html hit counter Mengenal Obligasi dan Sukuk, Mekanisme dan juga Perbedaan Antara Keduanya - Universitas Dian Nusantara

Mengenal Obligasi dan Sukuk, Mekanisme dan juga Perbedaan Antara Keduanya

Dilihat : 13
29 September 2026

Financial freedom serta pemerolehan cuan tambahan dengan berinvestasi tentu merupakan impian mayoritas Generasi Z saat ini. Ketika kita mendengar kata “investasi”, kita tentu langsung membayangkan keuntungan berjilid dari instrumen yang kita jajaki. Namun demikian, sebagaimana yang kita semua pahami, investasi sesungguhnya jauh dari pandangan stereotipikal “dapat hasil cepat” dan “enak sekali profit cepat”. Dalam beberapa waktu terakhir ini, iklim investasi kian mengalami gejolak global yang tentunya berimbas pada peningkatan volatilitas, atau dengan kata lain, membuat berbagai instrumen investasi tidak stabil. 

Kendati demikian, walaupun iklim investasi dunia kini dihantui oleh ketidakpastian, terdapat dua jenis instrumen dengan tingkat volatilitas rendah dan juga memiliki safety net yang sangat baik, yakni sukuk dan obligasi. Berbeda dari beberapa jenis instrumen lainnya seperti; saham, kripto, dan bahkan emas, pada dasarnya sukuk dan obligasi menawarkan hasil keuntungan yang relatif stabil. 

Pada dasarnya, kedua instrumen tersebut merupakan instrumen investasi berpendapatan tetap (fixed income), alias keuntungan yang didapatkan akan relatif stabil dan terprediksi. Keduanya bekerja dengan mekanisme pembagian surat investasi, baik dari pemerintah maupun lembaga tertentu, yang nantinya akan memberikan hasil berupa pendapatan tetap berkala sampai dengan tanggal jatuh tempo sesuai kesepakatan waktu (tenor) antarpihak. Tidak hanya itu, pada akhirnya juga dana yang ditanamkan akan kembali sesuai awal, dengan catatan dana tersebut ditarik pada saat jatuh tempo. 

Meskipun sukuk dan obligasi memiliki mekanisme kerja yang serupa secara garis besar, terdapat sejumlah perbedaan mendasar berkaitan dengan landasan hukum beserta tata kelola yang perlu kawan UNDIRA garisbawahi. 

Pertama, perlu dinotasikan bahwa keduanya memiliki prinsip dasar berbeda. Sukuk pada dasarnya mengayomi kaidah investasi syariah berbasis aset, sedangkan obligasi berlandaskan investasi konvensional berbasis utang. 

Sukuk menggunakan sebuah akad syariah berbasis surat sewa, surat bagi hasil, surat kepemilikan aset atau surat kerja sama untuk menandai sebuah investasi yang dijalankan investor. Selain diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sukuk juga senantiasa diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS), tentunya untuk menghindarkan investasi dari unsur riba. Dari segi diversifikasi atau pemasukan sektor terdaftar, sukuk dinilai sedikit lebih ketat karena membatasi keterkaitan sektor investasi yang ditetapkan sesuai arahan DPS. 

Di sisi lain, obligasi secara garis besar merupakan “kontrak utang” antara penerbit dan investor, serta obligasi tidak memiliki batasan sektor atau jenis proyek yang dituju asalkan masih berada di bawah pengawasan OJK. Alhasil, hal ini membuat obligasi dinilai lebih fleksibel daripada sukuk. Dari segi mekanisme pembagian, obligasi memiliki sistem pembagian berupa bunga (kupon) yang dibagikan seiring berjalannya tahun tenor investor.

Contoh, kawan UNDIRA menempatkan dana sebesar (x) Rupiah pada lembaga tertentu sebagai instrumen obligasi, dengan tenor waktu selama 3 tahun dan bunga kupon yang didapatkan sebesar 7% per tahun. Maka dalam kurun waktu 3 tahun tersebut, kawan UNDIRA akan menerima 7% dari hasil penempatan dana selama 3 tahun dan pada akhir tenor uang akan dikembalikan sepenuhnya. Obligasi pun memiliki dua tipe lagi, kawan UNDIRA. Ada obligasi yang diterbitkan pemerintah dalam bentuk Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan juga dalam bentuk Obligasi Korporasi. 

Pemahaman akan instrumen investasi sekaligus tingkat volatilitasnya merupakan langkah strategis bagi generasi muda saat ini. Di tengah ketegangan geopolitik, memahami dan menitikberatkan investasi yang tepat mampu membantu kawan UNDIRA selangkah lebih maju menuju financial freedom. Melalui Program Studi Manajemen. Salah satu mata kuliahnya berfokus pada analisis pasar modal dan investasi secara menyeluruh, mulai dari karakteristik berbagai instrumen dan mekanisme perdagangannya hingga cara membaca kondisi pasar di tengah ketidakpastian global.

Jika kawan UNDIRA ingin berinvestasi lebih bijak tanpa sekadar ikut tren, atau bercita-cita menjadi analis keuangan dan investor yang andal, yuk bergabung dan kembangkan kompetensimu bersama Program Studi Manajemen UNDIRA. Financial freedom bukan tentang untung cepat, melainkan tentang ilmu yang matang, dan perjalanan itu bisa dimulai dari bangku kuliah hari ini! 

Sumber Referensi:

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Kranggan

Jln. Raya Kranggan, No.6,

Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432