html hit counter Memaknai Isra Mikraj: Lebih dari Sekadar Perjalanan, Momen Penguatan Karakter dan Iman - Universitas Dian Nusantara

Memaknai Isra Mikraj: Lebih dari Sekadar Perjalanan, Momen Penguatan Karakter dan Iman

Dilihat : 196
15 Januari 2026

Menyambut 27 Rajab, umat Islam kembali memperingati Isra Mi'raj, sebuah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsa. Peristiwa ini bukan hanya bukti nyata kekuasaan Allah SWT, tetapi juga momen bersejarah yang diperintahkan untuk mendekatkan Rasulullah dengan umatnya melalui syiar keimanan.

Namun sesungguhnya, disamping sejarahnya yang menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dengan Malaikat Jibril yang menemani beliau sepanjang perjalanan, Isra Mi'raj juga merupakan bukti nyata bahwa perjalanan sesungguhnya lebih dari sekedar poin A menuju poin B. 

Makna mendalam dari sebuah perjalanan ini juga tergambar jelas dalam kisah Isra Mi'raj. Saat itu, Nabi Muhammad SAW menemui berbagai peristiwa luar biasa mulai dari pemandangan yang indah hingga yang memilukan sebagai peringatan dan pelajaran bagi kita semua.

Dalam perjalanan menuju Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan gambaran nyata Neraka beserta para penghuninya. Beliau menyaksikan langsung balasan bagi perbuatan dosa yang dilakukan semasa di dunia, seperti zina, riba, dan perilaku zalim. Pemandangan memilukan ini tentu membuat hati beliau sangat bersedih. 

Selain itu, Nabi juga menghadapi rintangan lain berupa gangguan dari kaum Quraisy dan bahkan salah satu Jin bernama Ifrit pernah mencoba mengancam dan menghalangi perjalanan beliau dengan membawa obor api. 

Hanya dengan doa yang diajarkan Malaikat Jibril untuk memadamkan obornya sekaligus mengusirnya, Nabi Muhammad SAW dapat selamat dari gangguan jin Ifrit. 

Tidak hanya kesedihan yang diperlihatkan, Nabi Muhammad SAW juga diajak menyaksikan kemegahan ciptaan Allah yang menenteramkan jiwa. Perjalanan ini semakin bermakna ketika beliau bertemu dengan para Nabi terdahulu. Di sinilah terjadi momen saling berbagi hikmah, khususnya saat Nabi Musa AS memberikan pandangan realistis mengenai kemampuan manusia. Meski demikian, Nabi Muhammad SAW tetap mempercayai bahwa masa depan dan umat manusia sudah merupakan kehendak Allah SWT. 

Menjelang akhir perjalanan Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan keindahan Surga yang dijanjikan bagi hamba-hamba yang beramal saleh dan senantiasa hidup dalam rasa syukur. Pemandangan penuh nikmat ini tentu membawa kebahagiaan dan ketenangan mendalam bagi beliau. 

Puncaknya, perjalanan berlanjut hingga ke Sidratul Muntaha, sebuah tempat tertinggi yang belum pernah dicapai oleh makhluk mana pun selain beliau. Di sanalah Nabi Muhammad SAW merasakan pengalaman spiritual agung yang kian mengokohkan kemuliaan akhlak beliau sebagai 'kompas' penunjuk arah bagi umat Islam hingga akhir zaman. 

Menjelang akhir perjalanan, kesedihan beliau terbasuh sepenuhnya saat diperlihatkan keindahan Surga balasan abadi bagi mereka yang beramal saleh dan hidup penuh rasa syukur.

Melalui sebuah perjalanan, kita belajar memahami rasa suka dan duka melalui perjalanan Nabi Muhammad SAW selama Isra Mi'raj. Meski perjalanan hidup kita tidak selalu menemui hal yang menyenangkan, semua pengalaman baik buruk maupun indah adalah guru terbaik yang diharapkan akan mendekatkan silaturahmi sesama, sang pencipta dan menemukan jawaban pada akhir perjalanan sebagai manusia berakhlak baik. 

Sumber Referensi: 

Kisah Rasulullah yang Diperlihatkan Neraka saat Isra Mi'raj

Peristiwa Isra’ Mi’raj: Rasulullah Melihat Sungai-Sungai Surga

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432