Belajar Komunikasi, Kuatkan Diplomasi: Prodi Ilmu Komunikasi UNDIRA dan KBRI Ukraina Gelar Diskusi Interaktif Seputar Komunikasi Lintas Budaya
Jakarta, 11 Juli 2026 - Diplomasi kini telah menjadi aspek yang tidak dapat dikesampingkan. Diplomasi seyogyanya tidak hanya berfungsi sebagai metode pemecahan masalah, tetapi juga mampu membuka wawasan kita terhadap literasi budaya dan sosial berbagai negara. Maka dari itu, diperlukan penambahan wawasan terhadap generasi muda, agar mereka tidak hanya menjadi garda pengetahuan, tetapi juga pembawa perubahan melalui kepekaan komunikasi lintas budaya.
Mengacu pada hal tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) turut serta mengadakan kegiatan bedah buku sekaligus podcast interaktif terhadap karya bertajuk: ‘Komunikasi Lintas Budaya Dalam Diplomasi’, yang merupakan karya Duta Besar Republik Indonesia untuk Ukraina, Prof. (Hon) Drs. Arief M. Basalamah, Dosen Ilmu Komunikasi UNDIRA, Dr. Algooth Putranto, beserta Dr. Dra. Themotia Titi Wedaningsih., M.Si.
Adapula podcast hari ini yang terlaksana di Kampus Tanjung Duren UNDIRA, Jakarta Barat, dihadiri secara langsung oleh sederet bintang tamu ternama, diantaranya; Bapak Bonaficius Riwi Wijayanto, S.E., M.Si., Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Kementerian Luar Negeri RI, Ibu Ika Yuniar Wulandari, S.Pd., MA., selaku Kepala Bidang Penilaian dan Pengembangan Kompetensi Kementerian Luar Negeri RI, dan Prof. (Hon) Drs. Arief M. Basalamah, selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Ukraina.
Mengawali berjalannya podcast di Kampus Tanjung Duren UNDIRA, Jakarta Barat, Dekan Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial UNDIRA, Dr. Harjono Padmo Putro, S.T., M.Kom., mengemukakan bahwa di era global saat ini, keberhasilan tidak hanya ditentukan dari kemampuan menyajikan data semata, tetapi juga dari kemampuan kita membangun komunikasi lintas budaya.
“Komunikasi Lintas Budaya merupakan cara bagi kita untuk memahami berbagai sudut pandang, dan memperkuat wawasan global. Selain itu, kekuatan komunikasi lintas budaya terletak pada penguatan diplomasi yang mampu tercipta karenanya. Memasuki era global saat ini, mahasiswa harus memiliki kecerdasan, kepekaan, dan sensitivitas untuk secara lebih baik menghargai keberagaman dan nilai-nilai antarbangsa. Selain itu, pemahaman Komunikasi Lintas Budaya juga dinilai dapat memperkaya karir mahasiswa di kemudian hari dengan terciptanya kolaborasi berkelanjutan dan berdaya saing global.” ujar bapak Harjono Putro
Dengan pembukaan yang motivasional tersebut, acara kemudian berlanjut dipandu oleh moderator sekaligus dosen Program Studi Ilmu Komunikasi dan kepala Biro Perpustakaan UNDIRA, Bapak Rengga Sendiran, M.Hum., yang kemudian membuka diskusi seputar bagaimana pentingnya komunikasi lintas budaya di masa modern ini.

Menanggapi sentimen tersebut, Prof. Arief Basalamah menegaskan bahwa pada dasarnya permasalahan yang dihadapi dalam mengawali Komunikasi Lintas Budaya terletak pada sebuah ‘gap’ atau celah pemahaman sosial budaya antarnegara.
"Pada dasarnya, tantangan utama dalam mengawali komunikasi lintas budaya terletak pada adanya gap atau celah pemahaman sosial budaya antarnegara. Celah ini bahkan bisa muncul pada konsep-konsep mendasar seperti etika maupun bahasa tubuh, yang sering kali dianggap universal, padahal sebenarnya sangat dipengaruhi oleh konteks budaya masing-masing," tegas Prof. Arief Basalamah.
Merasakan sentimen serupa, Bapak Bonaficius menambahkan bahwa kuantitas literatur mancanegara saat ini masih memusatkan pembahasan diplomasi berdasarkan kacamata bisnis dan ekonomi semata, lantas masih membatasi pemahaman kita dalam berdiplomasi.
“Disadari atau tidak, dalam membangun diplomasi yang berkelanjutan sekaligus menjaga citra suatu bangsa, kita tidak bisa hanya berpatokan pada aspek numerik dan teoritis semata. Karya literatur yang kita bahas kali ini, menurut saya, sangat berdampak terhadap best practice dalam komunikasi lintas budaya. Kita diajak untuk memahami kondisi demografi secara menyeluruh guna memperoleh konteks sosial budaya antarnegara, sekaligus memperkuat sensitivitas sosial budaya — yang pada akhirnya turut memperkuat diplomasi itu sendiri. ” tegas Bapak Bonaficius Riwi Wijayanto
Ibu Ika Yuniar Wulandari, S.Pd., M.A., melanjutkan dengan menjelaskan bahwa sensitivitas sosial budaya dalam komunikasi lintas budaya juga dapat meningkatkan khazanah karier mahasiswa. Menurut beliau, komunikasi merupakan aspek penting dalam menjalin diplomasi. Komunikasi tidak hanya dapat menggambarkan karakter seseorang, tetapi juga ideologinya.
“Komunikasi merupakan baseline terjalinnya diplomasi baik dari level personal, institusional, hingga mancanegara. Selebihnya, cabang lain dari Komunikasi juga perlu dikembangkan, terutama bagi Generasi Z saat ini. Dari bahasa tubuh hingga kemampuan menulis pun dapat mengawal seberapa jauh diplomasi dapat terjalin, bahkan setiap negara memiliki attention to detailnya masing-masing yang wajib dipelajari dengan saksama.” ujar Ibu Ika Yuniar
Mengakhiri diskusi, Prof. Arief Basalamah menekankan bahwa kompetensi Komunikasi Lintas Budaya bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari secara instan, melainkan harus terus diasah sepanjang karier, khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia diplomasi maupun profesi lain yang senantiasa bersinggungan dengan interaksi antarmanusia. Beliau turut mengingatkan bahwa minimnya sensitivitas budaya dapat berdampak langsung pada penerimaan suatu produk atau gagasan di pasar internasional.
Melalui diskusi interaktif kali ini, UNDIRA juga turut serta memperkuat jalinan kerja sama lanjutan dalam bentuk penandatanganan IA (Implementation Agreement) dengan pihak KBRI Ukraina yang diharapkan dapat membuka peluang karier berkelanjutan di ranah diplomasi dan edukasi mancanegara di masa mendatang bagi mahasiswa.

Press Contact :
Biro Humas & Sekretariat Universitas Dian Nusantara
Facebook : www.facebook.com/undiraofficial
Instagram : www.instagram.com/undiraofficial
Twitter : www.twitter.com/undiraofficial
www.undira.ac.id
Lainnya
Menanggapi State of Global Technology: Kaprodi Teknik Elektro UNDIRA mengikuti di IEEE VIC Summit 2025 di Tokyo, Jepang
Read more
Merajut Budaya dan Kearifan Lokal Turun Temurun: Perjalan Singkat Batik Sebagai Identitas Nusantara
Read more
Level Up Pemahaman AI; Mengenal Agentic AI dan Kelebihannya Dari Generative AI
Read more
Yayasan Dian Asra
Kampus Tanjung Duren
Jln. Tanjung Duren Barat II No. 1
Grogol, Jakarta Barat. 11470
Kampus Green Ville
JIn. Mangga XIV No. 3
Kampus Cibubur
Jln. Rawa Dolar 65
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432
Kampus Cibubur Kranggan Raya
Jln. Raya Kranggan, No.6, RT 006/ RW 008
Jatiranggon Kec. Jatisampurna, Bekasi. 17432