Cookies dan Personalisasi Digital: Bagaimana Website Mengenali Penggunanya dan Apa Saja Jenisnya?
Ketika kawan UNDIRA menjelajahi berbagai website, tentunya kalian akan menemukan laman yang menyertakan “Website kami menggunakan cookie untuk mengelola dan mencari informasi sesuai dengan selera Anda”. Nah, apa sebenarnya cookies dan apakah fungsinya dalam pengelolaan sebuah website?, Mari kita telusuri bersama, kawan UNDIRA.
Pada dasarnya, cookie merupakan arsip yang berisikan kumpulan data kecil agar website atau aplikasi dapat mengingat, melacak dan mempelajari informasi sekaligus selera pengguna. Hal ini lantas mampu meningkatkan pengalaman para pengguna dalam sebuah aplikasi maupun website tertentu.
Cookie bekerja ketika kita mengunjungi sebuah situs web melalui browser. Pada tahap awal, browser akan mengirimkan HTTP request ke server situs kawan UNDIRA dengan tujuan untuk meminta halaman yang diinginkan. Server kemudian akan membalas dengan HTTP response yang berisikan data kecil seperti ID sesi atau preferensi pengguna. Nah, pada tahap ini, jika pengguna memperbolehkan website untuk mengoleksi data, maka browser akan menyimpan data cookie pengguna (tentunya sesuai preferensi pengguna untuk memperbolehkan berapa banyak data yang akan digunakan, seperti pada contohnya only essential cookies). Sebaliknya, jika pengguna memblokir total akses ke koleksi data melalui cookie, maka website tidak akan dapat menyimpan personalisasi dan data pengguna untuk kepentingan dan penyesuaian konten berikutnya.
Kembali lagi ketika kawan UNDIRA memperbolehkan koleksi data melalui cookie, tahap selanjutnya adalah ketika kawan UNDIRA kembali ke website yang sama. Maka, pada request akses berikutnya, browser akan secara otomatis menyertakan data cookie pada header Cookie, sehingga server dapat mengenali pengguna, mempertahankan status login, mengingat preferensi tema (gelap atau terang) pengguna, dan juga memberikan beberapa referensi iklan maupun konten sesuai selera pengguna.
Meskipun cookies dapat membantu menyesuaikan konten dengan preferensi pengguna, kawan UNDIRA perlu ingat bahwa cara kerja cookies tidak sama dengan machine learning, ya. Menurut Ibu Bias Yulisa Geni, S.Kom., M.Kom., salah satu dosen Program Studi Teknik Informatika UNDIRA, cookies hanya mencatat aktivitas pengguna terhadap konten, mulai dari konten yang disukai, hingga rata-rata durasi menonton. Di sisi lain, machine learning ibaratnya merupakan next level setelah data diperoleh dari server dan cookies, di mana machine learning akan mempelajari dan mengelola data mentah agar dapat membentuk pola prediksi data .
Di luar tugasnya dalam menyimpan data, jenis-jenis cookies juga nyatanya cukup beragam, kawan UNDIRA. Beberapa di antaranya adalah;
-
Session Cookies
Cookies dengan jenis ini bertugas untuk merekam dan merekapitulasi informasi sementara menggunakan memori browser. Namun, ketika perangkat dimatikan atau browser tertutup, cookie tidak lagi menyimpan informasi pengguna. Ingat semua jenis cookie pada dasarnya disimpan secara lokal di memori browser pengguna. Biasanya, session cookies menghimpun informasi marketplace ataupun beberapa website yang membutuhkan login melalui session ID.
-
Persistent Cookies
Cookie jenis ini menyimpan data secara permanen di dalam hard drive perangkat. Berbeda dari session cookies, data tersebut tidak akan hilang meskipun kawan UNDIRA mematikan perangkat atau menutup sesi browser. Karena itu, penghapusannya harus dilakukan secara manual melalui opsi clear data, misalnya saat kawan UNDIRA hendak menjual perangkat. Jika tidak dihapus, data yang tertinggal dapat meningkatkan risiko privasi pengguna.
-
Third Party Cookies
Cookie ini biasanya berasal dari konten pihak ketiga yang tertanam di halaman, seperti iklan, tombol media sosial, atau video yang disematkan. Karena cookie yang sama dapat muncul di banyak situs, pihak ketiga bisa melacak aktivitas kawan UNDIRA saat berpindah dari satu situs ke situs lain, lalu memanfaatkannya untuk menampilkan iklan yang dipersonalisasi. Cara kerja inilah yang membuat third-party cookies sering dianggap sebagai ancaman bagi privasi pengguna. Sebagai respons, sebagian browser kini membatasi atau memblokirnya secara bawaan, dan kawan UNDIRA juga dapat menonaktifkannya melalui pengaturan privasi browser.
Nah, kawan UNDIRA, ternyata cookies bukan sekadar pop-up yang biasa kita klik “Setuju” tanpa pikir panjang. Cookies membuat pengalaman berselancar terasa lebih nyaman dan personal, tetapi tetap ada risiko privasi yang perlu diwaspadai. Jadi, mulai sekarang yuk lebih bijak: baca dulu pilihan cookies yang muncul, atur izinnya sesuai kebutuhan, dan rutin bersihkan data browser, terutama jika memakai perangkat bersama atau akan menjualnya. Dengan begitu, kita tetap bisa menikmati kemudahan dunia digital tanpa mengorbankan data pribadi.
Sumber Referensi:
Cookies Adalah? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya
Bagaimana Cara Kerja Cookie dan Session?
(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Kunjungan Mahasiswa Universitas Dian Nusantara ke DPRD DKI Jakarta
Read more
Berpulang ke Surga, Namun Tetap Mengarahkan Hati: Memperbaiki Pandangan dalam Hari Kenaikan Yesus Kristus
Read more
Berkomitmen Meningkatkan Efektifitas Para UMKM, UNDIRA Adakan Pengabdian kepada Masyarakat Dengan Wiranesia
Read more
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Kranggan
Jln. Raya Kranggan, No.6,
Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432