Bersama dalam Keberagaman: Menghidupkan Nilai Pancasila Berdaulat, Adil dan Makmur di Era Modern
1 Oktober selalu disertai suasana khas. Bendera dikibarkan, lagu kebangsaan berkumandang, dan untuk beberapa menit, ratusan orang yang biasanya sibuk kini berdiri dalam satu barisan. Ada mahasiswa yang semalam begadang, ada dosen dengan tas penuh berkas. Latar belakang mereka berbeda, tetapi di lapangan itu mereka menghadap ke arah yang sama.
Hari Kesaktian Pancasila mengajak kita menengok tragedi terbunuhnya sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Peringatannya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 135 Tahun 1967. Dari peristiwa kelam itu kita belajar bahwa persatuan tidak datang dengan sendirinya. Ia perlu dirawat agar tidak retak.
Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Endah Budi Heriani, menjelaskan bahwa Pancasila adalah dasar penting dalam menyatukan masyarakat Indonesia yang beragam. Keberagaman, menurutnya, adalah kekuatan untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Memaknai kembali nilai dan falsafah Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Maka pertanyaannya bukan “apakah kita hafal sila-silanya?”, melainkan “di mana nilai-nilai itu hadir dalam keseharian kita?”
Berdaulat berarti berpikir merdeka: tidak mudah terseret hoaks, berani berkarya, dan bangga pada potensi anak bangsa. Adil berarti memperlakukan setiap orang setara, mulai dari dosen yang menilai secara objektif hingga mahasiswa yang menghargai pendapat berbeda. Makmur bukan sekadar soal materi, melainkan kesejahteraan yang dirasakan bersama, ketika ilmu yang kita pelajari membuka peluang bagi orang lain.
Dalam ekosistem perkuliahan di UNDIRA, tiga tata nilai: visioner, integritas, dan profesional, generasi muda UNDIRA tidak hanya berperan sebagai bystander pasif dalam kedaulatan dan pengabdian kepada Pancasila, melainkan senantiasa mengamanatkan perubahan hakiki menuju lembaran lebih positif dengan semangat VIP tersebut. Visioner berarti kita berani membayangkan Indonesia yang ingin kita bangun dua puluh tahun lagi, lalu melangkah hari ini. Integritas berarti tetap jujur ketika tak ada yang mengawasi sepenuh hati bahwasanya kita mengemban proses perubahan dengan penuh tanggung jawab. Profesional berarti menuntaskan tugas dan amanah dengan sungguh-sungguh dan menghargai jerih payah orang lain.
Di era modern, ujiannya hadir dalam bentuk lain. Media sosial kerap mempertemukan kita hanya dengan orang yang sepemikiran, sehingga perbedaan terasa asing. Pancasila mengajak kita keluar dari gelembung itu: santun di kolom komentar, memeriksa kebenaran sebelum membagikan informasi, dan mau mendengar meski tidak sependapat.
Dengan penuh komitmen, jiwa, dan semangat, tahun ini kita bersama-sama mengusung tema “Pancasila sebagai Kekuatan Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Semoga kita dapat terus melangkah maju dalam semangat kebersamaan, harmoni, dan kesejahteraan.
Sumber Referensi:
Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026 dan Maknanya - TirtoID
(Danang Respati Wicaksono / Humas UNDIRA)
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Spesialisasi Atau Generalist: Tips Dalam Memilih Pekerjaan Dengan Tepat
Read more
Memahami Peran dan Kegunaan Data Centre, Lebih Dari Sekadar Glorifikasi Belaka?
Read more
LRPM UNDIRA Sukses Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Penelitian serta Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Akademik 2024/2025
Read more
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Kranggan
Jln. Raya Kranggan, No.6,
Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432