Hadapi Ketidakpastian 2026 Dengan Semangat Akademika VIP, Ketua Yayasan Dian Asra Berikan Pembekalan Menyeluruh
Dinamika permulaan tahun 2026, sebagaimana yang kita ketahui, tidak dimulai dengan permulaan yang positif. Saat ini kita dihadapkan pada intensitas topik mengenai konflik dan ketegangan geopolitik yang tentunya berdampak pada berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, logistik, hingga stabilitas ekonomi global.
Perubahan perekonomian global secara masif saat ini juga sangat berdampak pada pengembangan sarana dan prasarana publik, khususnya pendidikan. Tanpa adanya pendidikan dan ilmu pengetahuan, akan ada periode kemunduran baik dalam kompetensi sumber daya manusia maupun literasi umum masyarakat.
Selebihnya, pengembangan AI sekaligus interkonektivitas informasi kini turut membawa tidak hanya aksesibilitas, tetapi juga tantangan bagi kita semua, terutama pada masa krisis seperti ini. Derasnya arus informasi, baik visual maupun tekstual, bernuansa imajiner sekaligus subjektif juga menjadi tantangan yang harus dihadapi publik.
Informasi yang seharusnya mampu memberikan kita the clear context terkait suatu fenomena saat ini justru menjadi narasi yang meningkatkan ambiguitas dan berdampak pada balance of power dari individu ke individu melalui ruang echo (echo chamber) sehingga memicu keresahan, khususnya bagi Generasi Z.
Maka dari itu, diseminasi fakta yang hanyut di tengah derasnya informasi sangatlah dibutuhkan. Dalam rangka mencapai level diseminasi sekaligus membangun masa depan yang hakiki, maka pendidikanlah yang mampu membuka tidak hanya wawasan, tetapi juga kebijaksanaan dalam beradaptasi lebih baik.
Dalam orasi pada acara Pembukaan Perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Bapak Sagoro Dharwaman, selaku ketua Yayasan Dian Asra, menyoroti bahwa pendidikan merupakan kekuatan yang dapat menjadi titik balik umat manusia di tengah diskursus yang terjadi di tengah ketidakpastian global saat ini.
“Awalnya kita tentu melihat bahwa dunia sebagai skema yang dimuat oleh pandangan stereotip, di mana kendali terletak pada pihak terkuat dan terkaya, namun saat ini dunia telah memasuki fase Asymmetric Strategy atau Asymmetric Power - di mana pihak yang lebih kecil tentu dapat menantang pihak yang lebih besar. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh level of understanding beserta literasi yang mampu mendukung adaptibilitas kita untuk memperbaiki balance of power.” ujar bapak Sagoro Dharmawan
“Teman-teman sekalian, melihat situasi saat ini, saya teringat kembali dengan salah satu filosofi yang dikemukakan Confucius yang berbunyi ‘education breeds confidence, confidence brings hope and hope brings peace’. Saat ini dunia tidak lagi berpihak secara absolut kepada kekuatan semata, melainkan kepada mereka yang memiliki keingintahuan untuk berinovasi, keberanian untuk memimpin dan mencoba, dan juga adaptif nan bijaksana dalam perubahan yang menghampiri hidupnya.” lanjut beliau
Bapak Sagoro Dharmawan melanjutkan bahwa pendidikan saat ini tidak hanya bersandang kekuatan untuk menopang detak jantung peradaban melalui jalur akademik, tetapi juga menjadi jembatan antara pengetahuan dan kebijaksanaan, keduanya yang tidak dapat digantikan oleh AI, serta dapat membangun kembali peradaban yang tergerus ketegangan konflik.
Nasihat sekaligus pembekalan penuh semangat Visioner, Integritas dan Profesional yang disampaikan Bapak Sagoro Dharmawan menunjukkan bahwa melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan, dapat membentuk pribadi bernilai demi masa depan bangsa dan negara.
Mengacu pada hal tersebut, Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) merupakan pilihan yang tepat bagi kalian yang ingin memperluas bentang wawasan serta karakter kepemimpinan yang baik. Tidak hanya mahasiswa UNDIRA berkesempatan untuk bertemu likeminded people, tetapi juga melalui sistem pendidikan sekaligus keberadaan dosen kompeten, mahasiswa juga akan menjadi duta masa depan bernilai VIP (Visioner, Integritas dan Profesional).
Bagaikan roda gigi yang terus berputar, pendidikan menawarkan solusi berupa a never-ending cycle of innovation for humanity sekaligus sebuah pertanda terhadap kepercayaan akan masa depan.
Meskipun apa yang kita buat maupun canangkan tidak akan selalu dirasakan saat ini, namun ilmu yang kita tinggalkan mampu menjadi sebuah legacy atau warisan agar anak cucu kita memiliki fondasi pemikiran untuk melanjutkan, menyempurnakan, serta membimbing arah peradaban agar tetap berjalan sejalan dengan nilai, visi, dan cita-cita kebaikan yang telah ditanamkan sebelumnya.
(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Pilar Pertumbuhan Ekonomi dari Waktu ke Waktu: Sejarah dan Peran Pasar Modal Indonesia: Hari Pasar Modal Indonesia.
Read more
Terakreditasi BAIK SEKALI, UNDIRA Perkuat Rekam Jejak Akademik Dosen untuk Masa Depan Visioner
Read more
Pertemuan Antara Kreativitas dan Emosi: Tujuan Menulis serta Manfaatnya
Read more
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432