Perkuat Kefasihan Berbahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris UNDIRA Adakan Pelatihan Bahasa Berbasis AI di SMP Bunda Hati Kudus Jakarta
Bahasa sebagai instrumen utama sebuah komunikasi kini berfungsi untuk menghubungkan berbagai khazanah di seluruh dunia pada era globalisasi saat ini. Sebagai salah satu bahasa universal dunia, bahasa Inggris kini tidak lagi berhenti pada penghafalan kosakata semata, melainkan juga pada berbagai aspek lainnya seperti ketepatan intonasi, artikulasi, pelafalan (pronunciation), dan tentunya penekanan kata (word stress), yang kerap menjadi jebakan kecil bagi banyak kalangan.
Menurut kajian kompetensi kebahasaan oleh Celce-Murcia et al. (2010), penguasaan pelafalan bahasa beserta penempatan intonasi yang tepat tidak hanya akan menentukan kejelasan pesan, tetapi juga memengaruhi tingkat keterpahaman (intelligibility), kelancaran komunikasi, serta berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri seseorang dalam berinteraksi menggunakan bahasa Inggris.
Kendati demikian, sederet kendala seperti keterbatasan waktu sekaligus minimnya sistem pembelajaran yang mampu memberikan umpan balik berkelanjutan dinilai menjadi pemicu keterbatasan kompetensi berbahasa Inggris, khususnya pada kalangan pelajar dan remaja.
Persoalan inilah yang turut mendorong tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) untuk melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi siswa/i SMP Bunda Hati Kudus Jakarta.
Segmen diawali dengan Pre-Test untuk mengukur kompetensi dasar sekaligus pemahaman 25 siswa SMP terhadap 4 elemen dasar berbahasa Inggris. Hasil observasi pre-test menguak bahwa siswa cenderung mengalami kesulitan dalam mengucapkan sejumlah bunyi yang memang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia, seperti /θ/, /ð/, /v/, dan /æ/. Hal ini diperkuat juga oleh adanya ketidaksepadanan intonasi beberapa kata dengan dialek kata-kata bahasa ibu (bahasa Indonesia).
Dalam pelaksanaan PkM kali ini, tim mahasiswa dan dosen turut memilih pendekatan belajar yang mampu memberikan interaktivitas sekaligus inovasi dalam mengenalkan bahasa Inggris, lantas menggunakan teknologi AI berupa Automatic Speech Recognition (ASR) menggunakan program SpeechAce. Menurut rekapitulasi tim PkM, pemilihan SpeechAce didasarkan pada kapabilitasnya yang mampu ‘mendengarkan’ ucapan pengguna, lalu dapat memberikan umpan balik berkelanjutan dan interaktif melalui sistem skor berdasarkan 4 aspek utama pembelajaran bahasa Inggris, yakni: ketepatan pelafalan (pronunciation), penekanan kata (word stress), intonasi dan kelancaran (fluency).
Pasca dilaksanakannya pelatihan menggunakan SpeechAce, tim PkM UNDIRA menggelar Post-Test sebagai tahap evaluasi akhir untuk mengukur sejauh mana kompetensi pronunciation siswa mengalami perubahan dibandingkan dengan hasil Pre-Test di awal kegiatan.
Hasilnya dinilai cukup memuaskan, di mana pada aspek artikulasi, jumlah siswa yang mampu mengucapkan fonem dengan benar melonjak dari semula hanya 36% menjadi 84%, atau meningkat sebesar 48 poin persentase. Peningkatan serupa juga terjadi pada aspek word stress, di mana ketepatan siswa dalam menempatkan tekanan kata naik dari 40% menjadi 88%. Sementara itu, kemampuan siswa dalam menggunakan intonasi yang sesuai turut terkerek dari 44% menjadi 80%, dan kelancaran berbicara (fluency) melesat dari 32% menjadi 76%.
Di sisi lain, tingkat kepercayaan diri siswa untuk tampil dan berbicara bahasa Inggris di depan kelas meningkat secara signifikan dari 48% menjadi 92%, atau bertambah 44 poin persentase. Capaian ini menjadi indikator penting, sebab kemampuan berbicara pada dasarnya tidak semata ditentukan oleh penguasaan aspek kebahasaan, melainkan juga kesiapan mental peserta didik untuk berani menggunakan bahasa tersebut dalam situasi komunikasi yang nyata.
Meskipun terkesan cukup memuaskan, tim pelaksana mengakui sejumlah keterbatasan, terutama dari segi implementasi instrumen evaluasi yang sekiranya dapat ditingkatkan melalui pemaduan program SpeechAce dengan platform lain seperti LMS atau bahkan elemen gamifikasi untuk meningkatkan level personalisasi pembelajaran bagi para siswa.
Secara keseluruhan, PkM inovatif menggunakan integrasi AI-based learning ini diharapkan mampu memberikan potensi besar untuk terus diadaptasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang peningkatan kompetensi dan literasi berbahasa Inggris di tingkat SMP, sejalan dengan semangat transformasi digital dalam dunia pendidikan.
Sumber Referensi:
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Micro Manajemen dan Makro Manajemen: Konsep Lingkungan Kerja Yang Perlu Diketahui Mahasiswa Fresh Graduate
Read more
Lebih Dari Sekedar Menghijaukan Bisnis, Mengenal Pengelolaan Industri Berbasis Green Marketing
Read more
Mengenal Apa itu CAPTCHA dan Pemanfaatannya Dalam Pengamanan Sistem Informasi
Read more
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432