Riset Mahasiswa UNDIRA: Strategi Marketing Video Game, Ungkap Rahasia Promotional Campaign Mobile Legends
Strategi marketing kini tidak hanya berpusat pada kebutuhan primer masyarakat semata, namun kini industri kreatif mulai menjadi ladang yang menjanjikan bagi sebuah perusahaan. Salah satu ekosistem yang kini banyak dilirik ialah Digital Entertainment, spesifiknya Industri Video Game.
Menanggapi peluang yang dapat dihasilkan dari Industri Video Game, tentunya perusahaan yang bergerak di industri game saat ini turut serta mengembangkan tidak hanya game berbasis one time publication, melainkan juga berkelanjutan atau umumnya dikenal sebagai Live Service Games. Meskipun diiringi dengan kesuksesannya, Live Service Games membutuhkan biaya kebutuhan operasional dan pemeliharaan sistem secara berkelanjutan yang tidak sedikit.
Maka dari itu, retensi sekaligus dukungan berupa pembelian item dari para pemain sangatlah dibutuhkan dalam menjaga keberlangsungan sebuah game berbasis Live Service. Salah satu strategi yang kerap diterapkan Live Service Games ialah melalui sistem monetisasi (in-game monetization).
Namun apakah rahasia dibalik kesuksesan dibalik teknik Monetisasi tersebut disamping kebutuhannya untuk membeli item dalam game?, untuk menjawab pertanyaan tersebut salah satu Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) turut mengkaji salah satu Game populer yakni Mobile Legends.
Mobile Legends: Bang Bang, sebuah permainan daring yang dirilis oleh Moonton pada tahun 2016, telah berhasil mencatatkan tingkat retensi yang signifikan di berbagai segmen demografi, khususnya di Indonesia dengan basis pengguna mencapai 120 juta pemain aktif. Dengan adanya elemen strategi dan kerjasama tim didukung dengan kualitas visual yang mumpuni, tidak mengherankan mengapa Mobile Legends sendiri menjadi primadona banyak kalangan.
Namun menurut kajian mahasiswa UNDIRA, elemen estetika saja tidak cukup untuk mempromosikan monetisasi game. Kajian pertama yang perlu dicatat adalah bagaimana meraih kepercayaan para pemain untuk membeli item yang terdapat dalam game. Penelitian turut menggunakan software Smart Partial Least Square (SmartPLS 3.0) untuk mengelola 100 data respon dari pemain Mobile Legends aktif di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Merujuk pada minat pembelian dan kepercayaan pembeli terhadap produk, salah satu riset yang diterbitkan mengenai minat beli oleh Rasyid (2004) menjelaskan bahwa minat beli sangat dipengaruhi oleh keterkaitan antara; Daya Tarik Rasional, sebagai penentu pengambilan keputusan.
Ditemui juga dalam riset bahwa harga tidak sepenuhnya menjadi indikator utama dalam keputusan pembelian. Sesuai teori penguatan atau Reinforcement Theory yang menegaskan bahwa penguatan pengalaman positif serta justifikasi pembelian (baik secara subjektif atau objektif) yang mampu mempengaruhi persepsi calon pembeli.
Maka dari itu, Mahasiswa turut mengikutsertakan Daya Tarik Visual dan Informational sebagai faktor tambahan yang tidak hanya berpengaruh dalam menjaga kepercayaan, namun juga menjustifikasi harga serta pengeluaran yang dinilai ‘worth it’ dari para pembeli diamond Mobile Legends.
Secara keseluruhan, dinamika industri digital kreatif terutama yang melibatkan Video Games seperti Mobile Legends, turut menyorot adanya potensi besar yang perlu digali lebih jauh dari sudut pandang digital entertainment. Studi kasus pada Mobile Legends: Bang Bang yang dikaji oleh mahasiswa Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) memberikan bukti empiris bahwa keberlangsungan (sustainability) sebuah game tidak hanya bergantung pada kualitas teknis atau visual semata, melainkan pada strategi monetisasi yang dirancang secara psikologis dan strategis.
Riset Mahasiswa Program Studi Manajemen membuktikan bahwa kunci kesuksesan kampanye marketing tidak hanya didukung dengan adanya konsep ‘riding the wave’, terutama dalam industri yang memiliki kompetisi yang sengit seperti Industri Video Game. Secara manajerial dalam jangka panjang studi terhadap sentimen pasar beserta preferensi publik akan berguna untuk membawa stabilitas operasional dan ekosistem bisnis yang long lasting.
Sumber Referensi:
Maemanah, S. 2024. PENGARUH DAYA TARIK IKLAN, HARGA DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN VIRTUAL ITEM DIAMOND GAME MOBILE LEGEND BANG BANG (Studi Kasus Pada Pemain Game MLBB di Jakarta Barat). Universitas Dian Nusantara.
(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Meningkatkan Literasi Digital Akademik, LRPM Universitas Dian Nusantara Gelar Workshop “Cerdas Menelusuri Informasi: Pemanfaatan Gale dan E-Resource Terkini”
Read more
Tipis Tipis Programming, Apakah AI Menjadi Solusi Para Programmer Melalui Vibe Coding?
Read more
Hadapi Tantangan Global, Universitas Dian Nusantara Gelar WEBINAR: Membedah Strategi Ketahanan dan Keberlanjutan Negara Melalui SDGs
Read more
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432