Mengenal Forex Trading: Karakteristik Pasar, Volatilitas, dan Risiko Leverage
Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwasanya setiap bentuk investasi tentunya memiliki wujud dan juga tingkat volatilitas yang berbeda-beda. Salah satu di antara instrumen investasi yang kini mendapat banyak pandangan ialah foreign exchange atau lebih dikenal dengan sebutan forex.
Ketika mendengar istilah forex yang memiliki elemen yang berkaitan dengan mata uang asing, pemikiran merujuk pada transaksi mata uang asing seperti yang dapat dijumpai di money changer atau di perbankan. Namun, forex (dalam pembahasan ini, forex trading) pada dasarnya memiliki kemiripan yang hampir sama dengan investasi saham pada umumnya, yakni berpusat pada konsep jual beli demi mendapatkan capital gain.
Pada saat kita melakukan forex trading, kita dapat memanfaatkan broker seperti MetaTrader, untuk melakukan transaksi secara digital. Transaksi yang dapat dilakukan di forex pun dapat dijumpai dalam bentuk pasangan mata uang atau forex pairs, seperti: AUUSD, JPYUSD, GBPUSD. Meskipun memiliki mekanisme kinerja serupa dengan saham, terdapat sejumlah perbedaan yang harus diperhatikan kembali ketika kawan UNDIRA ingin mendalami dunia forex trading.
Pertama, menurut data transaksi pada bulan April 2025 dari Bank for International Settlements (BIS), rata-rata turnover forex mencapai sekitar US$9,6 triliun per hari. Besarnya transaksi tersebut menunjukkan bahwa posisi forex di pasar global menjadi salah satu sentra pergerakan keuangan global. Nah, karena penempatan posisinya yang berat ini juga, jika terjadi perubahan pada stabilitas pasangan mata uang, periode pengamatan, kondisi likuiditas, suku bunga bank sentral, inflasi, data ketenagakerjaan dunia, serta kinerja saham individual yang mampu mengubah kinerja industri dan perusahaan, serta perkembangan ekonomi dan geopolitik, maka secara otomatis akan terjadi pergerakan nilai tukar secara signifikan.
Kedua, forex trading juga dikenal dengan jam operasionalnya yang sangat menuntut atensi. Berbeda dengan pasar saham yang dibatasi oleh jam bursa, forex trading berlangsung selama 24 jam sehari nonstop, selama 5 hari. Hal ini dimungkinkan karena pasar forex tidak terpusat pada satu bursa, melainkan berjalan melalui jaringan bank, lembaga keuangan, dan broker di seluruh dunia. Perdagangan bergulir mengikuti empat sesi utama, yaitu Sydney, Tokyo, London, dan New York, yang sebagian waktunya saling tumpang tindih. Hal ini juga membuat keadaan forex trade cenderung lebih sulit diprediksi oleh banyak orang yang tidak memiliki waktu untuk memantau akun forex trade mereka.
Hal terakhir yang perlu dicatat pada forex trading adalah leverage-nya yang lumayan besar. Sebagai konteks, leverage sendiri pada dasarnya merupakan strategi pemakaian dana broker untuk memperbesar kapasitas belanja aset, atau singkatnya, dana ekstra yang dapat digunakan dalam trading agar investor dapat melakukan transaksi lebih besar (dengan harapan dapat memperoleh imbal hasil lebih besar dari modal besar tersebut).
Salah satu risiko terbesar dalam forex trading adalah rasio leverage yang relatif tinggi, jauh di atas instrumen pasar saham yang umumnya berada di kisaran 1:2 hingga 1:4. Dalam forex trading, rasio 1:100 hingga 1:500 bukanlah hal yang langka. Artinya, dengan margin (modal jaminan) sebesar 1 dolar, seorang trader dapat membuka posisi pembelian forex senilai 100 hingga 500 dolar. Meski menggiurkan, leverage bekerja dua arah: melipatgandakan keuntungan, tetapi juga dapat memberi kerugian signifikan.
Lantas, meskipun dapat menjadi peluang untuk mencetak capital gain besar, level likuiditas yang sangat dinamis di ekosistem forex trading bukanlah tempat yang relatif friendly bagi sejumlah investor baru yang baru belajar atau mendalami dunia investasi.
Bagi kawan UNDIRA yang ingin menekuni dan memahami dunia investasi secara terstruktur, mulailah langkah pertama bersama Program Studi Manajemen Universitas Dian Nusantara, tempat Anda dapat membangun fondasi ilmu keuangan dan bisnis untuk mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan bertanggung jawab.
Sumber Referensi:
Apakah Investasi Mata Uang Asing Masih Menguntungkan? Simak Kelebihan dan Risikonya! - Sinarmas Bank
Global FX trading hits $9.6 trillion per day in April 2025 and OTC interest rate derivatives surge to $7.9 trillion: Triennial Survey - Bank for International Settlements (BIS)
Apa Itu Trading Forex dan Risikonya dalam Investasi - Bank CIMB Niaga
Mengenal Investasi Saham, Forex, Crypto, dan Futures - Mandiri Sekuritas
Apa itu leverage dan bagaimana cara kerjanya? Jenis, Rumus, dan Risiko - Pluang
(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Perjuangan Dalam Dunia Akademis: Kewajiban dan Jiwa Seorang Mahasiswa
Read more
Dari Perancangan, Pemanfaatan Material, hingga Manufaktur Perangkat: Berikut 5 Prospek Karir Teknik Mesin yang Wajib Diketahui
Read more
Peresmian Laboratorium Ilmu Komunikasi dan Live Streaming Talkshow Perdana
Read more
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Kranggan
Jln. Raya Kranggan, No.6,
Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432