html hit counter Riset dan Penelitian Berkualitas, Mendukung Literasi Indonesia: Menguak Metode “Slow Science” - Universitas Dian Nusantara

Riset dan Penelitian Berkualitas, Mendukung Literasi Indonesia: Menguak Metode “Slow Science”

Dilihat : 7
24 Februari 2026

Aksesibilitas teknologi dan jaringan kini memungkinkan distribusi informasi dengan sangat cepat. Namun, di tengah banjir informasi yang kerap kita temui di dunia maya, sering kali kita melihat kemunculan berbagai hoaks maupun detail dari sumber yang tidak terverifikasi. 

Dengan demikian, kebutuhan akan publikasi dan penelitian kini semakin dilirik kembali. Keduanya pada dasarnya dibuat dalam rangka meminimalisir misinformasi beserta kejanggalan data. Publikasi penelitian merupakan salah satu langkah strategis di era digitalisasi saat ini untuk kembali menumbuhkan tingkat kepekaan belajar (baik eksakta, sosial maupun budaya), minat riset, dan literasi publik. 

Dalam penelitian dan publikasi, ketepatan ialah sebuah aspek yang tidak dapat dikesampingkan. Hal ini mengacu kembali pada sifat penelitian dan publikasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Selebihnya, kemampuan keduanya dalam menjangkau publik dengan baik juga wajib diperhatikan. 

Namun demikian, keduanya terpaku pada deadline beserta relevansi topik. Saat ini algoritma menjadi salah satu penentu utama seberapa cepat publikasi mampu menuai perhatian publik. Lantas, dari strategi tersebut, budaya publikasi yang kian mengedepankan kuantitas daripada kualitas (publish or perish mentality) kian berkembang. 

Alhasil, junktification atau penerbitan publikasi ilmiah maupun jurnal tanpa kualitas memadai pun kian meluas. Selebihnya, dengan mentalitas gratifikasi instan dan pembuatan fakta di berbagai kanal media sosial berdasarkan subjektivitas atau word-of-mouth, kian mendukung junktification. 

Sebagai solusi terhadap budaya tersebut, metode ‘Slow Science’ mulai tumbuh di tengah ekosistem publikasi dan riset. Menurut kajian yang dimuat di TheConversation ID, Slow Science mengacu pada sebuah pola yang menentang obsesi terhadap kuantitas, kenaikan jabatan, atau bahkan insentif moneter. 

Slow Science mengedepankan para akademisi untuk membaca, memperdalam pemikiran, bereksperimen, dan tidak takut akan kegagalan demi menghasilkan output kajian yang matang dan bersifat long-lasting

Dalam ekosistem akademik, terdapat bidang yang cenderung mengedepankan metode Slow Science. Beberapa diantaranya ialah kajian yang menuntut pendekatan mendalam (terutama jika berkaitan dengan kemanusiaan beserta sejarah), reflektif (seperti studi sosial dan humaniora, psikologi), hingga analitik (seperti kajian politik, hukum dan ekonomi makro).

Meskipun penerapan Slow Science cenderung mengacu pada kajian humaniora dan filsafat, terdapat pula beberapa bidang eksakta yang mengimplementasikan pendekatan Slow Science. Sebagai contoh, Studi Dampak Lingkungan (Ekologi dan Teknik Sipil), Studi Kedokteran, dan Bioteknologi merupakan beberapa contoh dari ilmu eksakta yang turut mengedepankan Slow Science. Hal ini karena beberapa cabang ilmu eksakta juga turut wajib memperhatikan aspek kemanusiaan dan etnis. Disini, metode Slow Science mendorong adanya kajian multidisipliner kepada ilmu eksakta - terutama yang berkaitan dengan kemanusiaan dan kode etik.

Keberadaan Slow Science juga kian mendorong para akademisi untuk meminimalisir penggunaan AI melalui adanya ketersediaan waktu untuk memperdalam kajian fenomena sekaligus mendorong riset dan publikasi yang lebih autentik.

Sebagai universitas yang mengedepankan tata nilai Visioner, Integritas dan Profesionalisme, Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) turut serta berperan aktif dalam mendorong seluruh sivitas akademika untuk berkontribusi pada pengembangan inovasi dan riset yang mampu memberikan dampak kepada masyarakat.

Keberadaan Perpustakaan Universitas yang telah bekerja sama dengan DISPUSIP Jakarta dan menerapkan integrasi sistem Gale dan Digital Library sebagai sumber e-resource terpadu berkualitas yang dapat menunjang riset dan publikasi kawan UNDIRA. 

Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) UNDIRA juga turut serta bekerja sama untuk memfasilitasi para dosen untuk mengembangkan luaran Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) serta IPTEK yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Kembali lagi pada prinsip Slow Science yang mengedepankan luaran berkualitas serta bermanfaat, bersama UNDIRA, kami semua turut mendukung terlaksananya publikasi ilmiah, penelitian dan riset, sekaligus pengembangan IPTEK yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berdampak sekaligus mampu dipertanggungjawabkan bagi generasi saat ini dan seterusnya. 

Sumber Referensi:

TheConversation ID - ‘Slow science’ lebih cocok untuk riset bidang sosial humaniora di Indonesia

Digital Library UNDIRA 

Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Homepage

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432