html hit counter Mengenal Red Herring dan Strawman, Apa itu dan Tujuan Penggunaanya? - Universitas Dian Nusantara

Mengenal Red Herring dan Strawman, Apa itu dan Tujuan Penggunaanya?

Dilihat : 25
11 Maret 2026

Dalam ruang diskusi publik maupun akademik, tentunya kita berkesempatan untuk menyampaikan ide, berkomunikasi, serta berargumen untuk mencapai kesepakatan tertentu. Namun, dalam fase penyampaian terkadang kita tidak hanya menggunakan kekuatan data, tetapi juga logika dengan harapan dapat membentuk penalaran yang dapat diterima pihak lain.

Namun ketika kita menggunakan logika, ada kalanya sisi emosional kita akan muncul dan membuat penyampaian pendapat terkesan kurang valid dan bahkan menyimpang - inilah yang disebut logical fallacy atau kesalahan logika.

Umumnya kesalahan logika ketika kita mengkomunikasikan pendapat sering terjadi secara unintentional atau tidak disengaja, baik dikarenakan oleh kekurangan informasi atau bias, namun di sisi lain kesalahan logika dapat digunakan sebagai langkah strategis untuk memenangkan argumen melalui bukti tidak valid dengan sengaja, pemutarbalikan fakta maupun pengalihan topik.

Beberapa dari kita mungkin pernah mendengar istilah red herring. Dalam konteks ini, Red herring bukan merujuk pada penamaan spesies ikan, melainkan sebuah taktik komunikasi menggunakan logical fallacy. Red herring pada dasarnya merupakan strategi pengalihan fokus dari isu utama yang sedang diperbincangkan atau menghindar dari suatu topik. 

Singkatnya, red herring mengaburkan fokus melalui sisipan informasi yang tidak relevan atau dengan minimal konteks. Contoh Red Herring dapat ditemui sehari hari ialah; “dukungan terhadap sektor UMKM memang dapat memajukan bangsa, namun apakah kamu tau tentang kondisi IHSG saat ini?

Di sisi lain, terdapat salah satu logical fallacy lainnya yang sering dibicarakan, yakni Strawman. Meskipun keduanya merupakan variasi dari kesalahan logika, namun Strawman berfokus pada pembelokan total atau pemelintiran argumen maupun niatan komunikasi lawan bicara dengan konklusi yang cenderung menggambarkan kekeliruan pemahaman.

Singkatnya, dalam Strawman argumen dapat dipatahkan dengan lompatan ke kesimpulan melalui sisipan pemahaman subjektif pribadi - sebagai contoh; 

A: AI dan programming berpotensi mampu menggantikan kita -

B: Jadi menurut kau, kita harus menurunkan pengembangan AI dan melarang penggunaan AI secara absolute?!

Pada contoh tersebut, meskipun komunikasi A tidak menggambarkan adanya niat untuk melarang penggunaan AI secara total, namun B memutarbalikan fakta secara subjektif demi menciptakan narasi wacana seakan-akan AI adalah ancaman malapetaka. Strawman dapat cenderung terjadi karena ketergesaan dalam menarik kesimpulan dan faktor emosional.

Kesalahan berpikir secara masif dapat menurunkan persepsi publik sekaligus digunakan untuk menggiring opini ke arah yang sesuai dengan kemauan orator. Melalui studi kasus singkat ini, maka it is safe to say bahwa komunikasi merupakan median pendukung pikiran yang kuat dalam menggiring persepsi. 

Meskipun keduanya terdengar efektif untuk digunakan dalam argumen maupun berkomunikasi, sebagai akademisi, kita harus mampu memformulasikan komunikasi dan argumen yang dapat dipertanggungjawabkan dan memiliki validitas teruji. Hal ini tidak hanya melambangkan integritas, tetapi juga visioner dalam berkomunikasi.

Melalui pendekatan akademik yang terdapat di Program Studi Ilmu Komunikasi di UNDIRA, mahasiswa turut dibekali dengan kajian teori komunikasi, analisis media, serta penguatan kemampuan critical thinking, serta kompetensi untuk menyusun argumen yang dapat dipertanggungjawabkan, memahami dinamika opini publik, serta mengidentifikasi berbagai bentuk logical fallacy seperti red herring maupun strawman dalam praktik komunikasi sehari-hari. 

Dengan demikian, lulusan tidak hanya mampu menyampaikan gagasan secara persuasif dan strategis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas intelektual dalam setiap proses komunikasi yang mereka lakukan di ranah profesional maupun publik.

Sumber Referensi:

Logical Fallacy Adalah: Mengenal Pengertian, Jenis, dan Contohnya - Gramedia

Kekeliruan Ikan Herring Merah: Kesalahan yang Kita Temui Setiap Hari - MindTheGraph

Berbagai Macam Sesat Pikir (Logical Fallacy) - Ruang Guru

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432