Perempuan Berdaya dan Berkarya: Peran Seorang Ibu menuntun Generasi Muda di Era Modern Menuju Keemasan 2045
Memasuki tahun 2025, Peringatan Hari Ibu ke-97 mengusung tema sentral dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA): “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema ini menegaskan bahwa peran ibu dan perempuan tidak lagi terbatas pada ranah domestik, melainkan menjadi pilar strategis dalam pembangunan nasional yang berkarakter.
Dalam ruang lingkup akademik, peran seorang ibu kini tidak lagi dipandang secara tunggal dalam ranah domestik, melainkan telah bertransformasi menjadi pilar kekuatan spiritual dan juga intelektual yang menyokong ketahanan generasi muda melalui implementasi nilai-nilai Budi Luhur dan karakter yang memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional, karena sesungguhnya pendidikan seorang anak berawal dari lingkungan keluarga yang membesarkannya.
Dalam membentuk anak bangsa, "mendidik dengan hati" merupakan sebuah pendekatan yang menempatkan empati, kasih sayang, dan keteladanan sebagai instrumen utama dalam pembentukan karakter anak. Di tengah disrupsi digital dan tantangan moralitas global, peran ibu sebagai pendidikan pertama menjadi semakin penting untuk diperhatikan. Mendidik dengan hati bukan berarti mengabaikan ketegasan, melainkan menerapkan pola asuh yang mengedepankan kecerdasan emosional dan spiritual.
Pendekatan ini menjadi sangat relevan dalam upaya menyiapkan generasi masa depan yang memiliki resiliensi tinggi, namun tetap memiliki kepiawaian dalam mengelola emosi dan menjaga integritas diri.
Selain menjadi figur dalam keluarga yang memiliki, dan mendekatkan pendidikan emosional kepada anak mereka, perempuan yang berdaya juga menempatkan otonomi atas dirinya sendiri dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya. Semangat berkarya seorang ibu saat ini tidak hanya tercermin melalui karier profesional, tetapi juga melalui kreativitas dalam mengelola rumah tangga, pemberdayaan komunitas, hingga keterlibatan dalam sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Pemberdayaan perempuan memiliki korelasi linear dengan kualitas pengasuhan. Seorang ibu yang berdaya secara intelektual dan ekonomi cenderung memiliki literasi gizi dan pendidikan yang lebih baik, yang secara langsung berkontribusi pada penurunan angka stunting dan peningkatan derajat kesehatan anak. Dengan demikian, semangat berkarya bagi seorang perempuan adalah bentuk pengabdian nyata bagi ketahanan keluarga dan kedaulatan bangsa.
Visi Indonesia Emas 2045 menuntut keberadaan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, etika kerja, dan jiwa nasionalisme. Di sinilah sinergi antara peran domestik dan publik perempuan bertemu. Ibu sebagai pembimbing generasi memiliki tugas berat untuk melakukan "rekayasa karakter" sejak dini.
Proses membimbing ini melibatkan penanaman nilai-nilai seperti kejujuran, gotong royong, dan kemandirian. Dalam narasi pembangunan nasional, perempuan ditempatkan sebagai agen perubahan (agent of change). Ketika perempuan berdaya dan berkarya, mereka mentransfer nilai-nilai kemandirian dan kerja keras tersebut kepada anak-anaknya melalui observasi perilaku sehari-hari.
Peringatan Hari Ibu ke-97 harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem yang mendukung pemberdayaan perempuan. Kebijakan publik yang responsif gender, perlindungan terhadap kekerasan, serta penyediaan fasilitas publik yang ramah ibu dan anak adalah syarat mutlak agar perempuan dapat berkarya secara optimal tanpa meninggalkan tanggung jawabnya dalam mendidik generasi.
Sebagai kesimpulan, tema "Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045" adalah sebuah panggilan aksi. Mendidik dengan hati adalah metodenya, pemberdayaan adalah kekuatannya, dan Indonesia Emas adalah tujuannya. Dengan menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan yang setara, kita sedang meletakkan batu pertama bagi kejayaan bangsa dua dekade mendatang. Selamat Hari Ibu ke-97; jayalah perempuan Indonesia, jayalah bangsa.
(Kornelia Johana Dacosta / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
WEBINAR#41 : “Pentingnya Sumber Daya Manusia Indonesia yang Berwawasan Kebangsaan dalam Membangun Negeri.â€
Read more
Kunjungan Mahasiswa UNDIRA ke DPRD DKI Jakarta, Pengalaman Praktik Reportase yang Menginspirasi
Read more
Momen Sakral Bagi Para Sarjana: Wisuda, Lebih Dari Sekedar Mengenakan Toga
Read more
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432