html hit counter Memperkaya Build Quality Transportasi, Dosen UNDIRA Kaji Efek Variasi Waktu Oven curing Terhadap Kualitas Velg Aluminium - Universitas Dian Nusantara

Memperkaya Build Quality Transportasi, Dosen UNDIRA Kaji Efek Variasi Waktu Oven curing Terhadap Kualitas Velg Aluminium

Dilihat : 30
23 April 2026

Build quality atau tingkat presisi material merupakan salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses manufaktur. Hal tersebut dikarenakan build quality sangat berpengaruh dalam menjaga keselamatan dan ketahanan setiap perangkat milik pengguna. 

Mengacu pada hal tersebut, diperlukan pengadaan material yang tidak hanya memiliki ketahanan tinggi, tetapi juga fleksibilitas yang baik untuk memaksimalkan production cost sekaligus memudahkan proses manufaktur. Hal inilah yang membuat mayoritas industri manufaktur memilih material dasar, yakni aluminium. 

Pada dasarnya, aluminium memiliki massa jenis yang relatif rendah, sekaligus ketahanan terhadap panas yang lebih baik dibandingkan dengan baja. 

Namun, dalam praktik manufaktur, pembersihan saja belum cukup untuk menjamin build quality material, khususnya pada velg aluminium. Oleh karena itu, untuk memastikan tingkat kekerasan material setelah proses pretreatment (sandblasting) dan coating, velg aluminium perlu melalui tahap pemanasan menggunakan oven curing pada temperatur 200–220 °C.

Menurut kajian Bapak Ir. Margono Sugeng. M.Sc., salah satu Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), sifat mekanik alumnium akan mengalami perubahan dikarenakan perlakuan panas pada suhu tertentu. Kendati demikian, setiap tahapan suhu beserta rentang  waktu yang diberikan secara teoritis akan menghasilkan tingkat kekerasan berbeda-beda secara mikrostruktural dan memengaruhi lekatan coating yang diberikan pada lapisan luar aluminium—lantas memengaruhi build quality velg.

Studi kali ini diarahkan pada uji kekerasan mikro serta metalografi untuk mendukung observasi pengamatan struktur mikro pasca proses coating dan pemanasan oven pada suhu 210 °C dalam rentang waktu selama 15, 30, dan 45 menit melalui dua kondisi yang diberikan. Dalam riset kali ini, velg aluminium ditempatkan dengan dua skenario, skema pertama dengan tidak diterapkannya powder coating dan kedua dengan powder coating.

Perlu diketahui, kawan UNDIRA, bahwa proses powder coating (atau bahan pelapis epoxy lainnya) yang diberikan pada velg aluminium di sini tidak hanya berperan sebagai pelengkap estetika velg aluminium, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung tambahan terhadap deformasi lapisan luar.

Setelah melalui proses pemanasan pada empat sampel pada tahapan waktu berbeda sekaligus digunakannya powder coating dan tidak sebelum pemanasan, terlihat bahwasanya terdapat temuan tingkat kekerasan berbeda di setiap sampel melalui uji metalografi dan observasi mikroskopik struktur material. 

Pada logam aluminium yang diberikan powder coating dengan rentang waktu pemanasan oven curing meningkat secara progresif, ditemukan adanya tingkat kekerasan lebih baik dengan detail sebagai berikut: pemanasan selama 15 menit memberikan nilai kekerasan sebesar 79,67, 30 menit sebesar 83,56, dan 45 menit menghasilkan tingkat kekerasan terbesar sebesar 90,23. Adaptasi sampel yang tidak dilapisi powder coating hanya menghasilkan nilai kekerasan sebesar 80,93, yang walaupun lebih baik dari pemanasan sampel powder coating selama 15 menit, namun cenderung rentan terhadap perenggangan material (degradasi) yang pada umumnya dapat dilihat dari perubahan bentuk secara berangsur pada penggunaan velg. 

Hal ini juga menguatkan penjelasan ketahanan jangka panjang, bahwasanya meskipun velg aluminium telah melalui proses pemanasan, tidak menutup kemungkinan adanya ‘pori-pori’ pada lapisan luar aluminium yang belum tertutup oleh proses powder coating akan menurunkan build quality secara progresif meski secara teori material memiliki nilai kekerasan yang padu.

Melalui riset aplikatif seperti ini, Program Studi Teknik Mesin UNDIRA terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang relevan bagi kebutuhan industri manufaktur modern. Teknik Mesin UNDIRA menghadirkan tidak hanya sekadar teori, tetapi juga solusi berlandaskan uji lapangan dan pertimbangan penggunaan yang aksesibel untuk memberikan peak performance pada berbagai perangkat dan komposisi mesin. 

Bagi kawan UNDIRA yang tertarik mendalami rekayasa material, proses manufaktur, serta pengembangan teknologi berbasis riset terapan, saatnya bergabung bersama Teknik Mesin UNDIRA dan menjadi bagian dari generasi engineer yang siap menjawab tantangan industri masa depan.

Pergi ke pabrik menata mesin,
Proses presisi jadi andalan.
Mari melangkah jadi engineer unggul,
Bersama Teknik Mesin UNDIRA wujudkan masa depan. 

Sumber Referensi:

Sugeng, M., & Prasetya, D. M. (2026). Analisis Perbandingan Kekerasan Velg Aluminium akibat Perlakuan Panas Oven Curing 210°C tanpa Coating dan dengan Powder Coating pada Variasi Waktu 15, 30, dan 45 Menit. Universitas Dian Nusantara Jakarta. 

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432