html hit counter Penayangan AI Film “Diponegoro Hero” oleh USKY: Mahasiswa Prodi Manajemen UNDIRA Dapatkan Pemahaman Terkait AI Film Production - Universitas Dian Nusantara

Penayangan AI Film “Diponegoro Hero” oleh USKY: Mahasiswa Prodi Manajemen UNDIRA Dapatkan Pemahaman Terkait AI Film Production

Dilihat : 36
12 Januari 2026

Senin, 12 Januari 2026 - Industri entertainment adalah sektor abadi yang menawarkan pelepasan rutinitas sekaligus ruang berekspresi. Di ranah ini, film menjadi primadona; paduan audio-visual dan karakter relatable-nya mampu meninggalkan kesan mendalam yang melampaui sekadar hiburan semata.

Ditengah peningkatan emansipasi industri perfilman, kini teknologi-pun kian berjalan beriringan dengannya sekaligus memberikan dukungan seperti; aksesibilitas editing, sound mixing dan lain-lain. VEO 3, Google Video, Sora, Runway dan Higgsfield merupakan beberapa contoh dari software yang sekarang menjadi lirikan berbagai pengguna AI, terutama dalam Film Production. 

Mengacu pada prospek AI dalam meningkatkan sekaligus menawarkan alternatif pada industri perfilman, maka pada hari Sabtu, 11 Januari 2026 Program Studi Manajemen Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) turut mengundang salah satu perusahaan teknologi dan digital entertainment, USKY dengan fokus pemanfaatan ekosistem AI dalam pembuatan konten, terutama perfilman. 

Bapak Rahmat, S.Pdl., M.M., selaku Sekretaris Program Studi Manajemen Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) mengungkapkan bahwa pemutaran sekaligus workshop terkait penerapan AI dalam industri kreatif saat ini sangatlah dibutuhkan. Hal serupa juga dirasakan oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, bapak Anton Kurniawan, S.Pd., M.M., dimana beliau mengatakan bahwa acara workshop ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi 200 mahasiswa UNDIRA yang mewarnai kegiatan tersebut.

Sebagaimana yang kita semua pahami, kini industri perfilman sudah mengalami disrupsi melalui keberadaan AI. AI kini bukan hanya tools yang menawarkan hiburan, namun juga merupakan aset atau investasi yang harus dikuasai untuk mensupport kegiatan - terutama bagi kalian para mahasiswa.” ujar beliau.

Menambahkan sentimen yang diungkapkan bapak Rahmat, narasumber sekaligus CMO USKY, bapak Roby Busri, Industri Film saat ini telah terdampak oleh disrupsi AI, namun hal tersebut bukanlah sebuah hambatan melainkan peluang untuk kita semua. 

AI kini bukan sekedar trend saja, melainkan memberikan insight baru terhadap dunia kreatif dan inovasi, hal inilah yang menjadi dasar berdirinya USKY sebagai salah satu platform OTT Streaming Film berbasis AI yang telah memiliki lebih dari 300.000 kreator di seluruh dunia dan memiliki sekitar 200.000 line-up film.” ujar beliau 

Puncak acara AI Film Day ditandai dengan penayangan Film AI Generated berjudul “Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa” yang mengisahkan awal mula terjadinya Perang jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro. Mahasiswa Prodi Manajemen turut antusias dengan pembawaan karakter sekaligus pembuatan alur sekaligus environment setting yang memukau, meski merupakan AI Generated Content.

1

Usai penayangan film tersebut, beberapa pertanyaan seperti kesulitan, peluang sekaligus moralitas yang terdapat pada penggunaan AI di dunia kreatif-pun turut disampaikan oleh beberapa perwakilan mahasiswa melalui forum Focused Group DIscussion (FGD) sekaligus Workshop Segment yang dipimpin oleh bapak Sukmana, selaku Creator Lead USKY. 

Bapak Sukmana menyampaikan bahwa meskipun AI mampu mempermudah serta menjadi solusi tercepat, namun AI tidaklah mampu menggantikan manusia secara utuh. Beliau menyampaikan bahwa selama pembuatan film menggunakan AI ada beberapa aspek yang wajib diperhatikan. 

Kemampuan AI hanyalah sebatas mentranslasikan apa yang kita inginkan, dan dalam industri perfilman selain memasukan prompt - kita juga harus pandai menggali sekaligus membaca emosi, aksi dan latar yang sesuai dalam sebuah momen. Sebenarnya ini semua secara teori terkesan mudah, namun untuk film seperti Diponegoro Hero yang telah ditayangkan kami melalui beberapa revisi untuk memastikan ekspresi serta pembawaan karakter tidak kaku dan senatural mungkin untuk para penonton.” ujar beliau.

Usai segmen FGD dan workshop, USKY-pun membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut serta menyusun short film mereka sendiri secara langsung sebagai bentuk live demo. Beberapa perwakilan mahasiswa Program Studi Manajemen UNDIRA-pun langsung turut serta menuangkan ide mereka menggunakan Google Workspace yang digunakan sebagai media penyimpanan aset gambar dan Google AI Studio sebagai platform video prompting. 

Antusiasme mahasiswa dalam meramu karya pendek secara langsung melalui Google AI Studio menjadi bukti nyata bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman yang akan mematikan kreativitas, melainkan sebuah platform luar biasa yang membuka peluang tanpa batas bagi berbagai industri. Pada akhirnya, masa depan industri kreatif tidak berbicara tentang manusia melawan mesin, melainkan harmoni antara rasa manusia dan kecanggihan teknologi untuk melahirkan karya yang fenomenal serta bermanfaat.

1

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432