Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian: Bersama Kita Bangun Negara Sustainable
Sudah sekitar 8 dekade semenjak Pancasila dicanangkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Bapak Ir. Soekarno, pada tanggal 1 Juni 1945 lalu dalam sidang BPUPKI. Meskipun demikian, keberadaan Pancasila sebagai ‘Philosophische Grondslag’ tetap berlanjut dalam jiwa bangsa Indonesia hingga saat ini.
Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2026 mendatang, kita sekali lagi diingatkan bahwa keberadaan Pancasila nyatanya bukanlah hanya simbol belaka, melainkan pedoman untuk menjaga resiliensi dan mendorong pembangunan menuju sustainability.
Di tengah arus perubahan global dan geopolitik yang semakin mengguncang keyakinan, kehadiran Pancasila bagi bangsa Indonesia bukanlah lagi warisan semata, tetapi kian menyajikan jawaban yang mampu mengarahkan kita semua menuju masa depan berkelanjutan (sustainable).
Melalui salah satu semboyan yang dimuat dalam Pancasila, yakni ‘Bhineka Tunggal Ika’, terdapat kekuatan yang mampu memperkokoh bangsa Indonesia melawan ancaman baik dari luar maupun dari dalam yang berpotensi meruntuhkan persatuan. Di sinilah Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk mendiskriminasi, tetapi gerbang untuk saling memperkaya dan menguatkan.
Kendati demikian, menguatkan tidaklah selalu berpandang pada tenaga atau kuasa, melainkan melalui hal sederhana yang akan berhilir menjadi pencapaian lebih besar. Sebagai salah satu negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia, sebanyak 287 juta jiwa, dan menempati posisi ke-4 di dunia, Indonesia memiliki potensi besar yang menjadikannya lokomotif pembangunan negara yang sustainable dengan prospek terbesar di Asia.
Tapi potensi sebesar itu tidak akan berjalan sendiri. Ada satu hal yang jadi kuncinya, dan itu adalah pendidikan. Selain berperan dalam meningkatkan literasi dan minat inovasi, keberadaan pendidikan juga tentunya berperan dalam mengembangkan karakter yang lantas akan memerangi dekadensi moral sekaligus memupuk kepedulian terhadap kemajuan bangsa dalam jangka panjang.
Terakhir, menyemarakan sustainabilitas untuk menyatukan bangsa juga harus memperhatikan pertumbuhan ekonomi agar tercapainya keragaman sosial. Hal ini guna mencanangkan bahwasanya kita tidak mewariskan beban hidup kepada generasi mendatang, melainkan menyediakan ekosistem inklusif.
Memperingati Hari Lahir Pancasila bukan ritual seremonial semata. Ia adalah undangan untuk berhenti sejenak, merenungkan seberapa jauh kita telah menghayati nilai-nilai Pancasila dan menggunakannya dalam kebijakan, perilaku, dan pilihan-pilihan nyata berdampak bagi bangsa dan negara.
Di hari yang bersejarah ini, mari kita renew our vows — memperbarui janji setia kepada nilai-nilai luhur yang para pendiri bangsa percayakan kepada kita. Bukan dengan orasi yang menggelegar, tapi dengan tindakan nyata: memperlakukan sesama dengan adil, menjaga bumi yang kita pinjam dari anak cucu, dan memastikan tidak ada satu pun warga bangsa yang merasa ditinggalkan oleh negaranya sendiri.
Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Tekad Membangun Indonesia yang Lestari.
Sumber Referensi:
Hari Lahir Pancasila 2026, Ini Tema dan Maknanya - RRI
Population of Indonesia - Investment Indonesia
(Sekar Ayu / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432