html hit counter Memahami Inovasi Di Balik “Foldable Screen” Pada Beberapa Smartphone Kelas Atas - Universitas Dian Nusantara

Memahami Inovasi Di Balik “Foldable Screen” Pada Beberapa Smartphone Kelas Atas

Dilihat : 43
23 September 2026

Inovasi teknologi kini memungkinkan inovasi yang mampu menembus batas ekspektasi kita. Menyusuri kembali rekam jejak perkembangan teknologi, dahulu kita menemui perangkat yang sekiranya relatif besar dan kaku dibandingkan dengan model-model yang relatif lebih ergonomis saat ini. Berbicara mengenai desain yang lebih ergonomis, salah satu inovasi teknologi yang saat ini memukau banyak perhatian publik adalah foldable phones atau smartphone lipat. 

Kini, keberadaan smartphone layar lipat mengalihkan pandangan kita pada sejumlah inovasi yang diberikan oleh flagship kelas atas seperti Samsung dengan Fold Series-nya, Xiaomi 18 Fold, dan juga yang memikat banyak atensi Generasi Z, Iphone Duo.

Ketika kita membayangkan sebuah permukaan layar perangkat pada umumnya, tentu kita akan berpikir ‘mustahil bagi smartphone untuk memiliki layar lipat’. Hal ini lumrah karena mayoritas perangkat masih dimanufaktur dari kaca pada umumnya, yang cenderung bersifat kaku (rigid). Namun, kasus yang sama tidak berlaku untuk layar foldable. 

Kemampuannya untuk dibuka dan ditutup layaknya sebuah buku paspor tentunya bukan hanya menarik dari segi desain ergonomis semata, tetapi juga dari segi studi mekanisme dan rekayasa material. Menurut keterangan salah satu dosen Teknik Mesin Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), Bapak Taufik Nur Isman, S.T., M.T., rahasia foldable smartphone terletak pada penggunaan Ultra Thin Glass (UTG), sebuah kaca tipis dan lentur lengkap dengan lapisan polimer sebagai pelindung tambahan di luar kaca. 

Dari sudut pandang manufaktur, kita berbicara tentang bagaimana menghasilkan layar yang kokoh tetapi mampu mempertahankan kualitas gambar. Semakin kecil radius lekukan (bending) pada bagian tengah layar, semakin besar konsentrasi tegangan dan kemungkinan layar untuk retak. Maka dari itu, pada bagian hinge atau tengah perangkat foldable terdapat ruang engsel bagaikan buku—dalam Teknik Mesin, hal ini berkaitan dengan konsep Modulus Young,” ujar Bapak Taufik Nur Isman, S.T., M.T.

Selebihnya, beliau juga mengungkapkan bahwa dari segi mekanikal, kaca layar lipat tidak hanya terdiri dari satu lapisan, tetapi justru dari serangkaian lapisan layar tipis yang saling terintegrasi.

Layar yang ada di perangkat foldable bukan hanya satu layar ya, melainkan terdiri dari beberapa rangkaian layar terintegrasi dengan ketebalan rata-rata hanya mencapai 60–100 µm. Pertama adalah bagian flexible substrate yang berbahan dasar polymiride untuk mendukung struktur dasar layar lipat, kedua terdapat emissive layer OLED, Thin Film Encapsulation (TFE), dan TFT yang berfungsi melindungi dan mengontrol kinerja OLED untuk memproyeksikan gambar, lalu terdapat touch sensor layer, polarizer, serta Optically Clear Adhesive (OCA) untuk mendeteksi sentuhan jari sekaligus mengurangi adanya pantulan cahaya luar, dan yang terakhir tentunya ada Ultra Thin Glass (UTG) serta protective layer dari polymer atau anti reflective coating. Meski tahan terhadap tekanan lipat, bukan berarti layar foldable tahan terhadap semua hal, ya. Debu dan juga air dapat menghambat kinerja engsel dan struktur foldable secara keseluruhan,” lanjut Bapak Taufik Nur Isman, S.T., M.T.

1

Melalui beberapa penjelasan di atas, terlihat jelas bahwa layar yang mampu dilipat ratusan kali bukan sekadar “kaca ajaib” semata, melainkan hasil dari manufaktur dan penyempurnaan rekayasa material dan mekanikal. Membahas manufaktur layar lipat, tentunya kita juga tidak jauh dari Program Studi Teknik Mesin, yang tidak hanya mempelajari onderdil kendaraan, tetapi juga mempelajari dengan saksama berbagai perangkat dan alat manufaktur yang ada di sekitar, termasuk smartphone yang kita genggam sehari-hari. 

Program Studi Teknik Mesin Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), di bawah Fakultas Teknik dan Informatika, membekali mahasiswanya dengan fondasi ilmu yang sama persis dipakai untuk membedah studi kasus di atas: mekanika kekuatan material, rekayasa manufaktur, hingga material teknik. Jadi, daripada cuma jadi penikmat teknologi, kenapa nggak jadi salah satu yang mempelajari, merancang, atau bahkan suatu saat menyempurnakannya?

Sumber Referensi: 

Mengenal Teknologi Foldable Display pada Smartphone - RRI Indonesia

How Folding Phone Screens Are Changing Tech

Wawancara singkat dengan Dosen Teknik Mesin UNDIRA - Bapak Taufik Nur Isman, S.T., M.T.

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Kranggan

Jln. Raya Kranggan, No.6,

Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432