html hit counter Dukung Sektor Agraria Dengan Presisi, Mahasiswa dan Dosen Teknik Elektro UNDIRA Kembangkan Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis - Universitas Dian Nusantara

Dukung Sektor Agraria Dengan Presisi, Mahasiswa dan Dosen Teknik Elektro UNDIRA Kembangkan Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis

Dilihat : 112
08 Agustus 2026

Seiring berkembangnya minat terhadap sektor agrikultur, kini konsistensi penyiraman dan pemeliharaan lahan beserta tanaman menjadi fokus utama setiap botanis. Setiap tanaman tentunya memiliki kriteria berbeda dalam perawatannya. Kelembapan, sistem beserta intensitas pengairan, dan ekosistem biota sekeliling perlu dijaga agar tanaman kita selalu berada dalam kondisi prima. 

Salah satu tanaman bernilai komoditas relatif tinggi, yakni Bawang Merah atau dikenal dengan nama ilmiahnya Allium cepa L. var. aggregatum, merupakan jenis tanaman yang kerap dicari karena mampu dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan sumber penghasilan menguntungkan. 

Kendati demikian, kultivasi Bawang Merah memiliki sederet hal yang perlu digarisbawahi, di antaranya meliputi jarak tanam, intensitas penyiraman air, level permukaan air, level kelembapan tanah yang wajib berkisar pada nilai 50–70%, beserta suhu yang tidak boleh melebihi 32 °C. Selebihnya, pemantauan dan penyiraman manual beserta iklim yang kini kurang menentu kian menyulitkan budi daya komoditas hortikultura tersebut. 

Menjawab permasalahan tersebut, Sdr. Andre Dwi Ichwantyo, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, beserta dosen pembimbing Teknik Elektro, Bapak Randy Rahmanto, S.T., M.T., turut mengembangkan sebuah sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno, bernama Smart Garden

Merujuk pada penjelasan melalui Jurnal Energi Volume 2, Issue 1 yang terbit pada Januari 2026, pengembangan inovasi didasarkan pada sistem Research and Development (R&D) melalui pengambilan sejumlah sampel data setempat sebagai dasar pengembangan sistem. 

Sistem Smart Garden sendiri didasarkan pada pemanfaatan mikrokontroler Arduino Uno R3 yang berperan sebagai ‘otak’ yang mengatur kinerja keseluruhan sistem. Guna mendukung kinerja sistem agar lebih optimal, prototipe juga turut dilengkapi dengan 3 sensor tambahan: sensor DHT11, sensor ultrasonik HC-SR04, dan sensor pengukur kelembapan FC-28. 

1

(Skematik Rangkaian Prototipe)

Sensor DHT11 memungkinkan perangkat untuk memantau kelembapan dan suhu udara sekitar. Sementara itu, sensor ultrasonik memungkinkan sistem untuk mengukur ketinggian air sehingga penyiraman tanaman Bawang Merah dapat dilakukan secara otomatis, namun dengan tetap menjaga presisi intensitas air. Lalu sensor kelembapan FC-28 bertugas untuk mendeteksi kelembapan tanah, yang meskipun sederhana, mampu mendeteksi kelembapan tanah skala kecil di ekosistem perkotaan. Seluruh data dari sensor kemudian akan digunakan untuk menugaskan motor pompa DC untuk mengoperasikan pompa air dan kipas pendingin sesuai kondisi lingkungan yang terdeteksi oleh sistem. 

Memasuki segmen uji lapangan, purwarupa dikerahkan dalam ekosistem dengan ambang batas yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil uji lapangan, penyiraman akan menyala secara otomatis apabila nilai sensor kelembapan tanah menunjukkan kondisi kering (di atas ambang 700), dengan syarat tandon air berada dalam keadaan mencukupi bagi sistem untuk menstabilkan level kelembapan. Untuk mendukung stabilitas suhu, kipas pendingin akan aktif ketika temperatur mencapai 30°C ke atas, sedangkan pompa pengisian tandon akan bekerja otomatis saat kapasitas air berada pada level 6 cm atau kurang, lengkap dengan fitur anti-flicker sehingga pompa tidak mati-nyala secara berulang dalam waktu singkat, lantas menghemat kinerja dan energi yang dikerahkan. 

Hasil pengujian lapangan menunjukkan bahwa seluruh sensor mampu bekerja pada level yang aman dan stabil dengan konsumsi arus yang relatif rendah. Meski demikian, sistem masih menyisakan sejumlah kendala, seperti gangguan pada sensor, kendala penyimpanan log data dan ketidaksinkronan aktuator yang sempat menghambat kinerja pompa air.  

Inovasi ini menjadi cerminan nyata Program Studi Teknik Elektro UNDIRA dalam mendorong riset berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya para penggiat sektor botani melalui solusi teknologi yang tentunya sangat dibutuhkan sektor agraria masa kini. Bagi kawan UNDIRA yang tertarik pada pengembangan sistem teknologi presisi serupa dengan Smart Garden, dan ingin mencoba mendalami pengembangan sistem level industri, Program Studi Teknik Elektro UNDIRA adalah pilihan tepat bagi kalian!. Yuk, jadi bagian dari generasi inovator teknologi bersama Teknik Elektro UNDIRA!

Sumber Referensi:

Ichwayanto, A. D., & Rahmanto, R. (2026). Sistem penyiraman otomatis pada tanaman bawang merah dengan sensor soil moisture dan DHT11 berbasis Arduino. Jurnal Energi, 2(1), 11–24. 

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432

Kampus Cibubur Kranggan Raya

Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432