Kawan atau Lawan? Dosen UNDIRA Kaji Opportunity dan Threat Bitcoin di Ekosistem Perbankan Indonesia.
Pengembangan ekosistem digital dan pengintegrasian data melalui digitalisasi kini telah berhasil memajukan berbagai sektor industri, khususnya segmen perekonomian, keuangan, sekaligus investasi. Sebagai salah satu komoditas yang cukup menuai perhatian publik, cryptocurrency tidak hanya berhasil mengenalkan konsep baru terhadap iklim investasi dan keuangan, tetapi juga berhasil merevolusikan cara pandang kita terhadap potensi digital economy.
Cryptocurrency atau singkatnya crypto, merupakan sebuah mata uang digital yang dapat digunakan tanpa harus melibatkan pihak ketiga seperti perbankan ketika digunakan dalam bertransaksi. Selebihnya, mengingat sifat crypto sebagai mata uang digital berbasis blockchain, maka crypto secara umum memiliki karakteristik yakni sistem distrubusinya terdesentralisasi di berbagai server di seluruh dunia, fleksibilitas menjadi nilai utama cryptocurrency. Saat ini beberapa wilayah di dunia, seperti Kanada, Berlin (Jerman), Paris (Prancis), dan Miami (Amerika) telah mulai menggunakan cryptocurrency tidak hanya sebagai instrumen investasi semata, tetapi juga sebagai alat pembayaran yang sah.
Meski memiliki sejumlah peluang yang mampu meningkatkan ekosistem perekonomian dan iklim investasi, terdapat sebagian notasi mengenai cryptocurrency yang perlu dikaji kembali. Mengacu pada hal tersebut, salah satu dosen Program Studi Manajemen, Ibu Nur Endah Retno Wuryandari, S.Sos., M.M., turut menguak lebih dalam prospek salah satu jenis crypto, yakni Bitcoin, khususnya di tengah ruang lingkup perbankan Indonesia.
Melalui kajiannya, beliau menggarisbawahi bahwa pada saat ini Indonesia menduduki posisi ketiga sebagai pemegang pasar crypto terbesar di dunia. Pada akhir tahun 2023, tercatat kurang lebih 28,52 juta pengguna crypto di Indonesia dengan total transaksi mencapai Rp. 122 triliun terutama pada mata uang crypto Bitcoin. Kesuksesan cryptocurrency dalam menduduki iklim investasi Indonesia turut mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta perbankan Indonesia untuk turut beradaptasi mengikuti perubahan dan mengkaji kembali berbagai regulasi protokoler dengan tujuan utama yakni menjamin keamanan para investor.
Kendati demikian, riset mengungkapkan beberapa kelemahan utama sistem Bitcoin dan crypto, yakni aspek keamanan transaksi. Dengan support arsitektur sistem yang berbasis blockchain, maka secara otomatis keduanya tidak terafiliasi dengan pengamanan standar yang dimiliki sistem sekuritas umumnya di perbankan. Lantas hal tersebut berpotensi memberikan kesempatan kepada para hacker untuk meretas sistem keamanan melalui berbagai celah yang ada.
Selebihnya mengacu pada Financial Innovation Theory, meskipun kemudahan yang terdapat pada inovasi Bitcoin mampu memudahkan laju investasi dan perdagangan secara konseptual, keberadaannya cenderung dinilai mampu menggerus emansipasi terhadap nilai mata uang lokal sekaligus berpotensi mendisrupsi perputaran keuangan perbankan jika tidak diimbangi dengan implementasi strategi dan penguatan sumber daya yang kuat untuk mencegah peningkatan transaksi Bitcoin.
Dikarenakan sifatnya yang volatil dan fluktuatif secara ekstrem, Bitcoin menghadirkan tantangan tersendiri dalam aspek manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, serta dari sudut pandang compliance. Karena sifatnya yang tergolong tidak teregulasi dengan baik di bawah institusi formal atau decentralized, praktik money laundering rawan terjadi di tengah FOMO Bitcoin maupun aset crypto lainnya. Tingkat volatilitas yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko kerugian bagi investor ritel maupun institusi
Kajian kali ini menjadi bahasan yang relatif membuka wawasan terhadap dunia crypto. Meskipun terdapat beberapa kontra, keberadaan crypto merupakan sebuah inovasi yang mengedepankan ekosistem keuangan inklusif sehingga mampu menjadi solusi alternatif perekonomian di masa mendatang.
Dengan penguatan regulasi yang progresif, sistem pengawasan yang komprehensif, serta edukasi publik yang berkelanjutan, ekosistem keuangan Indonesia berpeluang memanfaatkan potensi crypto secara optimal tanpa mengorbankan ketahanan perbankan nasional.
Source of Reference:
(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Tips Sukses Dalam Era Society dan Industry 5.0: Yuk Kenal Metode Amati, Tiru, Modifikasi (ATM)
Read more
Menjadi Pribadi Yang Profesional: Memulai Perubahan Dari Pribadi Dalam Bekerja
Read more
Pahlawanku, Teladanku: Melanjutkan Pendidikan Karakter di Zaman Modern dengan Ajaran Ki Ageng Suryomentaram
Read more
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432