Maraknya AI Slop: Mengapa Kualitas Komunikasi Visual Tetap Menjadi Hal Penting?
Beberapa waktu ini, jagat maya sempat menyoroti fenomena di mana beberapa desain sejumlah warung makan atau kedai lokal viral karena nampak menyajikan nuansa “ilustrasi tidak wajar”. Alhasil, ketika kawan UNDIRA melihat beberapa tautan, kalian mungkin akan menemukan komentar seperti 'makanannya tidak menggiurkan' atau bahkan 'mengerikan untuk dilirik'.
Fenomena ini kerap dikenal di jagat linimasa dan media sosial sebagai “AI Slop”. Namun, apa sebenarnya AI Slop? Bukankah kehadiran AI justru dapat mempermudah pembuatan konten? Well, jawaban singkatnya: it depends. Nah, untuk pembahasan lengkapnya, yuk simak bersama!
AI Slop, pada dasarnya, merupakan pembuatan konten melalui kecerdasan buatan atau AI yang diproduksi secara massal tanpa memperhatikan secara serius akurasi, tema, nuansa (taste), orisinalitas, dan potensi persepsi publik yang akan muncul dari komunikasi visual yang disajikan—atau, singkatnya, yang penting sudah menginformasikan.
Nyatanya, dari sudut pandang pemahaman komunikasi visual, tidak sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah aspek yang sekiranya dapat meninggalkan kesan yang berkelanjutan bagi audiens.
Dalam salah satu kajian mengenai komunikasi visual dari Rochester Institute of Technology, New York, terdapat sebuah konsep bertajuk “negative space”, dan konsep ini merupakan dasar yang harus diperhatikan mayoritas desainer maupun para penggemar komunikasi visual lainnya seperti foto dan video. Pada dasarnya, negative space berfungsi untuk mendukung keterbacaan dan memberi “ruang bernapas” bagi desain kita. Hal ini juga menyangkut fleksibilitas dan pengendalian elemen visual yang termasuk ke dalam desain kita.
Selain keterbacaan, komposisi warna yang baik juga perlu diperhatikan dalam memproduksi sebuah karya komunikasi visual yang memikat. Dari segi warna, cobalah bereksperimen dengan tiga rule warna, masing-masing di antaranya tidak terlalu berbeda dan tidak terlalu mencolok, sekaligus sesuai dengan tema industri terkait.
Menurut salah satu keterangan Social Media Specialist Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), Andhika Iswardana, S.Ds., keyakinan ketika mendesain atau membuat sebuah komunikasi visual sangatlah tergantung pada prinsip “the man behind the gun” atau rasa seseorang.
“Baik software desain maupun AI hanyalah tools, jadi bagaimana kita menyikapi dan memanfaatkannya adalah faktor utama keberhasilan komunikasi visual kita. Kita juga harus mempelajari psikologi audiens: kira-kira selera warna dan tata letak mana saja yang mereka sukai?. Jadi, kalau sudah tahu dasar-dasar ini, pasti baik desainer maupun non-desainer akan mempelajari betul-betul prompt-nya sesuai dengan yang diinginkan sehingga terhindar dari fenomena AI Slop Design. Sekali lagi, menurut saya AI tidak salah, justru kitanya yang harus lebih lihai dalam menginput prompt dan memahami kaidah komunikasi visual agar tidak hanya mentah-mentah memakai desain AI tersebut” ujarnya
Perlu digarisbawahi bahwa memang betul keberadaan AI merupakan pemerkaya informasi sekaligus pemudah segmentasi operasional pekerjaan, tetapi terdapat garis halus di mana kita harus benar-benar memperhatikan kembali hasil karya yang diberikan oleh AI.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) hadir dan dirancang untuk membekali mahasiswa bukan hanya dari sisi teori semata, melainkan juga pengalaman praktik produksi secara langsung di skala lapangan. Lewat pendekatan aplikatif ini, mahasiswa langsung terjun dalam proses kreatif dari riset hingga produksi, sehingga mampu menghasilkan karya visual yang berkesan dan bebas dari jebakan “asal jadi” ala AI Slop. Ingat, kawan UNDIRA, komunikasi bukan hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga bagaimana kita menyampaikannya secara profesional dan berintegritas.
Sumber Referensi:
Lee, D. H. (2007). Effective use of negative space in graphic design [Thesis, Rochester Institute of Technology]. RIT Digital Institutional Repository. https://repository.rit.edu/theses
(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
UNDIRA Dapatkan Dukungan Ditjen Dikti Upaya Meningkatkan Pembelajaran melalui Smart Classroom
Read more
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Kerjasama Internasional: UNDIRA dan USM Tandatangani MoU
Read more
Simak! Berikut 5 Software yang Perlu Didalami dan Dikuasai Mahasiswa Dalam Era Multidisipliner
Read more
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Kranggan
Jln. Raya Kranggan, No.6,
Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432