Perkuat Pemahaman Pasar Modal, Prodi Manajemen UNDIRA Adakan Kunjungan ke Bank Mandiri Kantor Cabang Greenville
Jakarta, 28 Oktober 2026 - Tidak sedikit orang menganggap pasar modal itu rumit dan penuh risiko. Wajar saja, sebab banyak yang hanya mengenalnya lewat angka-angka yang naik turun di layar. Namun bagi mereka yang mau menyelaminya, pasar modal justru menyimpan peluang, melatih disiplin, dan mengajarkan cara mengatur keuangan dengan lebih bijak. Pelajaran semacam itu tidak cukup didapat dari buku teks, melainkan dari para praktisi yang setiap hari bercengkrama di bidangnya. Itulah alasan Program Studi Manajemen Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) bersama Growin by Mandiri Sekuritas menggelar seminar “Financial Clinic: Penguatan Literasi Keuangan dan Investasi Sejak Dini”, pada Rabu, 27 Oktober 2026 lalu.
Berlangsung di Kantor Cabang Bank Mandiri KCP Greenvile, Jakarta Barat, seminar literasi keuangan ini disambut penuh antusiasme oleh 23 peserta mahasiwa dari Program Studi Manajemen UNDIRA, didampingi kepala Program Studi Manajemen, Ibu Ari Apriani, S.E., M.M., beserta dosen Program Studi Manajemen, Direktur Inovasi dan Pengembangan Usaha, Bapak Eriklex Donald Sahusilawane, S.E., M.M., sekaligus Kepala Pusat MKCU dan MBKM, Bapak Luthfi Alhazami, S.E., M.M.
Mengawali berjalannya pembelajaran, Ibu Indah January Masimambow, selaku Branch Manager Bank Mandiri KCP Greenvile mengatakan bahwa dalam ketidakstabilan pasar modal, penting bagi generasi muda untuk dapat lebih jeli memantau pergerakan saham dengan saksama. Beliau berpesan bahwa dalam investasi, penting bagi generasi muda untuk tidak hanya terkesima dengan cuan semata. Pemahaman yang baik adalah senjata utama seorang investor andal.
“Pengelolaan investasi itu bukan hanya berpusat pada target untuk mendapatkan profit ya. Kita harus memiliki strategi placement yang tepat, memahami risiko saham-saham beserta sektornya, lalu kita juga harus memfaktorkan exit strategy yang optimal sehingga kita tetap aman dan mampu mendapatkan keuntungan.” ujar Ibu Indah January Masimambow.
Merasakan sentimen serupa, Wakil Rektor II Bidang SDM dan Keuangan UNDIRA, Bapak Dwi Sapto Febriantaka, M.A., yang menyempatkan diri untuk hadir secara langsung bersama dengan para mahasiswa menyatakan bahwa melalui seminar literasi keuangan, pemahaman mahasiswa akan wawasan investasi akan lebih tajam dan mahasiswa dapat menjadi active investor dalam pasar modal Indonesia.
“Untuk berinvestasi sebenarnya kita tidak perlu memiliki dana yang terlalu besar juga, yang penting terdapat kemauan untuk belajar dan untuk sedikit membuka berita-berita agar pemahaman kita tetap up-to-date dengan berbagai hal. Saya harap ilmu yang kalian dapatkan kali ini mampu membantu kalian baik dalam perkuliahan, maupun ketika kalian terjun ke dalam dunia investasi ke depannya.” ujar Bapak Dwi Sapto Febriantaka, M.A.

Memasuki sesi inti, Bapak Norman, selaku Financial Literacy and Educator Growin by Mandiri, mengajak para mahasiswa untuk mengubah cara pandang dan juga metode analisis pasar modal mahasiswa. Menurut beliau, saham bukan sekadar deretan kode dan angka yang bergerak di layar, melainkan potongan kepemilikan atas sebuah bisnis yang nyata, dan berpotensi mengalami fluktuasi atau perubahan bergejolak.
Dari pemahaman dasar tersebut, pemaparan berlanjut pada dua pendekatan yang lazim digunakan investor dalam membaca saham, yakni analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental dijelaskan sebagai cara menilai kesehatan sebuah perusahaan dari dalam, mulai dari laporan keuangan, perolehan laba, tingkat utang, hingga prospek bisnis ke depan. Pendekatan ini membantu investor menjawab pertanyaan yang paling mendasar, yaitu apakah perusahaan ini layak untuk dimiliki dalam jangka panjang. Sementara itu, analisis teknikal lebih berfokus pada pola pergerakan harga dan volume transaksi yang tergambar pada grafik, sehingga investor dapat membaca arah tren serta memperkirakan waktu yang tepat untuk masuk maupun keluar dari pasar. Beliau menegaskan bahwa keduanya tidak perlu dipertentangkan, sebab fundamental membantu menentukan saham apa yang dipilih, sedangkan teknikal membantu menentukan kapan waktu yang pas untuk bertindak.
Selain, memberikan pemahaman teoritis mengenai penggunaan analisis fundamental dan teknikal, beliau juga menginfokan sejumlah tips dan trick terkait pemilihan saham yang tepat dengan minimal risk terhadap “saham gorengan”, yang juga diiringi dengan praktik langsung menggunakan aplikasi Growin by Mandiri dan laman resmi miliki Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

“Saat ekonomi tumbuh dan daya beli meningkat, kinerjanya ikut terdongkrak, namun ketika ekonomi melambat, sektor-sektor ini pula yang biasanya lebih dulu terasa tekanannya. Di sisi lain, sektor non-siklikal atau defensif, seperti makanan dan minuman, kebutuhan pokok, farmasi, layanan kesehatan, dan telekomunikasi, relatif lebih stabil karena produknya tetap dibutuhkan masyarakat dalam kondisi ekonomi apa pun. Orang boleh menunda membeli mobil baru, tetapi tidak bisa menunda makan dan membeli obat. Pemahaman inilah yang penting bagi investor muda dalam menyusun portofolio yang seimbang,” ujar Bapak Norman.
Menutup sesi kunjungan dan pembelajaran, Ibu Frieska Sitorius, selaku Vice President Bank Mandiri, berpesan bagi mahasiswa UNDIRA untuk jangan berhenti belajar, karena sebagaimana ilmu itu merupakan komoditas berharga seperti emas, ilmu juga dapat mengawal jalur investasi dan manajemen keuangan menuju arah yang lebih baik.

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Kranggan
Jln. Raya Kranggan, No.6,
Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432