Gerakan Preservasi Ecoculture: Riset Lintas Studi Dosen UNDIRA Kemukakan Peran Video Game Dalam Meningkatkan Environmental Awareness
Seiring dengan pemahaman akan video game yang kerap mengalami peningkatan, dari yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sumber hiburan sementara, kini video game telah menjajaki dan memiliki peran dalam membantu meningkatkan literasi publik.
Kita dapat menjumpai berbagai jenis game berdasarkan kategori genrenya. Namun, di antara sederet tipe genre tersebut, Role-Playing Games atau singkatnya RPG menjadi favorit bagi demografi Generasi Z.
Di samping memupuk ketertarikan pada seni visual digital serta ilmu komputasi (IT), keberadaan semesta RPG sendiri dinilai mampu meningkatkan minat literasi publik terhadap beberapa subjek tertentu seperti sejarah, budaya, filsafat dan sosial.
Sebagai konteks, RPG memiliki benefit di mana kita memiliki kebebasan (meskipun terbatas dalam ranah tertentu) dalam menentukan laju storytelling, pengembangan karakter, dan ending berdasarkan konsekuensi dari pilihan yang kita tentukan melalui quest atau mekanisme moralitas karakter (seperti dalam video game Infamous, Grand Theft Auto, Nier Automata, dan The Walking Dead).
Dari sederet genre RPG yang ada, salah satu game RPG bernuansa farming simulator buatan anak bangsa bertajuk “Coral Island” turut menyita sebagian sivitas akademika. Selain mampu memberikan tampilan visual dan mekanik permainan yang memukau, Coral Island juga dinilai berhasil mengintegrasikan elemen kearifan lokal Indonesia dengan baik dengan tema yang berpusat pada pelestarian ekokultur.
Unsur otentik tersebut turut mendorong beberapa dosen Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), yaitu Ibu Putri Ayienda Dinanti, M.Hum., Ibu Bias Yulisa Geni, M.Kom., dan Bapak Todo Sibuea Faraday, S.Pd., M.Hum., untuk melakukan riset lebih dalam mengenai bagaimana elemen intrinsik Coral Island dapat menjadi penggerak literasi terkait environmental awareness dan ecological sustainability di kawasan Bali.
Pertama, perlu digarisbawahi bahwa semua desain game memiliki ideologi yang membuat game tersebut unik dan menanamkan kesan tersendiri pada para pemain. Menurut riset dosen-dosen UNDIRA berdasarkan studi yang dikemukakan oleh Espen Aarseth (2012), setiap video game memiliki unsur penyelaras, yakni ludonarasi atau ludonarrative.
Ludonarrative mengacu pada penafsiran makna yang berkaitan dengan gagasan game secara menyeluruh dengan berbagai mekanika permainan yang ada dalam game tersebut. Sebagai contoh, dalam kasus Coral Island, judul dan gagasannya yang berfokus pada pelestarian lingkungan tentunya selaras dengan bagaimana mekanik bertani, membangun komunitas, dan pengembalian ekosistem terumbu karang mendukung tema utama pelestarian lingkungan dan konsep sustainability ekosistem.
Di sisi lain, riset mengungkapkan bahwa keberadaan tema sekaligus elemen budaya Indonesia yang terkandung dalam Coral Island turut membantu eksposur terutama bagi demografi Generasi Z yang cenderung lebih aware terhadap isu tertentu.
Kedua, menurut temuan riset ini, integrasi elemen tekstual kebudayaan lokal dan tradisi dalam game Coral Island seperti pembuatan sesajen, konsep pemberdayaan sumber daya alam, dan pemberian sesajen kepada figur mitologi tertentu tidak sekadar menjadi ornamen estetika, tetapi juga merepresentasikan nilai filosofis Tri Hita Karana, yakni konsep yang menekankan harmoni antara manusia, Tuhan, dan lingkungan.
Hal ini tentunya selaras dengan teori intertekstualitas yang dikemukakan oleh Julia Kristeva (2024), yang memandang bahwa berbagai keterkaitan narasi dan teks dalam game dapat menciptakan pemaknaan secara berkelanjutan dari pemain ke pemain.
Penelitian ketiga dosen ini menunjukkan bahwasanya di luar fungsi video game sebagai media digital entertainment, game seperti Coral Island memiliki kapasitas untuk menjelaskan dan mengemas kearifan lokal, praktik pelestarian lingkungan dan identitas sosial budaya Bali dalam format yang menarik terutama untuk digital art generation, seperti Generasi Z.
Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Bagaimana Kemampuan dan Tes Kompetensi Berbahasa Inggris Mampu Mendukung Masa Depan? Simak Penjelasan UNDIRA English Centre Berikut
Read more
Sulit Memanage Waktu Perkuliahan? UNDIRA Hadir Dengan Solusi Google Cloud Platform, Perkuliahan Lebih Optimal!
Read more
Menyoroti Peran Media Sosial Dalam Perspektif Aktor dan Kewirausahaan: Seminar Rumpi Asik Mahasiswa
Read more
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432