html hit counter Energi, Sang Penggerak Peradaban: Pentingnya Inovasi, dan Transisi Energi untuk Masa Depan Umat Manusia - Universitas Dian Nusantara

Energi, Sang Penggerak Peradaban: Pentingnya Inovasi, dan Transisi Energi untuk Masa Depan Umat Manusia

Dilihat : 9
04 April 2026

Energi adalah sebuah sumber penggerak tatanan peradaban manusia dari masa ke masa. Pada dasarnya, energi merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk menciptakan perubahan dalam suatu sistem, baik dari segi suhu, bentuk maupun letak. 

Energi memiliki prinsip dasar, yakni bersifat kekal atau tidak dapat dihancurkan. Energi hanya dapat berpindah atau mengalami perubahan dari satu bentuk ke bentuk lain; sebagai contoh, ketika kita makan dan minum, kita akan menyerap energi dalam bentuk kalor yang kemudian akan beralih fungsi sebagai sumber penggerak tubuh.

Pemanfaatan energi sendiri sejatinya sudah dimulai sejak zaman prasejarah, dengan penggunaan api sebagai sumber panas, penerangan, dan bahkan untuk memasak. Pemanfaatan energi pun mengalami pertumbuhan sejak era revolusi industri melalui berbagai inovasi seperti penemuan mesin uap hingga pengembangan sistem kelistrikan berkat terobosan Nikola Tesla. 

Penggunaan energi dapat dikatakan telah mencapai tahap yang relatif kompleks, seperti yang dapat dilihat dalam pemanfaatan cahaya matahari, energi nuklir, bahan bakar fosil sebagai penggerak mesin kendaraan bermotor, dsb. 

Meskipun kita telah memasuki fase ‘golden age’ dalam pemanfaatan energi, sesungguhnya tidak semua bentuk energi memiliki supply yang kekal. Memasuki era industri 5.0, dengan kondisi Bumi yang semakin terkikis, perubahan alam, dan krisis geopolitik, kita mulai dihadapkan pada kelangkaan energi secara progresif. 

Pada kuartal pertama tahun 2026, penutupan Selat Hormuz sebagai sentra jalur suplai minyak terbesar di dunia mengguncang ketahanan energi seluruh dunia. Hal tersebut berpengaruh pada distribusi, kesetimpangan, sekaligus beban ekonomi yang mulai dirasakan berbagai industri serta masyarakat. 

Menghadapi sederet permasalahan energi mendatang, sejumlah countermeasure pun telah dilakukan, seperti pemberlakuan Work From Home (WFH) sampai dengan ajakan untuk berhemat energi listrik demi menjaga kestabilan supply yang ada. Namun, inovasi terhadap energi terbarukan tetap diperlukan sebagai solusi jangka panjang.

Meskipun pemotongan penggunaan pasokan energi dapat dikatakan efektif sebagai solusi temporer, dalam jangka panjang kita tentu saja memerlukan transisi energi secara perlahan. Di tengah diskursus keterbatasan pasokan energi, ekosistem riset beserta sivitas akademika turut serta hadir sebagai pemberi jawaban atas keterbatasan energi sekaligus mencari solusi efektif guna mendukung proses transisi energi terbarukan.

Menurut salah satu dosen Teknik Elektro Universitas Dian Nusantara, Ibu Belinda Ayuningtyas, S.T., M.T., saat ini transisi energi terbarukan merupakan salah satu langkah terbaik untuk menjaga stabilitas biaya energi sekaligus mencegah ketergantungan masyarakat terhadap supply energi tidak terbarukan seperti bahan bakar minyak dan fosil. Salah satu strategi beliau merupakan implementasi system smart grid dilengkapi dengan baterai yang mampu menjadi energy storage sekaligus meningkatkan serapan energi yang ada di sekitar seperti energi surya, angin dsb. 

Dukungan literasi beserta orientasi narasi positif dari kajian riset akademik terhadap energi terbarukan turut berkontribusi dalam memberanikan masyarakat untuk mengikuti transisi energi. Selebihnya, dengan hilirisasi yang baik, diharapkan akan tercipta kesetimpalan dan kesempatan yang serasi bagi publik.

Sebagai sumber kehidupan, energi kerap mengalami perputaran konstan, begitu pula dengan manusia sebagai para penggunanya yang harus mencari celah inovasi demi keberlangsungan bersama. Meskipun kelangkaan energi di depan mata, mari bersama kokohkan inovasi, kebijaksanaan penggunaan, serta mendorong studi energi terbarukan. 

Ketertarikan atas pengembangan elektronika, fenomena kelistrikan, sekaligus optimasi pemanfaatan energi telah menjadi salah satu subjek utama yang terlintas dalam ekosistem pembelajaran Teknik Elektro. Program Studi Teknik Elektro Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) 

Melihat bintang di ruang angkasa, cahayanya terang, sungguh indahnya. Krisis energi mengancam bangsa. Bersama Teknik Elektro Universitas Dian Nusantara, mari kembangkan solusinya.

Sumber Referensi:

Transisi energi harus adil, tapi apa makna keadilan bagi masyarakat Indonesia? - TheConversationID

Dosen Bicara Series - Smart Grid dan Energi Terbarukan - YouTube UNDIRA

(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id 

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432