Penerjemahan dan Penggunaan AI: Apakah Campur Tangan Manusia Masih Diperlukan? Simak Pemaparan Dosen Sastra Inggris Berikut
Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi telah menghadirkan segelintir manfaat bagi berbagai bidang studi dan juga pekerjaan. Kini, dengan ketersediaan perangkat yang telah memiliki kapabilitas pengelolaan data yang cukup memadai sekaligus memiliki akses terhadap kecerdasan buatan (AI) yang telah terintegrasi, kita dapat menyelesaikan pekerjaan yang sekiranya memakan waktu lama hanya dalam hitungan menit dan bahkan detik.
Di antara pekerjaan yang kini dimudahkan oleh AI, penerjemahan, yang merupakan salah satu sektor pekerjaan yang awalnya membutuhkan waktu relatif lama, kini mampu dilakukan dengan mudah sekaligus akurat berkat bantuan AI.
Meskipun demikian, terdapat pertanyaan besar, terutamanya bagi para penerjemah bahasa Inggris: ‘Apakah teknologi, otomasi beserta AI benar-benar telah mampu sepenuhnya mentransformasi dunia penerjemahan tanpa campur tangan manusia?’ Melalui salah satu episode Dosen Bicara - Program Studi Sastra Inggris Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), Bapak Wahyu Budi, S.S., M.Sas., selaku dosen Program Studi Sastra Inggris mengemukakan bahwa hal ini tidak sepenuhnya benar dan ‘human touch’ atau sentuhan manusia masih tetap diperlukan.
Bapak Wahyu mengutarakan bahwa AI memiliki sejumlah fitur yang dapat memudahkan tugas penerjemahan, Salah satu fitur unggulannya adalah speech-to-text yang mampu mengubah ucapan menjadi teks tertulis secara otomatis. Kendati demikian, AI masih dinilai kurang dalam menerjemahkan aspek komunikasi yang memiliki unsur humor sekaligus sarkasme.
"Dalam penerjemahan, khususnya subtitling, ada yang disebut time coding, yaitu penyesuaian waktu tampilnya teks terjemahan dengan saat seseorang berbicara, menggunakan teks hasil olahan AI dari built-in translator. Namun, menurut saya, AI masih belum secara keseluruhan mampu menerjemahkan beberapa aspek seperti humor, sarkasme dan referensi budaya. Di sinilah manusia masih berperan sebagai quality assurance utama penerjemahan meskipun terdapat bantuan AI atau perangkat lunak lainnya," ujar Bapak Wahyu.
Selebihnya, Bapak Wahyu mengemukakan aspek lainnya seperti analisis intonasi serta emosi yang masih belum dipahami oleh AI secara mutlak, dan di sinilah peran manusia masih dibutuhkan untuk menentukan estetika penerjemahan kata per kata.
“Seorang penerjemah atau subtitler dituntut memiliki kepekaan bahasa serta pemahaman mendalam terhadap budaya dan konteks sosial agar mampu menghasilkan terjemahan yang tidak hanya akurat tetapi juga bermakna, secara nuansa dan rasa bahasa. Ketika kita sudah memahami budaya beserta konteks, kita juga harus memperhatikan keterbacaannya, misalnya subtitle tidak boleh melebihi 43 karakter atau tidak boleh melebihi 3 baris dalam satu subtitle.” lanjut beliau
At the end of the day, penerjemahan di masa kini bukan hanya sekadar skenario man vs machine, melainkan bagaimana kedua agen mampu berjalan berdampingan tanpa terlalu menitikberatkan kebenaran antarsisi. AI mempercepat, dan manusia yang memastikan hasilnya benar-benar "kena", baik dari sisi makna maupun rasa bahasanya.
Penerjemah yang akan bertahan bukan yang menolak teknologi, juga bukan yang pasrah dan hanya mengandalkan AI begitu saja. Yang dibutuhkan adalah penerjemah yang paham cara kerja teknologi sekaligus tetap punya kepekaan bahasa dan budaya yang kuat.
Program Studi Sastra Inggris Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) bisa jadi tempat yang pas buat kawan UNDIRA. Di sini, mahasiswa tidak cuma diajarkan teori bahasa, tapi juga dibiasakan berpikir kritis soal bagaimana teknologi dan AI bisa dipakai secara tepat dalam dunia kerja nantinya, termasuk di bidang penerjemahan.
Pelajari, manfaatkan, tapi jangan lupa terus asah kepekaan bahasa dan budaya kalian, karena sisi humanis pada akhirnya-lah yang akan membuat karya maupun terjemahan kalian “bernyawa”.
Sumber Referensi:
Dosen Bicara: Bapak Wahyu Budi, S.S., M.Sas - TikTok UNDIRAOfficial Part 1
Dosen Bicara: Bapak Wahyu Budi, S.S., M.Sas - TikTok UNDIRAOfficial Part 2
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432