html hit counter Dharma dan Cinta Kasih Jaga Perdamaian Dunia: Menyambut Hari Raya Waisak 2570 Dengan Penuh Kebajikan - Universitas Dian Nusantara

Dharma dan Cinta Kasih Jaga Perdamaian Dunia: Menyambut Hari Raya Waisak 2570 Dengan Penuh Kebajikan

Dilihat : 20
27 Mei 2026

Sebagai salah satu hari raya sakral bagi umat Buddha di seluruh dunia, Vesak atau yang lebih dikenal dengan nama singkatnya Hari Raya Waisak, kerap diasosiasikan dengan nuansa pengendalian diri dan kebijaksanaan. 

Namun, di samping mengajarkan kita tentang kebijaksanaan dalam membebaskan diri dari godaan duniawi, warisan Sang Buddha juga meninggalkan ajaran tentang perdamaian, lebih spesifiknya, bagaimana kita menemukan perdamaian dan menjaganya secara berkelanjutan.

Di tengah dunia yang semakin haus akan kemenangan validasi sosial, pemuasan ego berlebih, kebisingan sosial-politik, dan dekadensi moral, Hari Raya Waisak 2570 BE (Buddhist Era) mengajarkan kita bahwa perdamaian universal sesungguhnya dapat terlahir bukan melalui pelarian atau otoritarianisme, melainkan dari komitmen kolektif seluruh umat manusia. The first change towards a better future begins from within ourselves.

Hal ini tentunya sejalan dengan ‘Dharma’, yang dalam bahasa Sanskerta mengandung makna amat kaya dan bermanfaat bagi manusia, yang berarti kewajiban moral, serta mengandung makna bahwa dari ajarannya kita dituntun untuk membebaskan diri dari kebingungan dan ketidakbahagiaan. Keduanya tentu merupakan akar dari lahirnya konflik, sesuatu yang bertentangan dengan perdamaian.

Ketika Buddha mengajarkan Dharma, ia telah menunjukkan bahwa semua yang ada di dunia saling terhubung dan membentuk jejaring yang dapat memengaruhi satu sama lain. Hukum sebab-akibat (karma), ketidakkekalan (anicca), dan sifat tanpa-diri (anatta) yang, ketika dipahami bagaimana suatu hal dapat berpengaruh dalam hidup kita dan dihayati dengan tingkatan ego yang minimal, dapat membebaskan manusia dari penderitaan, serta membawa kita lebih dekat kepada perdamaian hakiki. 

Menjalankan kehidupan memanglah tidak mengecualikan kita dari penderitaan maupun menderitakan makhluk lain, namun sudah seharusnya hal tersebut tidak melemahkan kesadaran kita untuk membangun dan memanusiakan sesama manusia.

Tema "Dharma dan Cinta Kasih Jaga Perdamaian Dunia" pada perayaan Hari Tri Suci Waisak tahun ini bukan hanya seruan spiritual yang indah didengar, tetapi juga merupakan seruan untuk memperbaiki luka diri dan dunia demi mencapai masa depan yang lebih cerah.

Konsep ‘Dharma’ mengingatkan kita bahwa ada aspek yang melebihi pencarian kebenaran, kepentingan pribadi, dan kemenangan semata. ‘Dharma’ mengajarkan bahwa tindakan-tindakan kita memiliki konsekuensi yang nyata bagi diri sendiri, bagi sesama, bagi generasi yang akan datang. Lantas, kita harus menumbuhkan toleransi, kerukunan dan persatuan di tengah dunia yang relatif kacau ini. Make peace, not war.

Cinta kasih mengingatkan kita bahwa manusia, pada hakikatnya, adalah makhluk yang saling membutuhkan. Di balik perbedaan warna kulit, bahasa, keyakinan, dan kebudayaan, ada kemanusiaan universal yang menyatukan kita. Bahwa ketika kita mampu melihat orang lain benar-benar melihat, dengan hati yang terbuka, kita tidak akan sanggup membiarkan mereka menderita tanpa tergerak untuk membantu.

Bersama, Dharma dan Cinta Kasih adalah kekuatan yang mampu menjaga perdamaian, bukan perdamaian yang rapuh karena hanya disanggah oleh ketakutan atau kepentingan, melainkan perdamaian yang kokoh karena berakar pada kesadaran dan kasih sayang.

Waisak 2570 hadir sebagai pengingat bahwa di tengah segala kegaduhan dunia, kita selalu bisa memilih untuk kembali kepada keheningan yang bermakna, kepada kejernihan yang memberi arah, kepada kasih yang mempertemukan kita kembali sebagai sesama manusia yang mampu melihat lebih dari sekadar kekurangannya, melainkan menuju pandangan dengan harapan lebih besar - bahwa kita bukanlah versi diri masa lalu, dan kita mampu berjuang mencapai kedamaian. Selamat Hari Tri Suci Waisak, kawan UNDIRA.

Sumber Referensi:

Apa itu Dharma? - Study Hinduism

Tema dan Rangkaian Waisak 2026: Dharma Kunci Wujudkan Perdamaian Dunia Sejati

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432

Kampus Cibubur Kranggan Raya

Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432