html hit counter Kuatkan Pemahaman Modalitas Pendidikan Inklusif, UNDIRA Hadiri Sarasehan dan Pembentukan Layanan Disabilitas di Lingkungan Perguruan Tinggi UKRIDA - Universitas Dian Nusantara

Kuatkan Pemahaman Modalitas Pendidikan Inklusif, UNDIRA Hadiri Sarasehan dan Pembentukan Layanan Disabilitas di Lingkungan Perguruan Tinggi UKRIDA

Dilihat : 22
20 Oktober 2026

Jakarta, 20 Oktober 2026 - “Pendidikan adalah hak segala bangsa” merupakan pemahaman yang tidak hanya menjadi catatan semata di Undang-Undang Dasar 1945, tetapi juga menjadi visi dari setiap perguruan tinggi di Indonesia. Pendidikan tidak hanya berperan sebagai fasilitator riset dan edukasi, tetapi juga dapat menjadi ekosistem yang memberikan kesempatan setara bagi semua pihak untuk berkembang, termasuk penyandang disabilitas.

Berlandaskan pemahaman tersebut, Biro Kemahasiswaan Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) lantas senantiasa mengikuti kegiatan sarasehan sekaligus pembentukan layanan bagi penyandang disabilitas di lingkungan perguruan tinggi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Jakarta Barat. Menurut keterangan Kepala Biro Kemahasiswaan, Bapak Anton Kurniawan, S.P., M.M., keikutsertaan UNDIRA kali ini merupakan langkah strategis untuk menggali berbagai sudut pandang mengenai keilmuan sekaligus tata kelola Unit Layanan Disabilitas pada level perguruan tinggi.

“Seiring pertumbuhan UNDIRA yang semakin besar, tentu kita perlu mempelajari berbagai perspektif manajerial, terutama dalam aspek keilmuan dan tata kelola yang bersangkutan dengan ranah psikologi. Saya berharap keikutsertaan Biro Kemahasiswaan UNDIRA dalam kegiatan sarasehan kali ini akan memberikan referensi baru, agar kita juga dapat memberikan layanan lebih baik kepada para mahasiswa UNDIRA,” ujar Bapak Anton Kurniawan, S.P., M.M.

Mengawali pelaksanaan sarasehan, Dr. Ir. Oki Sunardi, S.T., M.M., IPM, ASEAN Eng., selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Inovasi UKRIDA, menyatakan bahwa ketika membicarakan perguruan tinggi unggul, kita tidak boleh mengecualikan aspek keterbukaan dan inklusivitas. Bagi beliau, kampus tidak hanya menjadi titik pusat riset dan edukasi semata, tetapi juga turut serta mengulurkan tangan untuk menjadi episenter pemberi dampak bagi kaum disabilitas.

“Kampus inklusif tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan bagi setiap jiwa yang bernaung di perguruan tinggi tersebut. Dalam semangat tersebut, kita juga harus mengembangkan pemahaman keilmuan yang memadai untuk membangun ekosistem inklusif. Kita belajar dari dua arah, membangun lingkungan yang saling memberdayakan. Sarasehan kali ini adalah untuk belajar bersama dan menghasilkan diskusi yang diharapkan mampu menjadi langkah nyata bagi keterbukaan akses bagi seluruh mahasiswa,” ujar Dr. Ir. Oki Sunardi, S.T., M.M., IPM, ASEAN Eng.

Merasakan sentimen serupa, Dr. Hendri Tambunan, S.E., M.A., selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta, menegaskan bahwa sebagai garda terdepan pengendalian mutu dan peningkatan sarana pendidikan tinggi, LLDikti selalu berkomitmen untuk memenuhi aksesibilitas pendidikan tanpa adanya pengecualian. Beliau lantas menjelaskan bahwa kini sebanyak kurang lebih 26 perguruan tinggi di Jakarta sudah memiliki Unit Layanan Disabilitas, dan beliau berharap angka ini akan terus bertumbuh demi memberikan bantuan terpadu kepada mahasiswa penyandang disabilitas. Selain membangun fasilitas, LLDikti III juga senantiasa mendorong sosialisasi dan mentoring seputar kesehatan mental dalam ruang lingkup perguruan tinggi, baik kepada mahasiswa maupun tenaga kependidikan demi membangun dunia pendidikan yang berkeadilan bagi tanah bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Jonna Aman Damanik, selaku Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, Ibu Stella Christie, yang juga menyempatkan hadir secara langsung di tengah sarasehan kali ini. Bapak Jonna Aman Damanik berharap bahwa diskusi dapat berjalan sebaik-baiknya dan mewujudkan amanah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 48 Tahun 2023 tentang regulasi mengenai akomodasi, kelayakan dan penjaminan penyelenggaraan program yang memfasilitasi penyandang disabilitas untuk berpendidikan. 

Senada dengan hal tersebut, Ibu Stella Christie selaku Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI menyampaikan bahwa ekosistem pendidikan yang inklusif perlu ditopang pula oleh inovasi yang membuka ruang kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Beliau mencontohkan kisah Stephen Hawking serta keberanian Tiongkok dalam menghargai talenta dan sumber daya manusianya. Dari contoh-contoh tersebut, beliau menegaskan bahwa berinvestasi pada pemberdayaan dan pengembangan diri penyandang disabilitas sama pentingnya dengan berinvestasi pada sumber daya manusia lainnya. Langkah ini pun mampu menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara. 

1

Berjalan dan mengakhiri segmen sarasehan dengan diskusi bersama, Dr. Lalan Erlani, Ed.S., M.Ed., selaku Ketua Unit Layanan Disabilitas Universitas Negeri Jakarta, yang menjelaskan ke depannya setiap perguruan tinggi dapat mencanangkan tolok ukur modalitas masing-masing dalam langkah penanganan dan pengembangan fasilitas beserta mahasiswa penyandang disabilitas (baik dari segi fisik maupun psikis). Selebihnya, pelaksanaan wawancara asesmen sekaligus penyesuaian RPS dan modifikasi kurikulum dinilai mampu menjadi langkah tepat yang diharapkan dapat mengayomi kebutuhan penyandang disabilitas dan menyelaraskan mereka dengan ritme belajar eksisting mahasiswa reguler. 

Melalui keikutsertaan dalam sarasehan ini, UNDIRA diharapkan dapat membawa pulang wawasan dan referensi berharga untuk menyiapkan layanan yang lebih ramah bagi seluruh mahasiswa. Dengan bekal tersebut, UNDIRA melangkah menuju kampus yang inklusif, tempat setiap mahasiswa, tanpa terkecuali, merasa diterima, didukung, dan memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh. 

1

(Danang Respati Wicaksono - Muhamad Faisal / UNDIRA)

Press Contact :

Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara

humas@undira.ac.id

Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id

Lainnya

Kampus Tanjung Duren

Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1

Grogol, Jakarta Barat. 11470

Kampus Green Ville

JIn. Mangga XIV No. 3

Kampus Kranggan

Jln. Raya Kranggan, No.6,

Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432