Silaturahmi, Halal Bihalal dan Syukuran Milad NBO ke - 4

NBO merupakan sebuah komunitas Ngaji Bareng Online yang ada sejak 12 April 2020 dan diprakarsai oleh Dr. Ir. Muhammad Hasanuddin Thoyieb, MM semasa pandemi Covid-19. Sebelumnya komunitas mengaji ini dilakukan secara luring di Masjid Al-Hidayah Bintaro Sektor II, namun dikarenakan pandemi COVID-19 telah memaksa kita untuk membatasi kegiatan di luar ruangan dan berkumpul secara fisik demi melindungi kesehatan dan keselamatan kita sendiri serta orang lain, maka diselenggarakan komunitas mengaji dalam format yang berbeda, yaitu Ngaji Bareng Online.

Hingga saat ini komunitas Ngaji Bareng Online (NBO) berusia 4 tahun, dan dalam rangka memperingati milad NBO yang ke-4 diselenggarakan silaturahmi secara hybrid di Universitas Dian Nusantara pada tanggal 5 Mei 2024 sekaligus melaksanakan Halal Bihalal 1 Syawal 1445 H.

Sejak tanggal 12 April 2020 hingga saat ini, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah anggota komunitas Ngaji Bareng Online, yang kini telah berhasil menarik lebih dari 1.000 jamaah. Banyaknya jumlah tamu yang antusias terhadap acara milad NBO tersebut tidak hanya sebatas kaum muda dan dewasa saja, namun semangat kedatangan dan antusiasme dapat juga terlihat dari para tamu lanjut usia.

Keheningan dan fokus pada doa atau ibadah bersama-sama dapat memberikan ketenangan batin bagi setiap individu yang hadir, mengurangi stres, dan memberikan perasaan kedamaian. Selain itu, acara silaturahmi melibatkan aktivitas-aktivitas yang memperkuat rasa kebersamaan, seperti ceramah agama, dzikir, atau kegiatan sosial yang dilakukan bersama.

Dengan adanya kegiatan silaturahmi ini secara langsung memebri kesempatan bagi para tamu untuk berinteraksi sosial selama acara NBO yang memungkinkan pertukaran pengalaman spiritual, mendukung satu sama lain, dan memperkuat ikatan emosional. Kesempatan untuk berkomunikasi dan bekerja sama dalam lingkungan yang penuh dengan nilai-nilai keagamaan ini menciptakan rasa saling pengertian dan empati yang mendalam.

1

Dalam pembawaan kesan dan pesan acara dari Rektor Universitas Dian Nusantara yakni Profesor Suharyadi dan ketua NBO yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Dr. Muhammad Hasanuddin Thoyieb, M.M., dari kedua pesan pembuka yang dibawakan dapat diambil garis besar bahwa meningkatkan kualitas kehidupan merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi nikmat yang telah Allah SWT berikan. Kehidupan harus dipandang sebagai visi jangka panjang di mana setiap tindakan dan isi hati kita menjadi tanggung jawab perseorangan hingga akhir hayat. Beliau juga menyampaikan harapannya pada acara Silaturahmi, Halal Bihalal, dan Syukuran Milad ke-4 NBO ini semoga dapat membawa berkahan bagi semua peserta yang hadir.

Sejalan dengan pesan rektor, diharapkan acara Ngaji Bareng Online ini dapat meninggalkan kesan positif dan memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh peserta. Setelah sambutan dari Profesor Suharyadi, Dr. Muhammad Hasanuddin Thoyieb, M.M., pendiri Ngaji Bareng Online yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III UNDIRA dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa poin penting terkait kesempatan kita untuk terus menjalin silaturahmi pasca Ramadhan melalui acara-acara seperti ini.

Melalui lensa kehidupan, dapat dilihat bahwa manusia sebagai mahluk sosial yang menjalani berbagai dinamika kehidupan harus selalu mengingat Allah dalam berbagai perjalanan hidupnya. semua langkah yang kita ambil tidak boleh berdasarkan hati yang tidak tulus serta sebagai mahluk sosial diharapkan melandasi ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Quran, sebagai kitab suci, menjadi sumber utama petunjuk hidup yang memuat ajaran-ajaran fundamental mengenai etika, hukum, dan moralitas. Ketertarikan untuk mempelajari Al-Quran sering kali bermula dari keinginan mendalam untuk memahami ajaran Islam secara lebih komprehensif, mendekatkan diri kepada Allah, dan memperoleh petunjuk dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Al-Quran tidak hanya mencakup penguasaan bacaan dan hafalan, tetapi juga memahami tafsir dan konteks historisnya, yang memberikan wawasan lebih mendalam tentang nilai-nilai yang diajarkan.

Melalui konsep pandangan silaturahmi, bahwa hal tersebut tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai sarana penyebaran ilmu dan nilai-nilai Islam, karena melalui interaksi dan komunikasi yang baik, ajaran-ajaran Al-Quran dapat disampaikan dan dipahami dengan lebih efektif.

Dengan pembelajaran Al-Quran, umat Muslim diajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, baik dengan keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas. Silaturahmi tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai sarana penyebaran ilmu dan nilai-nilai Islam, karena melalui interaksi dan komunikasi yang baik, ajaran-ajaran Al-Quran dapat disampaikan dan dipahami dengan lebih efektif.

2

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, telah hadir juga Prof. Komarudin Hidayat yang menyampaikan Tausiyah menyampaikan beberapa konsep mengenai Halal Bihalal dan Silaturahmi adalah bagian dari semangat Ramadhan, dalam arti bahwa hati kecil manusia pada dasarnya dipenuhi kebaikan dan sudah menjadi kewajiban kita untuk kian memelihara kebaikan yang kita lakukan. Semua hal yang dilakukan alangkah indahnya dimulai dengan keikhlasan dan sebuah langkah dalam memperbaiki diri dalam konteks pribadi dan bersosial.

Prof. Komarudin Hidayat menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kerendahan hati dan peningkatan diri baik secara pribadi maupun sosial - menggarisbawahi indahnya memulai tindakan dengan ketulusan. Lebih lanjut, ia merujuk pada Surat Ar-Rahman ayat 55 yang menyatakan “fabiayyi ala irobbikuma tukadziban”, yang diterjemahkan sebagai pengakuan atas nikmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia dan jin. Hal ini menggarisbawahi pentingnya mengungkapkan rasa syukur atas karunia ilahi ini.

Beliau pun menguraikan bahwa ibadah terdiri dari berbagai aspek penting: Aqidah, ritus agama, unsur budaya, serta dimensi sosial. Beliau menekankan bahwa integrasi aspek budaya dengan elemen-elemen lain dalam kehidupan beragama dapat membawa harmoni dan kebahagiaan. Sebagai ilustrasi, beliau mengambil contoh negara-negara Barat yang memiliki indeks kebahagiaan; suatu ukuran yang mencerminkan tingkat kepuasan masyarakat atas komunalitas yang mereka rasakan.

Hal tersebut juga merujuk kembali pada Surah Ar-Rahman ayat 55, menjelaskan bagaimana manusia harus menghargai segala nikmat dalam kehidupannya sambil menjalani pencarian makna di balik tujuan duniawi seperti harta dan jabatan. Mengakhiri tausiyahnya, beliau menyampaikan pemikiran bahwa semua aspek hidup memiliki keindahan tersendiri. Cara kita mengapresiasi dan memandang keindahan tersebut secara substansial akan menentukan persepsi kita terhadap karunia Allah SWT bagi setiap individu.

3

Pada akhir acara NBO, semua hadirin menikmati sajian hidangan yang tersedia serta adanya sesi foto bersama antara semua tamu hadirin dengan pihak UNDIRA sebagai penyelenggara acara. Diharapkan kegiatan NBO tetap serta akan terus menjadi wadah kebersamaan dan simbol solidaritas antar para hadirin dari berbagai penjuru baik melalui media offline ataupun online.


(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

[email protected]

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial

www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432