html hit counter Mengapa Ada Beberapa Kata dan Kalimat yang Sulit Diterjemahkan? Simak Penjelasannya Berikut! - Universitas Dian Nusantara

Mengapa Ada Beberapa Kata dan Kalimat yang Sulit Diterjemahkan? Simak Penjelasannya Berikut!

Dilihat : 95
10 Januari 2026

Jika kawan UNDIRA fasih dalam menggunakan beberapa bahasa sekaligus, tentunya kalian pasti menyadari adanya kemudahan dalam memperluas network terutama di era globalisasi dan Internet of Things (IoT) melalui sosial media. Namun ketika menggunakan bahasa asing, tentunya kita menyadari bahwa terdapat beberapa kosakata non-lokal yang akan terbilang cukup aneh atau membutuhkan penjelasan detail untuk memberikan konteks ketika ingin diterjemahkan. 

Perkembangan bahasa sebagaimana yang kita ketahui memiliki sensitifitas tinggi terhadap aspek sosial, budaya dan waktu. Dengan adanya engalaman baru, maka terdapat kemungkinan besar akan lahirnya kosakata baru. Inilah yang disebut Relativitas Linguistik. 

Relativitas Linguistik sendiri menurut salah satu ahli bahasa, Edward Sapir pada tahun 1929, merupakan suatu penanda jaringan pola budaya para penuturnya. Selebihnya beliau menegaskan bahwa para pengguna bahasa tidak semata-mata mengacu pada objektifitas ketika membuat kosakata baru, melainkan dipengaruhi oleh pola hidup beserta ekosistem sekitar mereka.  

Kendala penerjemahan sering muncul akibat perbedaan konteks budaya dan ambiguitas makna. Contohnya, frasa Jepang "Itadakimasu" yang sering digunakan sebelum menikmati hidangan makan disederhanakan menjadi "selamat makan". Sejatinya frasa tersebut dalam budaya Jepang merupakan ungkapan syukur kepada penyaji makanan. 

Contoh lain adalah penggunaan slang seperti "This car is slapping". Dalam konteks ini, "slapping" bukan berarti mobil itu sedang "menampar", melainkan kata sifat yang memuji bahwa mobil tersebut memiliki tampialn atau spesifikasi yang bagus. Adapula contoh ketiga yakni frasa populer seperti “slay”, yang memiliki beberapa makna alternatif ketika diterjemahkan. Frasa tersebut dapat memiliki ungkapan kekerasan, mengungkapkan adanya kekaguman dalam bahasa gaul seperti; “You look great today! Slay!”.

Selain adanya kesulitan penataan makna, adapula kesulitan lainnya berupa pemetaan tenses yang umumnya digunakan sebagai penunjuk waktu dalam penempatan kata kerja. Dalam Bahasa Inggris, Tenses menandakan adanya waktu masa lalu (Past Tense), masa kini (Present Tense) dan masa mendatang (Future Tense), tentunya dengan 13 variasi lainnya. 

Namun dalam beberapa Bahasa, Tenses justru tidak terlalu menjadi fokus utama dalam pembentukan kalimat. Sebagai contoh Bahasa Indonesia adalah contoh sempurna dari tenseless language, dimana kita cenderung menggunakan kata bantu untuk menjelaskan kapan suatu aktivitas dilakukan. Sebagai contoh; Saya makan kemarin, saya makan nasi besok pagi - kata makan tetap memiliki bentuk tetap tanpa adanya perubahan. 

Meskipun setiap bahasa memiliki keunikannya masing-masing, namun bahasa bukanlah sebuah pengurung dalam berkomunikasi. Dengan catatan kita memahami konteks beserta sosial-budaya masyarakat sekitar, kita dapat sedikit memahami makna yang disandangnya walau sedikit berada diluar jangkauan persepsi kita.

Sumber Referensi: 

Terjemahan yang mustahil: Mengapa beberapa kata sulit dialihbahasakan - TheConversationID

(Kornelia Johana Dacosta / Humas UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432