Kesehatan untuk Semua: Inisiatif Kemenkes Menuju Indonesia Emas 2045

25 Mei 2024

Kesehatan adalah suatu hal yang tidak tergantikan karena merupakan fondasi utama dari kualitas hidup dan produktivitas seseorang. Tanpa kesehatan yang baik, individu tidak dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal, termasuk bekerja, belajar, dan berinteraksi sosial. Kesehatan yang buruk dapat menghambat kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan dan potensi penuh mereka, serta meningkatkan beban ekonomi baik pada individu maupun masyarakat melalui biaya perawatan medis yang tinggi dan kehilangan produktivitas.

Selain itu, kesehatan juga berpengaruh langsung pada kesejahteraan mental dan emosional, sehingga menjaga kesehatan adalah kunci untuk mencapai kehidupan yang seimbang dan bahagia. Dalam konteks yang lebih luas, masyarakat yang sehat merupakan dasar bagi pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Di Indonesia sendiri dilansir dari tes Air Quality Indonesia (AQI) dapat dilihat bahwa kondisi udara terutama di Jakarta pada rentan waktu weekday cenderung berada pada skala moderat atau buruk. Dengan adanya faktor udara buruk mengakibatkan penurunan kualitas ketersediaan Oksigen karena banyaknya molekul Karbon Monoksida (CO) yang dilepaskan oleh knalpot mesin kendaraan. 

Dilansir dari penelitian Kemkes, banyaknya intensitas Karbon Monoksida  pada seseorang yang kian hari menumpuk akan mengakibatkan beberapa gangguan kesehatan seperti; iritasi mata, sesak nafas, pusing, sesak nafas, dan tekanan darah tinggi.

Pada saat ini dengan banyaknya faktor seperti; pandemi, peperangan, dan kondisi lingkungan yang berubah secara dinamis, maka banyak tantangan yang muncul bagi kesehatan baik dari segi psikologi atau fisik. Hal ini terutama dapat dengan mudah diperhatikan dengan banyaknya Generasi Z yang mudah sakit dan lelah. 

Generasi Z sangat rentan dengan masalah kesehatan karena berbagai faktor yang berkaitan dengan gaya hidup modern dan tantangan unik yang mereka hadapi. Beberapa alasan utama menurut kutipan dari Alodokter meliputi:

  1. Paparan Digital yang Tinggi: Generasi Z tumbuh dalam era digital, yang berarti mereka sering menghabiskan waktu lama di depan layar. Ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan penglihatan, masalah postur tubuh, dan kurangnya aktivitas fisik.

  1. Kesehatan Mental: Tekanan dari media sosial, tuntutan akademik yang tinggi, dan ketidakpastian ekonomi berkontribusi pada meningkatnya tingkat stres, kecemasan, dan depresi di kalangan generasi ini.

  1. Gaya Hidup Tidak Sehat: Kebiasaan makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan pola tidur yang buruk adalah masalah umum. Pola makan yang kaya akan makanan cepat saji dan rendah nutrisi berdampak buruk pada kesehatan fisik.

  1. Kurangnya Interaksi Sosial Langsung: Meskipun sangat terhubung secara digital, generasi ini sering mengalami kurangnya interaksi sosial langsung yang penting untuk kesejahteraan emosional dan sosial.

  1. Paparan Informasi yang Berlebihan: Akses terus-menerus ke informasi dapat menyebabkan kelelahan mental dan informasi yang salah terkait kesehatan, yang bisa mengarahkan pada praktik kesehatan yang tidak tepat.

  1. Perubahan Lingkungan: Masalah lingkungan seperti polusi dan perubahan iklim juga berdampak negatif pada kesehatan generasi ini, yang menghadapi risiko jangka panjang dari degradasi lingkungan.

Salah satu masalah lain yang timbul pada generasi muda ialah munculnya gaya hidup yang tidak stabil seperti; banyaknya konsumsi junk food, konsumsi gula berlebihan dan kurangnya olahraga menimbulkan berbagai gangguan kesehatan secara fisik dan psikis. 

Menurut International Diabetes Federation IDF, Indonesia menduduki peringkat kelima dalam ranking penderita diabetes dunia. pada riset yang dilakukan di tahun 2021, tercatat terdapat 19,5 juta penderita diabetes dan diprediksi naik ke angka 28,6 juta di tahun 2045. Persoalan ini telah menyita perhatian Kementerian Kesehatan yang melabelkan diabetes sebagai “mother of all diseases” yang dapat berdampak pada penyakit jantung, stroke, dan ginjal. 

Kementerian Kesehatan memberikan tanggapan terhadap isu kesehatan yang ada di Indonesia yang akan berdampak pada kemajuan bangsa. Dengan banyaknya penurunan angka kesehatan di Indonesia, maka Kemenkes melakukan kolaborasi dengan beberapa kampus untuk menggalang program demi mensukseskan target Indonesia Emas 2045

Sebagai salah satu bentuk pembekalan bagi para masyarakat terutama untuk para Generasi muda, Kementerian Kesehatan melakukan program ‘Transformasi Kesehatan’ untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menuju salah satu target program Indonesia Emas 2045 yakni menjadikan Indonesia sebagai bentuk Sumber Daya Manusia unggul. 

Dalam usaha merealisasikan program tersebut Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan beberapa pihak terutama dari sektor pendidikan. Dalam hal tersebut, civitas perguruan tinggi memiliki jalur terdekat sebagai pihak penyaluran informasi kepada para generasi muda dan masyarakat sekitar melalui berbagai program unik yang dibuat oleh para mahasiswa sebagai penggerak program Kemenkes.

Sehubungan dengan hal tersebut, pihak Kemenkes mengundang representatif Dekan dan 1 (satu) orang koordinator MBKM dari pihak perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai bagian dari rumpun kesehatan/Penanggung jawab program “Kampus Sehat” yang akan dilaksanakan secara daring pada Pertemuan Koordinasi Perguruan Tinggi mulai dari tanggal 16-18 Mei 2024. 

Sehubungan dengan adanya program Kemenkes tersebut sebagai bentuk upaya pelaksanaan Indonesia Emas 2045 dengan bantuan kerjasama pihak kampus yang ditunjuk, maka diharapkan visi Indonesia untuk mencapai pembentukan Sumber Daya Manusia unggul dapat tercapai. Sebagai salah satu kampus Indonesia, Universitas Dian Nusantara berperan sebagai salah satu penggerak kesehatan bagi para generasi muda Indonesia. Dengan antusias para mahasiswa UNDIRA dalam mendorong langkah kesehatan agar tercapainya generasi Indonesia yang sehat melalui kolaborasi program kesehatan yang diadakan Kemenkes. 

Terlepas dari pandangan program tersebut bagi kesuksesan bangsa dan negara, kesehatan juga dapat mensejahterakan keseharian seseorang terutama bagi para generasi muda. Dengan adanya pemeliharaan tubuh, maka dapat tercapainya suasana positif baik dari aspek rohani dan jasmani. Karena tubuh yang sehat ialah sebuah kebanggaan bukan hanya untuk keluarga dan orang yang kita sayangi, namun juga berlaku untuk diri sendiri sebagai bentuk apresiasi kehidupan.

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

[email protected]

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial

www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432

https://merdekabelajar.kemdikbud.go.id/files/sthai/