serta merta tanpa adanya keterkaitan menyeluruh manusia antar manusia. 

Pesan Natal terbagi menjadi tiga pilar utama: Kasih yang tanpa syarat, Kedamaian yang melampaui segala akal, dan Harapan menuju kesejahteraan yang hakiki. Kelahiran Sang Terang yang digambarkan sebagai permulaan kehidupan baru adalah sebuah metafora bagi kita semua untuk tidak menyerah pada keadaan. Ia mengajarkan bahwa setiap akhir yang pahit sebenarnya adalah benih bagi lembaran baru yang lebih bermakna.

Harapan, meski terkadang terdengar seperti kata yang klise dan dangkal di telinga mereka yang sedang menderita, sesungguhnya memiliki kekuatan transformatif. Harapan sejati tidak turun dari langit secara instan tanpa adanya keterlibatan kita. Ia tumbuh subur melalui rantai kepedulian antarmanusia. Saat kita bersedia mengulurkan tangan bagi mereka yang terpinggirkan dan membuka hati bagi mereka yang terluka, di sanalah makna Natal yang sesungguhnya mewujud. 

Natal adalah momentum untuk menyadari bahwa kita tidak berjalan sendirian; kita memiliki satu sama lain untuk saling menguatkan dalam melewati badai kehidupan melalui kasih dan kepedulian tanpa pamrih yang tentunya kita pupuk bersama dalam rangka menumbuhkan harapan baru yang akan menerangi jalan kita dikemudian hari. 

Sebagaimana yang dituangkan dalam bait dalam Alkitab, marilah kita sejenak bahwasannya mereka yang telah berjalan dalam kegelapan yang tandus saat ini akan melihat jalan yang lebih terang dikemudian hari sesuai janji yang disenyamkan Tuhan sebagaimana tertuang dalam Alkitab;

"Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar." (Yesaya 9:1)

Merayakan Natal bukan sekadar tentang mengenang peristiwa di masa lalu, melainkan tentang menghidupkan 'Terang' tersebut dalam tindakan nyata kita hari ini. Dengan membawa semangat kasih yang inklusif dan kepedulian yang tulus, kita tidak hanya sedang membantu sesama, tetapi juga sedang menyalakan lilin-lilin harapan untuk menerangi lembaran baru di tahun 2026. 

Semoga damai yang melampaui segala akal senantiasa menyertai langkah kita semua, mengubah setiap duka menjadi kekuatan, dan setiap tantangan menjadi jalan menuju kesejahteraan hakiki. Selamat menyongsong Hari Raya Natal dan menyambut tahun yang penuh dengan pengharapan baru bagi kita semua.

Sumber Referensi: Makna Natal: Cinta Kasih, Harapan, dan Kedamaian

(Kornelia Johana Dacosta / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432