Urgensi Kajian Poskolonialisme dalam Ilmu Susastra

Key takeaways from the webinar :

  • Bapak Ari memberikan pemaparan mengenai kajian Poskolonialisme sebagai salah satu cara dalam mempelajari dan menganalisis produk-produk sastra seperti novel. Lewat kajian Poskolonialism dan, mahasiswa dan peneliti ilmu susastra bisa memetakan bentuk narasi yang biasa dipakai oleh penulis luar negeri dalam produk sastra tertulis yang mereka hasilkan. Diharapkan hasil kajian poskolonialisme bisa menguak hubungan simetris dan asimetris dari bangsa pengkolonial dan bangsa yang dikolonialisasi. Dr. Ari memberikan beberapa contoh dari novel-novel karya sastrawan Inggris yang memposisikan bangsa-bangsa dunia barat sebagai aktor utama dalam narasi sementara bangsa-bangsa timur hanya mendapatkan posisi pelengkap dalam novel-novel tersebut. Lewat lensa kajian poskolonialisme, kita bisa melihat bagaimana bangsa pengkolonial (Eropa atau AS) selalu menempati posisi dominan dan bangsa yang dikolonialisasi (Asia dan Afrika) menempati posisi marjinal. Dari pemaparan Dr. Ari, kita bisa simpulkan bahwa kajian poskolonialisme memberikan peluang untuk mendekonstruksi cara pandang kita, orang Indonesia, terhadap karya-karya sastra yang dihasilkan penulis-penulis dari negara maju dan membaca bagaimana bangsa eks pengkolonial memandang orang-orang dari bangsa yang dulu mereka kolonialisasi.

  • Ibu Asri menjelaskan dasar-dasar kajian Poskolonialisme. Menurut Ibu Ari, kajian Poskolonialisme selalu mengingatkan kita bahwa walau negara-negara bekas jajahan telah merdeka, kenyataanya negara-negara ini masih terkolonialisasi oleh gagasan, politik, dan pengetahuan yang dikendalikan oleh negara-negara kuat pemilik modal yang berlokasi di Eropa dan Amerika bagian Utara. Kajian Poskolonialisme dalam ilmu susastra membantu kita untuk melihat pola-pola kolonialisas yang dilakukan di masa lalu dan masih berlanjut hingga sekarang. Dalam pemaparan, Ibu Asri memberikan beberapa contoh konkrit aksi kolonialisasi terselubung yang terkandung dalam karya-karya sastra seperti novel, kartun, hingga lukisan. Di bagian akhir, Ibu Asri menjelaskan bagaimana kajian Poskolonialisme menjadi kesempatan bagi cendekiawan dari bangsa bekas jajahan untuk melancarkan kritik terhadap dunia barat dan memperlihatkan kesenjangan sosial, kedudukan asimetris, dan gencarnya kapitalisme yang masih hadir di Indonesia, pada khususnya, dan di dunia saat ini. Sebagai penutup, Ibu Asri mendorong peserta webinar untuk menggunakan kajian Poskolonialisme sebagai cara mendekolonialisasi pengetahuan yang selama ini masih dikuasai oleh dunia barat.

Pembicara :

  1. Dr. Ari J. Adipurwawidjana, M.A. (Ketua Program Studi Sastra Inggris, FIB, Universitas Padjadjaran)

  2. Asri Saraswati, M.A., Ph.D. (Ketua Program Studi Sastra Inggris, FIB, Universitas Indonesia)

Moderator :

  1. Putri A. Dinanti, S.S., M.Hum. (Dosen Program Studi Sastra Inggris Universitas Dian Nusantara)

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432