html hit counter Mengintip Kekuatan Tersembunyi Konstruksi: Mahasiswa UNDIRA Analisis Kolom Rumah Menggunakan Teknik UPV - Universitas Dian Nusantara

Mengintip Kekuatan Tersembunyi Konstruksi: Mahasiswa UNDIRA Analisis Kolom Rumah Menggunakan Teknik UPV

Dilihat : 75
08 April 2026

Tempat tinggal atau hunian merupakan kebutuhan primer semua manusia. Tidak hanya hunian menawarkan tempat untuk beristirahat, tetapi juga memberikan ruang berlindung bagi manusia dari ancaman seperti hujan, sinar matahari, dan lain-lain. 

Maka dari itu, dalam konstruksi bangunan kita perlu memperhatikan dengan baik tidak hanya estetik, tetapi juga ketahanan jangka panjang bangunan tersebut.

Sebagai salah satu material komposit yang kerap dijumpai di berbagai proyek bangunan, beton menawarkan kekuatan dan daya tahan tekanan yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat tercapai karena pada dasarnya beton terbuat dari campuran semen, air, beserta campuran bahan dasar alami seperti pasir dan kerikil. Komposisi tersebut, membuat beton memiliki daya ikat yang cukup kuat sehingga secara teoritis mampu menahan sekaligus mendistribusikan beban bangunan dengan merata. 

Kendati demikian, beton tidak luput dari kelemahan. Beberapa notasi yang perlu diperhatikan dalam konstruksi berbasis beton adalah, pengeroposan atau ketidakstabilan integritas bangunan yang disebabkan oleh kelalaian pengecoran. Lantas, kualitas dan kesalahan kinerja mampu menurunkan kualitas beton existing. 

Mengacu pada hal tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) mengadopsi metode evaluasi beton eksisting berbasis Non-Destructive Testing (NDT), dengan teknik Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) pada salah satu proyek residensial berbasis beton bertulang di Jl. Martimbang, Jakarta Selatan.

Berbeda dengan teknik destruktif seperti Tensile Split, penerapan teknik UPV sendiri dinilai efektif dan efisien dikarenakan evaluasi dapat dilakukan tanpa harus merusak struktur eksisting, lantas tidak hanya mahasiswa dapat menghemat waktu, tetapi juga tidak menimbulkan limbah maupun biaya tambahan material pasca-uji. 

UPV bekerja dengan prinsip perambatan gelombang pada beton eksisting atau material lainnya melalui perangkat PUNDIT (Portable Unit Non-Destructive Indicator Tester). Pertama, transducer yang akan mengirimkan gelombang ultrasonik berfrekuensi 24–150 kHz dengan bantuan gel perantara (couplant), lalu receiver akan mampu mencatat waktu tempuh gelombang yang telah dipancarkan. Melalui cara ini, mahasiswa mampu mengevaluasi tingkat homogenitas, kepadatan, dan juga integritas struktur internal beton tanpa harus membongkar bangunan secara keseluruhan.

Menurut kaidah standar ASTM C597-16 dan IS 13311 terkait pedoman kualitas material, semakin tinggi kecepatan gelombang yang tercatat, semakin bagus kualitas beserta kepadatan beton existing.

Studi lapangan lantas dilakukan pada 35 titik kolom basement bangunan, dengan luas tanah 2800 m². Mahasiswa kemudian melandaskan pengumpulan data berdasarkan sistem penilaian pulse velocity atau kecepatan rambat, dengan indeks >4500 m/s merupakan beton bernilai excellent, 3500 s.d. 4500 m/s bernilai good, 3000 s.d. 3500 m/s bernilai average, dan <3500 m/s bernilai doubtful atau mencerminkan adanya kegagalan struktur beton. 

Melalui data uji UPV dari 35 kolom basement, didapatkan nilai rerata sebesar 3387,56 m/s  dan tertinggi berada pada angka 3350 m/s dengan standar deviasi yang terbilang tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa proyek residensial di Jl. Martimbang memiliki mutu beton berskala cukup baik dengan tingkat homogenitas beton eksisting yang baik. Namun, evaluasi juga menunjukkan sejumlah kecil sampel memiliki valuasi 3296 s.d. 3310 m/s, yang berarti terdapat kecacatan beton dikarenakan entah kesalahan pengecoran atau rongga kosong (void).

Penerapan metode Non-Destructive Testing dengan teknik Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) terbukti menjadi pendekatan yang efektif untuk mengevaluasi kualitas beton. Penelitian ini menegaskan bahwa UPV mampu memberikan gambaran kondisi internal beton secara komprehensif tanpa merusak integritas struktur, menjadikannya metode yang andal. Dengan demikian, hasil dari UPV sangat mendukung proses pengambilan keputusan teknis yang tepat di lapangan.

Keterlibatan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UNDIRA dalam riset ini mencerminkan peran aktif generasi akademisi dalam menjawab tantangan nyata di dunia konstruksi. Ke depan, mahasiswa berharap adanya pengembangan penelitian tambahan menggunakan instrumen Rebound Hammer sehingga analisis terhadap tingkat deformasi beton dapat dilakukan untuk melengkapi riset kepadatan beton eksisting yang telah ada.

Sumber Referensi:

Amarta, Aditya Dwi. 2026. Analisis Mutu Beton Kolom Struktur Bangunan Rumah Tinggal dengan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV). Jakarta: Universitas Dian Nusantara.

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432