Generasi Bangkit untuk Nusantara Berkelanjutan, Membangun Inovasi dan Inklusivitas
Jalan menuju kemerdekaan tidaklah mudah untuk dicapai. Tentunya kita menyadari bahwa dalam beberapa waktu terakhir kita mendengar banyak kabar mengudara terkait hambatan yang sedang dihadapi Indonesia. Hambatan yang dimaksud pula meliputi aspek regulasional baik internal maupun eksternal seperti ketegangan geopolitik. Alhasil, publik kini berada di persimpangan antara kecewa dan semangat yang tak padam.
Di tengah modernitas yang berfokus pada percepatan AI, ekonomi digital dan transformasi hilirisasi informasi global, bangsa memerlukan sikap yang adaptif dan memiliki keteguhan identitas sebagai penguat jangkar keberadaan diri di samping obsesi untuk mencapai kemerdekaan baik untuk diri atau kolektif.
Namun jika kita melihat kembali sejarah Indonesia pada masa pemerintahan presiden bapak B.J. Habibie, melalui adanya upaya restrukturisasi, pengerahan desentralisasi otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, dan pemberdayaan sumber daya secara terstruktur, Indonesia sempat mencapai fase terbaiknya sepanjang catatan sejarah.
Lantas apakah kita dapat mencapai momentum tersebut lagi? Tentu, dengan adanya effort kolektif bersama dalam membangkitkan nusantara tercinta. Menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 pada tanggal 20 Mei 2026, kita sekali lagi diingatkan bahwa semua pihak memiliki mandat untuk memajukan citra dan kualitas negara beserta seluruh jajaran publiknya melalui tema besar “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Mengacu pada semangat Hari Kebangkitan Nasional, kita sekali lagi diingatkan bahwasannya keberadaan Tunas Muda merupakan kunci keberlangsungan negara. Keberadaan generasi muda merupakan investasi terbesar keberlanjutan atau sustainabilitas sebuah negara. Namun, dalam rangka memupuk dan mempersiapkannya, diperlukan juga upaya untuk menciptakan ekosistem yang mendukung - baik secara naratif maupun aksi dari semua pihak. Ekosistem yang sehat tentunya akan melahirkan insan kompeten dan berakhlak.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah dekadensi moral. Apa itu dekadensi moral? Sebuah keadaan dimana adanya penurunan norma, etika dan nilai moral sosial baik secara individu maupun kelompok - lantas mengapa dekadensi moral penting dalam menyelaraskan bangkitnya sebuah negara? Satu kata, sustainabilitas.
Sustainability atau keberlanjutan tentunya wajib didasari dan kembali pada moral. Pengetahuan, literasi dan pengalaman memang berada untuk menguatkan pemahaman kita, namun disaat yang sama ada aspek integritas dan kebijaksanaan untuk bertindak dan menghasilkan hal positif. Inovasi tidaklah timbul dari sikap apatis atau “bodo amat”, baik dari hal kecil maupun hal besar.
Di tengah kegembiraan dan kesenangan yang muncul melalui data, tentu seseorang yang bijaksana juga harus mempertimbangkan apa yang diperlukan sekaligus terjadi di waktu yang sama. Inilah aspek yang dibutuhkan sekaligus menjembatani kebangkitan yang hakiki - mindfulness baik dalam level individual maupun kolektif, baik secara pribadi maupun institusional.
Words do matter a lot, but wisdom makes up the mind - terutama dalam membentuk mental dan kepercayaan tunas bangsa. Hal terkecil dapat membalikan hal besar, dan sebaliknya. Maka dari sinilah semua pihak memiliki peran penting dalam membangkitkan negara dan tunasnya.
Hari Kebangkitan Nasional 2026 pada akhirnya tidak hanya merupakan hari bersejarah, tetapi juga turut mengingatkan bahwa untuk memperbaiki dan membentuk bangsa yang unggul, juga diperlukan untuk membawa para Tunas Bangsa menuju masa depan Indonesia yang cerah. Pergerakan dimulai dari aksi terkecil, kepedulian untuk memperdulikan hal terkecil tersebut, dan bagaimana kita memanfaatkan pengetahuan untuk menumbuhkan kepedulian antar sesama bangsa.
Sic Pavis Magna, Greatness from Small Beginnings - Selamat Hari Kebangkitan Nasional, mari berlarilah dan mengejar mimpi untuk bangun Indonesia dengan semangat inovasi dan inklusivitas bersama, Kawan UNDIRA!.
Sumber Referensi:
Allen, J. 2024. Light on Life’s Difficulties - Cahaya Terang Menyinari Hidup. Second Hope. Shiramedia
Hari Kebangkitan Nasional 2026, Menjaga Tunas Bangsa di Era Kedaulatan Digital
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432