html hit counter Etanol dan Pemanfaatannya Dalam Kendaraan Bermotor, Apakah Optimal? Simak Penjelasan Dosen Teknik Mesin UNDIRA Berikut - Universitas Dian Nusantara

Etanol dan Pemanfaatannya Dalam Kendaraan Bermotor, Apakah Optimal? Simak Penjelasan Dosen Teknik Mesin UNDIRA Berikut

Dilihat : 24
09 Januari 2026

Pada tahun 2025 kemarin, kita sempat disuguhkan dengan berita terkait implementasi Etanol sebagai campuran dalam Bahan Bakar kendaraan bermotor yang kita gunakan setiap harinya. Etanol sendiri pada dasarnya merupakan by product dari fermentasi bahan bakar nabati seperti tebu, jagung, ubi, atau jerami yang kaya akan gula atau pati. 

Pada proses pembuatannya berbagai bahan nabati tersebut akan diubah menjadi etanol oleh mikroorganisme. Etanol juga dapat dibuat dengan proses Petrokimia, yang singkatnya berperan dalam menyempurnakan bahan bakar agar aman sekaligus efisien bagi mesin melalui proses pemecahan molekul hidrokarbon. 

Menanggapi kapabilitas Etanol sebagai alternatif ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan kualitas bahan bakar, salah satu Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), bapak Anggananda Berlian R.M.S., ST., MT., bahwa memang Etanol memiliki beberapa benefit tersendiri.

Etanol memiliki sifat Aditif Instan yang berguna untuk meningkatkan Oktan secara cepat. Sebagai informasi, Oktan singkatnya adalah nilai yang mengindikasikan kemampuan bensin untuk menahan tekanan dan panas agar mesin tidak terbakar secara spontan (knocking). Semakin tinggi angka oktan (92 s.d 95) maka semakin bagus kualitas bahan bakar tersebut. 

Etanol (dan juga Bioetanol) sendiri memiliki sifat yang cenderung ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi Karbon Monoksida (CO) yang besar, namun meskipun Etanol merupakan peningkat kualitas bahan bakar serta lingkungan yang baik, namun Etanol sendiri kurang bersinergi dengan mesin.

Secara teknis, penggunaan etanol berimplikasi negatif terhadap durabilitas mesin kendaraan. Anggananda Berlian R.M.S., S.T., M.T., menegaskan bahwa mayoritas spesifikasi mesin saat ini belum dirancang untuk mengakomodasi konsentrasi etanol yang tinggi. Hal ini diperburuk oleh sifat higroskopis etanol yang mampu menyerap uap air, sehingga memicu korosi dan mempercepat degradasi komponen mesin seperti karet dan seal dalam jangka panjang.

Bapak Anggananda memaparkan klasifikasi campuran etanol mulai dari kadar rendah (E5-E10) hingga kadar tinggi (E20-E85). Nomenklatur 'E' merepresentasikan persentase volume etanol dalam bahan bakar; sebagai contoh, E5 mengandung 5% etanol dan 95% bensin murni. 

Saat ini, mayoritas kendaraan standar hanya kompatibel dengan takaran E5 hingga E10. Sementara itu, penggunaan konsentrasi tinggi (E20 ke atas) menuntut spesifikasi teknologi khusus yang dikenal sebagai Flexible-Fuel Vehicle (FFV) agar mesin dapat beradaptasi dengan kandungan Etanol yang tinggi.

Sebagai penutup, Anggananda menekankan urgensi bagi para calon insinyur Teknik Mesin UNDIRA untuk mengedepankan tanggung jawab profesional di masa depan. Perancangan mesin tidak boleh hanya berorientasi pada optimalisasi performa sesaat, tetapi juga wajib memperhitungkan aspek durabilitas jangka panjang. Oleh karena itu, penguasaan disiplin ilmu Metalurgi, Mekatronika, dan Rekayasa Material menjadi kompetensi mutlak agar lulusan mampu merancang mesin yang tidak hanya efisien, tetapi juga adaptif terhadap tantangan transisi energi dan variabilitas bahan bakar.

Sumber Referensi: 

Dosen Bicara Series: Bapak Anggananda Berlian R.M.S., S.T., M.T., - “Bahan Bakar Ramah Lingkungan Biofuel dan Etanol”

(Sekar Ayu / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara 

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432