Hidrogen Sebagai Salah Satu Transisi Energi dengan Emisi Nett Zero

Key takeaways from the webinar:

  • Prof Eniya menjalaskan bagaimana Indonesia bisa berperan dan harus masuk di Asia dan Global untuk supply chain hydrogen. Apalagi dikarenakan temperature yang memburuk sehingga emisi pun secara linear akan memburuk juga. Sebagaimana diketahui net zero bahwa dari dulu sudah ada komitmen untuk menurunkan emisi secara kolektif. Dalam hal ini arti dari nett zero adalah 50:50 antara emisi kotor dan yang membersihkannya. Pemerintah pun berupaya dengan EV, perkebunan sawit yang membuat biodiesel dan sebagainya, namun program program pemerintah berikut harus didukung dan dipercepat. Isu yang dihadapi secara prioritas adalah teknologi, akses energi dan finansial. Upaya upaya dekarbonisasi dapat dimulai dari sektor transportasi, industri besi baja, industri semen, industri kimia dan lain lain. Sementara kita sudah dimanjakan lleh subsidi bahan bakar fosil. Indonesia masih butuh lebih banyak kebijakan yang berpihak pada renewable / hydrogen. Sementara di eropa, khususnya sudah saling export energy berikut. Prof Eniya pun membahas begitu besarnya potensi energi terbarukan hidrogen di Indonesia dan juga membutuhkan ekosistem yang baik untuk dapat membangun dan mempertahankannya. Dalam part ini pun, diberikan energy transisition planning di Indonesia, roadmap study, transfer knowledge sampai create domestic market. Hidrogen dapat digerakan di berbagai sektor yakni power generation, transportation, industrial fuel, chemical industrial dan residential and buildings. Secara proses H2O jika diberikan proses elektrolisa maka akan memisahkan hidrogen dan O2, sebaliknya disebut elektrokimia. Sementara key technilogy adalah fuel cell dan elektrolisa. Prof Eniya juga menjelaskan proses proses fuel cell dan elektrolisa san memberikan contoh berbagai riset beliau dan contoh penggunaan hidrogen di negara negara lain khususnya yang dekat dengan Indonesia.

  • Dr. Firman menjelaskan mengenai bahan bakar tidak berbasis fosil karbon khususnya amonia untuk pembangkit listrik di Indonesia yang mana judulnya adalah non carbon fuel for thermal power plant in Indonesia. Dr. Firman menjelaskan transisi energi menuju nett Zero emission di tahun 2060, langkah langkah untuk dekarbonisasi, tantangan tantangan, ekosistem ketahanan energi dan rantai CO2. Beliau jg menjelaskan sifat sifat bahan bakar atau kandungan apa saja yang harus dimiliki sebagai bahan bakar. Khususnya pentingnya amonia dalam penggunaannya.

Pembicara :

  1. Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng, M.Eng. (Profesor Riset Bidang Teknologi Proses Elektrokimia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN))

  2. Dr. Eng. Firman Bagja Juangsa, S.T., M.Eng. (Dosen KK Ilmu dan Rekayasa Termal, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung)

Moderator  : 

  1. Anggananda Berlian RMS, ST., MT. (Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Dian Nusantara)

 

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Cibubur

Jln. Rawa Dolar 65

Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432