html hit counter Sumpah Pemuda, Lebih dari Slogan: Aksi Pemuda Membangun Negeri - Universitas Dian Nusantara

Sumpah Pemuda, Lebih dari Slogan: Aksi Pemuda Membangun Negeri

Dilihat : 27
27 Oktober 2026

“The greatness of a human is not in how much wealth or power they acquire, but in their integrity and their ability to affect those around them positively.” Kata-kata dari salah satu figur musisi terkenal, Bob Marley, sangat tegas menjelaskan bahwa manusia yang baik adalah teladan yang dapat mengawal kuasa dengan integritas, demi memberikan dampak positif pada sekelilingnya. 

Sejak kecil, kawan UNDIRA mungkin mengingat bahwa kita selalu diajarkan bahwa janji dan juga sumpah bukanlah sekadar pemanis semata, melainkan sebuah bukti, sebuah komitmen seseorang untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah pribadi berintegritas. Sebuah janji atau sumpah terlahir dari kesadaran sederhana, bahwasanya ucapan akan bernilai seketika terdapat kesediaan diri untuk memikul dan merealisasikan ide melalui perubahan berdampak. Ketika kita mengingat kata janji, seketika kita juga mengingat salah satu hari besar dan monumental bagi bumi Nusantara dan seluruh rakyat Indonesia, yakni Hari Sumpah Pemuda, yang jatuh setiap tahun pada tanggal 28 Oktober. 

Hari Sumpah Pemuda diawali dengan sebuah putusan pada Kongres Pemuda Kedua yang digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) di Jakarta yang diadakan pada 27-28 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop dan Indonessche Clubgeb (kini dikenal sebagai Rumah Indekos, Jl. Kramat No. 106, Jakarta). Adapun putusan yang dimuat meliputi pernyataan kebangsaan dan aspirasi seluruh pemuda-pemudi Indonesia dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama untuk melahirkan pemahaman setara dan disebarluaskan sebagai asas sekaligus pengokoh kesatuan ideal serta kepercayaan bangsa Indonesia.

Sumpah Pemuda sendiri memiliki 3 butir janji yang tertuang dan diwariskan dari masa ke masa. Pertama - “Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia”, Kedua - “Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia”, dan Ketiga - “Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Meskipun memiliki isi yang padat sekaligus menggugah semangat kebangsaan bersama, kini seiring berjalannya waktu ketiga butir janji tersebut seakan hanya terucap di ujung lidah semata. 

Beranjak ke masa modern, kehidupan bangsa Indonesia seakan seperti diselimuti berbagai kontradiksi dan polemik yang tidak kunjung henti. Tidak bisa dipungkiri bahwa tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidaklah ringan. Ketika kita berbicara mengenai kondisi Indonesia, kita diingatkan kembali akan ketidaksetaraan sosial budaya, ketidakpastian perekonomian, pertumbuhan literasi yang tidak jenuh, dan belum lama ini, isu hangat yang muncul dari berbagai hutan di Indonesia yang semakin mencekik dan menempatkan ketidakpercayaan berbagai negara kepada Indonesia, lantas berdampak panjang dalam mempersulit kehidupan bersama. Kini sudah saatnya kita bangkit, we forge a new beginning with the spirit of youth.

Dalam semangat Hari Sumpah Pemuda mendatang yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, sudah selayaknya hari bersejarah ini bukan hanya dipandang sebagai catatan bersama saja, kawan UNDIRA. Membangun bangsa yang kokoh berarti kita bersedia melangkah dari sekadar mengucapkan janji menuju menepatinya, dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan keseharian. Patriotik tidak selalu diiringi dengan upacara, ketegasan suara belaka, tetapi tentang merealisasikan kepedulian merawat tanah air, menumbuhkan transparansi dan semangat literasi bangsa, dan mulai dari menjaga lingkungan sekitar hingga turut menyuarakan kelestarian alam nusantara bersama. Gigih berarti tidak mudah menyerah di tengah tantangan, tekun menempa ilmu, berkarya, dan berinovasi meski jalan yang ditempuh tidak selalu mulus. Sementara berempati berarti mau mendengar dan merangkul sesama anak bangsa, melampaui sekat suku, agama, dan daerah, sebagaimana para pemuda 1928 yang berani menanggalkan perbedaan demi satu cita-cita bersama. We create change, from small steps towards larger and better ending.

“Karena menjaga Indonesia, berarti menjaga kehidupan semua. Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Satu tanggung jawab untuk menjaga Indonesia”. Selamat Hari Sumpah Pemuda, Kawan UNDIRA, mari jadikan ketiga butir janji sebagai bahan bakar, untuk menggerakkan Indonesia menuju era yang lebih baik.

Sumber Referensi:

Video Sumpah Pemuda Mahasiswa UNDIRA 

Sejarah Sumpah Pemuda - Laman Resmi Kemenbud

Sumpah Pemuda dan Partisipasi: Relevansi Suara Kaum Muda Hari Ini

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Kranggan

Jln. Raya Kranggan, No.6,

Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432