html hit counter Mengupas Pola Konsumtif Mahasiswa: Dosen UNDIRA Teliti Pengaruh Gaya Hidup dan Kontrol Diri terhadap Level Pemahaman Literasi Keuangan - Universitas Dian Nusantara

Mengupas Pola Konsumtif Mahasiswa: Dosen UNDIRA Teliti Pengaruh Gaya Hidup dan Kontrol Diri terhadap Level Pemahaman Literasi Keuangan

Dilihat : 35
05 Juni 2026

Melalui data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, berdasarkan hasil Survei Penduduk Antarsensus pada tahun 2025 lalu, tercatat bahwa populasi Indonesia telah mencapai angka 284,67 juta jiwa. Dari data tersebut, Generasi Z atau yang kerap disebut Gen Z merupakan kelompok terbesar dengan persentase mencapai 24,34% dari total demografi Indonesia.

Dengan jumlah demografi Gen Z yang dibilang cukup besar, hal ini tentu membuka kesempatan bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi perekonomian dan mendongkrak pasar domestik melalui literasi keuangan. Namun, nyatanya terdapat beberapa tantangan dalam pembentukan kebijaksanaan finansial yang harus diketahui, baik dari segi perilaku maupun budaya yang terbentuk dalam demografi Gen Z dan budaya modern saat ini.

Untuk menjawab sekaligus mengungkapkan celah dari tantangan tersebut, salah satu dosen Program Manajemen Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) Bapak Basuki Toto Rahmanto, S.E., M.M., M.Ak., lantas melangsungkan riset kolaboratif bersama mahasiswi UNDIRA yakni Nessa Atfella, yang membahas bagaimana gaya hidup dan pengendalian diri dapat berdampak pada pola literasi keuangan.

Dalam kajiannya, diungkapkan bahwa langkah pertama dalam mengetahui efektivitas literasi keuangan ialah melalui survei kuesioner sekaligus observasi mengenai budaya spending Gen Z. 

Beberapa waktu lalu, tentunya kita memahami bahwa meskipun terjadi kenaikan angka inflasi dan penurunan indeks pasar modal, mayoritas Gen Z tetap mendatangi pusat perbelanjaan untuk membeli berbagai barang dengan nilai subjektif yang cenderung ketat dengan aspek emosional, lantas hal ini dikaitkan dengan ‘lipstick effect’. 

Menurut hasil riset mereka, beberapa faktor pendukung yang memengaruhi hal tersebut berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi dalam memberikan keterbukaan informasi dan menciptakan fenomena ‘viral’. Berdasarkan data pendukung dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2023 lalu, peran media sosial dalam memberikan informasi produk dan interaksi menjadi salah satu faktor penguat perilaku konsumtif yang terkadang sulit dikendalikan pada 95% Gen Z. Selebihnya, kemudahan pembayaran digital serta pengembangan platform e-commerce juga secara tidak langsung menekankan insentif untuk berperilaku konsumtif.

Dalam riset ini, diterapkan empat variabel yang menjadi standar tolok ukur kesimpulan ke depannya; gaya hidup (lifestyle), pengendalian diri (self-control), level literasi keuangan yang telah didapatkan (financial literacy) dan perilaku konsumtif (consumptive behaviour). 

Risetur memilih penggunaan perangkat lunak SPSS demi mempermudah proses pengelolaan data. Penelitian lantas sukses menghimpun 79 sampel dari keseluruhan 623 klaster partisipan mahasiswa UNDIRA. Penggunaan metode skala Likert dalam perancangan kuesioner juga dinilai mampu mempermudah pengumpulan opini mahasiswa.

Meskipun telah memiliki fondasi yang relatif solid, dikarenakan opini masih berpotensi mengandung bias, maka dilakukan uji-uji seperti reliability test, Cronbach Alpha, uji normalitas, dan uji multikolinearitas. Uji-uji ini digunakan untuk memastikan data opini tersebut objektif, konsisten, dan layak dianalisis secara statistik diterapkan untuk meminimalisir adanya kejanggalan respons dan ketidakkonsistenan - lantas menjaga kredibilitas respons yang diberikan melalui survei. 

Hal ini menunjukkan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa tidak semata-mata lahir dari keputusan yang berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil dari interaksi kompleks antara gaya hidup yang terbentuk, kemampuan mengendalikan diri, serta seberapa jauh pemahaman finansial yang dimiliki. Dengan kata lain, semakin rendah pengendalian diri dan literasi keuangan seorang mahasiswa, semakin rentan pula ia terhadap dorongan konsumtif yang kian diperkuat oleh ekosistem digital di sekitarnya.

Lebih dari itu, penelitian ini diharapkan mampu mendorong kesadaran kolektif bahwa literasi keuangan bukan sekadar kemampuan literasi mengelola uang, melainkan sebuah keterampilan hidup yang perlu ditanamkan sejak dini agar Gen Z tidak hanya menjadi konsumen yang reaktif, tetapi juga individu yang bijak dalam mengambil keputusan finansial di tengah derasnya arus informasi dan godaan gaya hidup masa kini.

Sumber Referensi:

Atfella, N., & Rahmanto, B. T. (2026). Pengaruh gaya hidup, pengendalian diri dan literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa kelas karyawan (Studi kasus pada mahasiswa Universitas Dian Nusantara). Universitas Dian Nusantara.

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432

Kampus Cibubur Kranggan Raya

Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432