html hit counter PHP2Shell dan Remote Code Execution: Memahami Celah Keamanan dalam Ekosistem Web - Universitas Dian Nusantara

PHP2Shell dan Remote Code Execution: Memahami Celah Keamanan dalam Ekosistem Web

Dilihat : 90
02 November 2026

Beberapa waktu lalu, dunia sempat digetarkan dengan adanya titik lemah siber pada sejumlah website yang terjadi di sejumlah negara, yang pada akhirnya mengakibatkan sejumlah website untuk “dimatikan” terlebih dahulu. Menurut beberapa sumber, hal ini dikarenakan adanya vulnerability atau celah kelemahan pada framework dan juga mayoritas bahasa pemrograman yang kemudian dapat dieksploitasi menggunakan metode RCE. Pertanyaannya sekarang adalah, apa itu RCE dan mengapa keberadaannya cukup menyebalkan? Yuk, kita bahas bersama, kawan UNDIRA. 

Pertama, yang perlu digarisbawahi adalah, Remote Code Execution atau singkatnya RCE, merupakan kemampuan menjalankan kode atau program pada sistem target dari jarak jauh. Dalam konteks cybersecurity, RCE biasanya terjadi ketika penyerang berhasil memanfaatkan celah kerentanan sistem yang sama sekali belum ditambal (patch) oleh pengguna, sehingga penyerang dapat menjalankan instruksi yang tidak diizinkan oleh pemilik sistem tanpa perlu login dengan cara code injection, command injection, dan insecure deserialization. 

Nah, sekarang mari kita lihat RCE dari kasus yang terjadi belum lama ini. Pertama, kawan UNDIRA perlu memahami bahwa sekitar 60-70% website dan Content Management System (CMS) saat ini menggunakan mesin PHP. Keberadaan PHP sendiri saat ini dibilang cukup integral dalam menjalankan berbagai website, baik dari segi manajemen pengelolaan sistem maupun database. Nah, RCE yang beredar belum lama ini MEMANFAATKAN celah keamanan PHP.

Nah, letak masalah bermula dari studi kasus RCE yang baru ini beredar menggunakan vulnerability gap PHP2Shell dengan memanfaatkan dua mekanisme celah, yakni CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Sederhananya, keduanya memanfaatkan celah internal PHP yang tersisa pada saat terjadi kesalahan pembebasan memori request oleh PHP sendiri, yang sayangnya terkadang akan menyebabkan korupsi memori yang mengakibatkan terbukanya peluang pemasukan beserta eksekusi kode berbahaya. Nah, ketika kode sudah disisipkan oleh penyerang, dan ketika PHP mencoba merefresh kembali data sebelumnya, PHP juga berpotensi menjalankan malicious code atau kode berbahaya. Nah, dari sinilah penyerang bebas mengutak-atik server dan bahkan website kalian.

Menurut CVSS v4.0, kedua mekanisme memiliki nilai skala severity sebesar 9.2 sampai dengan 10, yang berarti keduanya akan berdampak besar bagi keamanan dan kinerja sistem. Meskipun demikian, perlu dinotasikan bahwa setiap RCE memiliki danger level yang tidak selalu sama. 

Selain mampu mengkompromi aksesibilitas sistem dan website, dampak lain yang terjadi ketika terdapat serangan RCE ialah: kebocoran data, adanya penanaman pintu belakang (backdoor) yang permanen meskipun sudah mengunduh versi patch pengamanan terbaru, dan bahkan RCE PHP2Shell dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk menyelusup ke website-website lain dengan celah keamanan besar. 

Namun tenang, kawan UNDIRA, RCE ini sebenarnya dapat dianulir juga dengan beberapa cara, di antaranya: instal versi PHP terbaru dari Github - utamanya PHP versi 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, atau 8.2.35. Setelah pemasangan, inventarisasikan semua versi PHP yang pernah dipasang, dan jangan hanya mengecek server yang terhubung ke internet, cek juga subdomain dan juga aplikasi bawaan jika kalian menggunakan hosting. Cek juga tanda-tanda file yang tidak dikenal melalui direktori web server. Terakhir, jika belum mengambil tindakan preventif sama sekali, tutup sementara akses website.

Dari kasus PHP2Shell ini, kita belajar bahwa satu celah kecil pada kode atau pengelolaan memori saja sudah cukup untuk mengguncang sejumlah website di berbagai negara. Di balik setiap sistem yang aman, ada software engineer yang memahami cara kerja perangkat lunak sampai ke dalamnya: menulis kode yang rapi, menerapkan secure coding, dan sigap menambal kerentanan sebelum dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.  

Konsentrasi Software Engineer di Program Studi Teknik Informatika Universitas Dian Nusantara siap jadi tempatmu bertumbuh. Di sini, kamu akan dibekali fondasi rekayasa perangkat lunak yang kuat agar kelak bisa menjadi pengembang yang tidak hanya membuat sistem berjalan, tetapi juga menjaganya tetap aman. Jangan tunggu celah berikutnya muncul. Yuk, mulai langkahmu bersama UNDIRA dan jadilah bagian dari generasi software engineer yang siap menjaga dunia digital.

Sumber Referensi: 

WatchTowr Official Website - Frequently Asked Questions About PHP Remote Code Execution (PHP2Shell CVE-2026-109618 & CVE-2026-109619)

CyberStudioID Instagram - PHP2Shell, Celah Keamanan Kritis Yang Bisa Diambil Alih

BloombergTechnoz Instagram - AI Temukan Titik Lemah di Pemrograman PHP, Jadi Incaran Peretas

0dayExploit101 Instagram - PHP2Shell

Mang Koding Instagram - 2 Celah Kritis Tanpa Login

(Bapak Giri Purnama - Danang Respati Wicaksono / UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Kranggan

Jln. Raya Kranggan, No.6,

Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432