Materials 101: Mengenal Asbestos dalam Dunia Konstruksi, Manfaat, Risiko, dan Alternatif Material Modern
Salah satu material yang cukup populer digunakan dalam berbagai proyek konstruksi, yakni asbestos atau yang lebih dikenal dengan nama asbes, menempati posisi sebagai material yang digunakan secara masif.
Selama bertahun-tahun, material asbes kerap diproduksi secara massal dan dimanfaatkan utamanya sebagai bahan dasar maupun bahan campuran perumahan sekaligus sederet tipe bangunan komersial lainnya seperti ruko dan pabrik. Hal ini didukung oleh karakteristik materialnya yang tahan terhadap panas, memiliki daya tahan tinggi, ringan, dan secara ekonomis mudah diproduksi.
Kendati demikian, kini ditemukan bahwa penggunaan asbes dalam jangka panjang akan memberikan dampak berkepanjangan bagi kesehatan, Mengapa demikian? Yuk, kawan UNDIRA kita bahas bersama melalui kacamata Teknik Sipil dan studi material.
Seiring berkembangnya riset terhadap penggunaan dan dampak kesehatan dari material asbes, ditemukan bahwa terdapat sejumlah notasi yang perlu diperhatikan. Pertama, asbes sendiri terdiri dari bahan dasar mineral alami seperti; magnesium dan silika. Meskipun keduanya tidak menimbulkan bahaya ketika disentuh atau dilihat, bahaya sesungguhnya datang ketika kita menghirupnya.
Mineral yang terkandung dalam asbes pada umumnya telah diproses menjadi serpihan atau serat halus untuk digunakan sebagai bahan dasar bangunan. Namun, sebagaimana material pada umumnya, asbes akan mengalami penguraian atau bahkan pelemahan struktur yang menyebabkan asbes terkelupas dan tercampur di udara sebagai partikel serat mineral halus. Di sinilah masalah sesungguhnya datang.
Dengan ukuran serat yang dapat mengudara mencapai 0,1 hingga 10 mikrometer, serat akan dengan mudah terhirup menuju sistem pernapasan dan menimbulkan efek samping seperti sesak napas, asbestosis (sebuah penyakit yang mengakibatkan gagal paru-paru), atau bahkan kanker karena sifat mineral yang dapat merusak sel dan menyebabkan peradangan sistem pernapasan.
Dari sisi ekologis, patahan dan juga timbunan asbes yang terbengkalai dapat memberikan dampak negatif bagi keberlangsungan ekosistem. Sebagai limbah kategori B3, asbes dinilai sebagai limbah konstruksi beracun yang dapat mengganggu kelestarian ekosistem.
Tentunya, dalam rangka mengatasi ketergantungan terhadap asbes, bidang keilmuan Teknik Sipil terus bergerak dan berinovasi untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya berdampak positif bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga tetap mampu menghasilkan daya tahan optimal dalam dunia konstruksi.
Material alternatif seperti serat selulosa maupun serat sintetis yang dipadukan dengan bahan tambahan seperti fly ash, misalnya, menawarkan kekuatan yang tidak jauh berbeda dengan asbes, namun tanpa membawa potensi bahaya mineral karsinogenik dari asbes. Ada pula penggunaan UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) sebagai bahan alternatif yang memiliki struktur yang tidak mudah terurai dan tidak mencemari udara.
Melalui pembahasan ini, kita dapat menarik benang merah penting; bahwa dalam kajian konstruksi, kita tidak hanya melihat aspek nilai ekonomis dan durabilitas material semata, tetapi kita juga harus mampu menjaga keselamatan dan kesehatan pengguna beserta lingkungan sekitar (jikalau konstruksi tidak lagi digunakan).
Dengan industri konstruksi yang terus berjalan mencari solusi terbarukan, Program Studi Teknik Sipil Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) merupakan pilihan tepat bagi kawan UNDIRA. Di sini, kalian tidak hanya belajar mengenai teknologi konstruksi dan ketahanan material, tetapi kalian juga dipandu untuk menjadi civil engineer yang berintegritas dan profesional, memenuhi ketentuan standardisasi K3.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, kawan UNDIRA, jadikan rasa penasaranmu tentang dunia konstruksi sebagai langkah awal menuju karier gemilang. Daftarkan dirimu sekarang di Teknik Sipil Universitas Dian Nusantara, dan mulai bangun masa depan yang lebih kokoh, aman, dan berkelanjutan bersama kami!
Sumber Referensi:
Indonesia Sehat Tanpa Asbes - Lion Indonesia Org.
Penggunaan Asbestos Di Indonesia: Sejarah, Dampak, Dan Alternatif
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432