html hit counter Ketika Manajemen Laba dan Tekanan Finansial Bertemu: Apa Dampaknya Pada Proses Audit Lapangan? - Universitas Dian Nusantara

Ketika Manajemen Laba dan Tekanan Finansial Bertemu: Apa Dampaknya Pada Proses Audit Lapangan?

Dilihat : 8
19 Mei 2026

Pemeriksaan objektif dan menyeluruh berdasarkan temuan data kinerja operasional telah menjadi pedoman dasar untuk mengembangkan langkah strategis ke depan sebuah perusahaan atau instansi, hal ini kerap dikenal sebagai audit. 

Sebagai proses penilaian dan evaluasi objektif, tentunya proses audit memerlukan sikap independensi tinggi agar tidak terciptanya sikap oportunistik serta terjaganya kualitas audit. Namun, perlu diingat bahwa durasi audit juga dapat mengimplikasikan beberapa aspek yang perlu digaris bawahi, terutama dalam hal praktek keuangan dan manajemen perusahaan itu sendiri. 

Mengingat dampak audit yang dapat bersifat masif pada citra perusahaan, maka kajian mendalam audit tenure (durasi audit) turut dilakukan dua Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Dian Nusantara.

Penelitian ini berfokus pada 18 perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017–2021, dengan total 90 observasi. Sektor properti dipilih bukan tanpa alasan, sektor ini menjadi pendanaan jangka panjang dengan sensitivitas tinggi terhadap kondisi makroekonomi yang membuatnya rentan terhadap praktik manajemen laba.

Selain melakukan analisa kuantitatif dari laba yang dimiliki perusahaan, penelitian juga mengimplementasikan metode Uji Regresi Data untuk mengetahui keterkaitan data satu dengan lainnya. Hal ini dinilai mampu memudahkan estimasi ditengah sederet konteks yang didapatkan dari data beberapa perusahaan. Dari sana, maka akan kesimpulan dapat dipusatkan untuk meraih pola karakteristik yang tepat terkait kejanggalan dan durasi tenure audit.

Penelitian ini menduga bahwa audit tenure yang lebih panjang akan berkorelasi positif dengan praktik manajemen laba. Penjelasannya cukup masuk akal secara logika. Auditor eksternal pada dasarnya hanya bertugas memeriksa kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku. 

Selama praktik manajemen laba tidak secara terang-terangan melanggar aturan, auditor memiliki keterbatasan dalam mengintervensi kebijakan internal manajemen. Dengan kata lain, lamanya masa perikatan auditor (audit tenure) tidak otomatis menentukan seberapa agresif manajemen memanipulasi laba, melainkan ada faktor-faktor lain yang lebih berperan dalam mendorong kejanggalan audit.

Selain itu, temuan riset juga mengungkapkan beberapa fakta tambahan yang juga merupakan loophole yang dapat dimanfaatkan dalam audit tenure dan meningkatkan kejanggalan proses audit, diantaranya mengenai keadaan financial level of distress sebuah perusahaan. 

Diketahui bahwa Financial Distress Level dapat mempengaruhi tidak hanya langkah kebijakan keuangan, tetapi juga implementasi praktik Manajemen Laba (Earning Management) yang dapat mengindikasikan potensi fraud dalam pelaksanaan audit untuk memenuhi standar mutu audit. 

Di  sisi lain, perusahaan yang memiliki laba positif dengan kombinasi auditor tenure berkelanjutan, akan meminimalisir adanya keperluan untuk melakukan praktik Manajemen Laba dan sebaliknya pula pada perusahaan yang mengalami Financial Distress, dimana mereka akan lebih konservatif tetapi tidak menutupi kemungkinan akan adanya Manajemen Laba (yang otomatis akan mempengaruhi audit tenure). 

Temuan ini sejalan dengan beberapa studi terdahulu, meski bertentangan dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa audit tenure panjang meningkatkan risiko manajemen laba akibat berkurangnya independensi auditor. 

Perbedaan temuan ini justru memperkuat satu simpulan penting: tidak ada jawaban tunggal dalam menilai efektivitas audit tenure. Konteks kondisi keuangan perusahaan, kualitas tata kelola, serta lingkungan regulasi yang melingkupinya akan selalu menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, pendekatan audit yang adaptif dan kontekstual menjadi semakin relevan di tengah kompleksitas dunia bisnis yang terus berkembang.

Di sinilah peran pendidikan akuntansi yang berkualitas menjadi krusial. Program Studi Akuntansi Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) hadir sebagai ruang akademik yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan penguasaan teori dan standar akuntansi, tetapi juga membangun kepekaan terhadap praktik lapangan audit secara nyata. 

Dengan terus mendorong budaya riset yang berorientasi pada transparansi dan integritas, UNDIRA berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas audit dan kejujuran pelaporan keuangan di Indonesia.

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432

Kampus Cibubur Kranggan Raya

Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432