html hit counter Bangun Profesionalisme Digital dan Kesiapan Karier Sejak Dini, BPKA UNDIRA dan Kinobi Adakan Workshop Seminar Karier - Universitas Dian Nusantara

Bangun Profesionalisme Digital dan Kesiapan Karier Sejak Dini, BPKA UNDIRA dan Kinobi Adakan Workshop Seminar Karier

Dilihat : 20
21 Oktober 2026

Jakarta, 21 Oktober 2026 - Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif kini tidak hanya memandang pencapaian IPK dan nilai semata sebagai acuan utama penyerapan tenaga kerja. Dunia kerja saat ini menuntut mahasiswa beserta lulusan untuk memiliki kompetensi teknis yang relevan serta kemampuan personalisasi diri yang adaptif dan profesional. Selain itu, diperlukan pula tata kelola penyusunan Curriculum Vitae (CV), Profil LinkedIn, dan Personal Branding yang mumpuni demi meningkatkan peluang penyerapan kerja dan pengembangan karier. 

Menjawab kebutuhan kesiapan karier dan langkah strategis dalam membangun budaya profesionalisme bagi mahasiswa Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), Biro Pengembangan Karier dan Alumni (BPKA UNDIRA) bersama dengan Kinobi senantiasa mengadakan workshop karier bertajuk “Stand Out and Get Hired: Upgrade Your CV, LinkedIn, and Personal Branding”. Bertempat di Ruang Smart Classroom Kampus Tanjung Duren, Jakarta Barat, workshop kali ini disambut dengan penuh antusiasme oleh sebanyak 50 peserta mahasiswa UNDIRA.

Mengawali berjalannya workshop, Ibu Dewi, selaku Staf Biro Karier dan Alumni UNDIRA, berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan membuka pemahaman kawan UNDIRA dalam pembuatan CV yang optimal, sekaligus meningkatkan manajemen beretika dan personal branding dalam proses rekrutmen. Beliau berpesan bahwa CV dan portofolio saja bukanlah penjamin apakah kita diterima atau tidak, dan sesungguhnya praktik baiklah yang akan menghantarkan kita pada jalan terbaik. 

1

Senada dengan hal tersebut, Ibu Najla Afiyah, selaku Customer Success Associate Kinobi, menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami sejak dini berbagai strategi jitu agar dilirik oleh perusahaan. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa CV sebaiknya memuat data secukupnya, tidak berlebihan, tetapi juga tidak terlalu sedikit. Mahasiswa juga disarankan untuk memperhatikan jenis perusahaan yang dilamar, serta memprioritaskan pembuatan CV ATS daripada CV non-ATS. Menurut beliau, CV ATS lebih memudahkan perusahaan memetakan kompetensi yang dibutuhkan untuk magang maupun kerja, sekaligus meningkatkan peluang mahasiswa untuk diterima. 

Menurut beliau, deskripsi CV yang ideal memuat tiga unsur: relevansi, tindakan, dan dampak yang dihasilkan, yang bila memungkinkan dinyatakan dalam bentuk persentase. Perbedaannya tampak pada dua kalimat berikut. “Responsible for organizing UNDIRA Career Fest Event Division” berhenti pada tanggung jawab, sedangkan “Led a 12-person team to run UNDIRA Career Fest, reaching approximately 3,200 attendees and achieving 120% of the target” memperlihatkan peran, aksi nyata, sekaligus hasil yang terukur. Sebagai tips tambahan, mahasiswa juga dapat mencermati kata kunci (keyword) spesifik pada deskripsi pekerjaan (job description) dalam lowongan, lalu menyesuaikan isi CV ATS mereka dengan kata kunci tersebut. 

1

Mahasiswa juga diminta lebih jelih memperhatikan kembali typo sampai dengan penamaan file yang disarankan tidak sembarangan, seperti; final_bangetnihCV (nama kalian). Mahasiswa lantas disarankan menggunakan nama beserta foto profil yang proper untuk meningkatkan citra profesional dan branding mereka. CV juga diwajibkan memiliki deskripsi kuantitatif untuk meningkatkan minat HR dalam proses seleksi kandidat. 

Lamaran yang masuk lebih dulu melewati pemindaian otomatis oleh sistem ATS, kemudian ditinjau sekilas oleh perekrut selama sekitar enam detik, sebelum disaring menjadi daftar pendek (shortlist) bersama tim HR sesuai kategori dan kebutuhan posisi yang dibuka.  

Tak berhenti pada penyusunan dokumen, workshop juga membekali peserta untuk menghadapi wawancara sebagai panggung personal branding. Ketika diminta bercerita tentang diri dan pengalaman, peserta dianjurkan mengikuti alur masa kini, masa lalu, lalu masa depan (present–past–future). Kehati-hatian dalam berbicara pun perlu dijaga, sebab perekrut tidak hanya menilai isi jawaban, tetapi juga membaca potensi cara kerja dan persona pelamar, apakah cenderung mendominasi atau mudah bekerja sama. Agar jawaban tetap runtut, peserta diperkenalkan pada metode STAR, yakni Situation yang berkaitan dengan SWOT pribadi dan situasi yang dihadapi, Task, Action, dan Result. Di sisi lain, pelamar juga dipersilakan menanyakan sistem komunikasi dan budaya kerja perusahaan, sebab wawancara adalah proses dua arah yang dapat menumbuhkan kesan baik di kedua belah pihak.

Kegiatan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun CV yang profesional, mengoptimalkan profil LinkedIn, serta membangun personal branding yang positif dan kompetitif sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memperluas peluang karier di dunia kerja. 

1

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Kranggan

Jln. Raya Kranggan, No.6,

Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432