html hit counter Mendinginkan Minuman Tanpa Ribet, Mahasiswa dan Dosen Teknik Mesin UNDIRA Ciptakan Pendingin Berbasis Heat Sink dan Peltier Effect - Universitas Dian Nusantara

Mendinginkan Minuman Tanpa Ribet, Mahasiswa dan Dosen Teknik Mesin UNDIRA Ciptakan Pendingin Berbasis Heat Sink dan Peltier Effect

Dilihat : 31
06 Agustus 2026

Praktikalitas dan juga portabilitas telah menjadi fokus yang kini semakin ditegakkan oleh berbagai industri, khususnya dalam peralatan sehari-hari. Selebihnya, kebutuhan mobilitas yang semakin meningkat dan konsep penekanan emisi serta penggunaan energi yang kini semakin disuarakan membuat banyak industri harus beradaptasi dalam menciptakan perangkat. 

Mengacu pada hal tersebut, pada saat ini, di tengah kemarau yang menghantam berbagai belahan dunia, sistem pendingin merupakan hal yang sangat diperlukan, terutama dari segi preservasi makanan dan minuman. Sistem pendingin yang kita pahami selama ini, seperti kulkas dan Air Conditioner (AC), meskipun memiliki performa termal yang sangat baik, memiliki keterbatasan berupa ukuran yang besar, bobot yang berat, sekaligus cenderung mengonsumsi daya relatif besar (terutama ketika baru dinyalakan). 

Kebutuhan semacam inilah yang mendorong mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Muhammad Adinda Hadinur beserta dosen Program Studi Teknik Mesin, Bapak Ir. Komarudin, M.T., untuk mengembangkan sebuah sistem pendingin minuman portabel yang juga telah terpublikasi dalam rekap jurnal GIJES (Greenation International Journal of Engineering Science) edisi Desember 2025 s.d. Februari 2026. 

Sistem prototipe pendingin yang dirancang dengan dimensi 20x30x30 cm, dinilai menawarkan inovasi yang tidak hanya memiliki desain yang lebih ringkas dan dapat dibawa ke mana pun, tetapi juga tidak memerlukan kompresor maupun sistem refrigeran. 

1

Menurut kajian riset, perangkat cooler portabel ini dirancang sesuai dengan prinsip efek Peltier, di mana proses perpindahan panas akan terjadi pada saat arus listrik searah (DC current) mengalir melalui sambungan dua semikonduktor berbeda. Alhasil, satu keping semikonduktor akan menyerap panas dan sisi lainnya akan melepaskan panas pada saat bersamaan untuk menciptakan udara dingin dalam sebuah ruang tertutup. 

Meskipun terdengar bagus secara konseptual, dalam praktiknya kelemahan alat ini terletak pada potensi akumulasi panas berlebihan yang dapat terjadi di sisi modul penyerap panas sehingga dapat memperlambat pendinginan, sebagaimana tertera dalam kajian (Rowe, 2018). 

Maka dari itu guna menunjang kinerja pendingin portabel, Sdr. Muhammad Adinda Hadinur beserta Bapak Komarudin menggunakan sistem heat disposal alternatif yang lebih baik dengan menggunakan heatsink dan wind tunnel fan. Prinsipnya cukup sderhana, dimana heatsink bertugas menyerap dan memfokuskan pelepasan panas yang ditujukan oleh wind tunnel fan.

Melalui segi metode perancangan, prototipe disusun dengan satu unit fan internal, satu unit fan eksternal, dan satu modul Peltier TEC1-12706 yang ditempatkan di bagian belakang ruang pendingin, dilengkapi dengan satu power supply unit yang hanya memerlukan konsumsi daya relatif kecil, pada angka 60–70 W. Bagian dalam kotak pendingin sendiri turut dilapisi lembaran aluminium sebagai insulasi untuk menjaga kestabilan suhu rendah di dalamnya. Untuk mengetahui akurasi pengukuran temperatur internal, prototipe juga dilengkapi thermocouple digital K-Type. 

Alhasil, meskipun sistem pendingin portabel ini masih merupakan prototipe, perangkat berhasil mendinginkan minuman yang disimpan dengan suhu rata-rata mencapai sekitar 12°C s.d. 9°C dalam kurun waktu sekitar 30 menit dengan pemakaian daya yang relatif rendah. Overall, inovasi ini merupakan sebuah pencapaian signifikan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas skala kecil. 

Inovasi semacam ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kontribusi civitas akademika, dalam hal ini mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), dapat turut menjawab tantangan efisiensi energi sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat modern melalui riset terapan yang aplikatif dan berkelanjutan. 

Sumber Referensi:

Hadinur, M. A., & Komarudin, K. (2026). Design and development of a portable beverage cooling system using a heatsink and wind tunnel fan based on the Peltier effect. Greenation International Journal of Engineering Science, 3(4), 211–216. 

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432

Kampus Cibubur Kranggan Raya

Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432